Pendekar Naga Tunggal

Pendekar Naga Tunggal
Bab 189


Shen yang sudah tidak ingin lagi di permainkan langsung menggunakan jurus mata iblis legendanya, sepanjang perjalanan shen terus memperhatikan sekitarnya menggunakan mata iblis legendanya itu.


" Akhirnya "ucap shen.


" Apa kamu menemukannya?" tanya mo.


" Ya, walau aku tidak bisa melihat penguasa kegelapan aku bisa melihat putri yun lie berada di depan kita " sahut shen.


" Apa kamu akan pergi ke sana?" tanya mo lagi.


" Tentu saja " sahut shen.


" Kamu harus ingat kekuatanmu hanya setengah, jika bukan keadaan yang sangat mendesak aku tidak akan melepaskan kekuatanmu yang setengah lagi " ucap mo.


" Aku akan mengingatnya " sahut shen yang kembali melanjutkan langkahnya.


Shen yang baru berjalan beberapa langkah tiba-tiba mendengar suara teriakan berulang kali, shen yang telah memastikan suara teriakan itu suara putri shie langsung berlari dengan sangat cepat.


Suara teriakan yang terdengar semakin dekat membuat shen mencari asal suara teriakan itu.


" Kalau berani lepaskan aku, jangan menggunakan cara licik seperti ini " teriak putri shie.


Shen yang melihat putri shie tergantung di atas pohon dengan posisi terbalik membuat shen merasa sangat terkejut.


" Putri shie " ucap shen.


" Shen aku tahu kamu pasti datang " sahut putri shie.


Wheeeeeeeeeessssssssssssss...


Shen yang tidak tega melihat seorang tuan putri tergantung langsung melemparkan pedangnya, tali yang sudah terputus membuat shen bersiap menangkap putri shie.


" Terima kasih sudah menolongku " ucap putri shie sambil menatap shen yang baru saja menangkapnya.


" Ini belum waktunya berterima kasih, saat ini kita harus pergi dari sini "sahut shen.


" Apa kamu tahu kita harus melewati jalan yang mana?" tanya putri shie yang langsung membuat shen bingung.


" Ini kenapa bisa begini " sahut shen sambil melihat sekelilingnya.


Pepohanan yang sama besarnya membuat shen kebingungan mencari jalan yang sebelumnya di laluinya.


Lebih baik menggunakan jurus dua dunia saja " dalam hati shen.


Shen yang ingin menggunakan jurus dua dunia langsung memeluk putri shie dan menutup matanya, shen yang berpikir sudah sampai di tempat lain bergegas membuka matanya.


" Shen apa yang kamu lakukan?" tanya putri shie sambil memperhatikan tangan shen yang memeluk pinggangnya dengan sangat erat.


" Kenapa kita masih berada di sini " sahut shen.


" Manipulasi jarak jauh " bisik mo.


" Apa maksudmu mo?" tanya shen.


" Kali ini dia tidak menyegel kekuatanmu, dia mengendalikan sekitarmu dari jarak jauh " sahut mo.


" Akan ku kembalikan kekuatanmu, jujur saja aku tidak tahu bagaimana caranya agar kamu bisa keluar dari sini " sambung mo.


Shen yang merasa kekuatannya kembali seperti semula langsung menyatukan kekuatatannya, baru saja shen berpikir ingin menghancurkan pepohonan di sekitarnya putri tiba-tiba menginjak kakinya.


" Aduh " ucap shen sambil menatap putri shie.


" Bisakah kamu lepaskan aku sekarang " sahut putri shie.


Shen yang melihat tangannya masih melingkar di pinggang putri shie langsung melepaskannya, shen benar-benar tidak habis pikir bagaimana bisa dia melupakan hal yang memalukan seperti itu.


" Maaf " ucap shen.


" Sudah lupakan saja " sahut putri shie yang langsung memalingkan wajahnya.


Shen yang tidak ingin terus berada di dalam hutan langsung menarik pedangnya, shen ingin menggunakan jurus pedangnya untuk menebas pepohonan di depannya.


" Jurus pedang tanpa bayangan " teriak shen.


Wheeeeeeeeeeeessssssssssss....


Tebasan secepat kilat langsung menghancurkan beberapa pepohanan di depan shen.


" Shen lihatlah " ucap putri shie.


Shen yang melihat pepohanan di depannya kembali seperti semula hanya dengan hitungan detik membuat shen kebingungan.


