Pendekar Naga Tunggal

Pendekar Naga Tunggal
Bab 163


Kapal yang telah bersandar di sebuah pelabuhan membuat shen bergegas turun dari kapal, jin qu yang melihat shen berjalan meninggalkannya langsung menyusulnya.


" Tunggu aku, kenapa harus terburu-buru seperti itu " ucap jin qu dari belakang shen.


" Jika ingin pergi bersamaku cepatlah " sahut shen tanpa menoleh ke belakang.


Shen yang baru keluar dari pelabuhan langsung menatap papan tulisan yang bertuliskan selamat datang di kota Dugon, jin qu yang melihat shen menghentikan langkahnya langsung menepuk pundaknya.


" Ada apa?" tanya jin qu.


" Aku sudah sampai di kota tujuanku, bagaimana denganmu ke mana kamu akan pergi " ucap shen.


" Aku