" Jurus pedang tanpa wujud "


" Jurus pedang tanpa bayangan " teriak shen yang langsung kembali mengayunkan pedangnya.


Wheeeeeeeeesssssssssssss...


Tebasan dua kali beturut-turut membuat lebih banyak pepohonan yang terbelah.


" Sepertinya cara itu tidak berhasil " ucap putri shie.


" Aku juga merasa seperti itu, tapi jika kita tidak keluar dari sini aku tidak akan bisa membawamu kembali ke kerajaan dan aku juga tidak bisa mencari xieyu mei " sahut shen.


" Lalu sekarang bagaimana di sini sangat dingin" ucap putri shie.


" Aku kedinginan " sambung putri shie yang langsung bersandar.


" Tunggu sebentar " sahut shen yang langsung mengeluarkan api sucinya.


Shen mengingat api unggun biasa di gunakan untuk menghangatkan diri saat berada di alam terbuka.


" Kemarilah " ucap shen.


" Dekatkan tanganmu ke api seperti ini " sambung shen yang melihat putri shie duduk di sampingnya.


" Apa kamu yang ini bisa menghangatkan " sahut putri shie.


" Cobalah " ucap shen.


" Emmmm " sahut putri shie yang langsung mendekatkan tangannya ke api.


" Rasanya memang sedikit hangat, tapi badanku masih kedinginan " ucap putri shie.


" Dia calon istrimu peluk saja dia itu akan menghangatkannya " ucap sheng.


" Tapi " sahut shen sambil menatap putri shie yang semakin kedinginan.


Sudahlah, ini juga demi dia " dalam hati shen.


Shen yang merasa sedikit ragu perlahan memeluk putri shie, putri shie yang merasa terkejut langsung menatap shen.


" Maaf tapi itu satu-satunya cara untuk membuatmu hangat " ucap shen.


" Emmmmmm, baiklah " sahut putri shie yang terlihat sangat pasrah.


Keduanya yang saling berpelukan tanpa sadar langsung tertidur, panasnya matahari siang membuat putri shie terbangun lebih dulu.


" Ini " ucap putri shie yang merasa terkejut dengan posisinya yang saling berpelukan.


" Hemmmm, shen bangun lihatlah " teriak putri shie yang langsung melepaskan pelukannya dan langsung berdiri.


Shen yang mendengar teriakan putri shie langsung terbangun.


" Ini ternyata sudah kembali " ucap shen.


" Efek manipulasi penguasa kegelapan hanya berlaku di waktu gelap malam hari, sekarang sudah siang penguasa kegelapan sudah tidak bisa lagi menggunakan caranya itu " sahut mo.


" Baguslah aku akhirnya bisa membawanya kembali " ucap shen yang langsung berdiri.


" Aku akan mengantarmu kembali ke kerajaan sekarang bisakah aku memelukmu lagi " ucap shen sambil menatap putri shie


" Emmmm baiklah " sahut putri shie yang langsung mendekati shen.


Shen yang sudah mendapat izin langsung melingkarkan tangannya di pinggang putri shie, setelah menutup matanya beberapa saat shen dan putri shie tiba di gerbang kerajaan.


" Salam yang mulia putri shie " ucap para prajurit yang menjaga gerbang.


" Bangunlah " sahut putri shie yang langsung menarik tangan shen masuk ke dalam istana.


" Yang mulia putri " ucap dua penjaga yang sebelumnya mendatangi shen.


" Terima kasih sudah membawa kembali tuan putri " sambung kedua penjaga itu yang langsung berlutut di depan shen.


" Kalian bangunlah, aku ingin menemui ayahanda dan ibunda " ucap putri shie.


" Baik tuan putri " sahut kedua penjaga itu yang langsung berdiri.


Putri shie yang mengetahui di mana ayahandanya dan ibundanya di jam segitu bergegas menuju aula, rapat pemerintahan yang rutin di adakan membuat semua orang terkejut melihat kehadiran putri shie.


" Putriku " ucap yang mulia ratu.


" Ibunda " sahut putri shie.


" Bagaimana keadaanmu, siapa yang berani menculikmu " ucap yang mulia raja yang terlihat sangat marah.


" Sangat susah menjelaskannya, aku akan pergi sekarang " sahut shen.


" Terima kasih sudah membawa kembali putri ku " ucap yang mulia ratu.


" Sudah kewajibanku " sahut shen sambil berjalan.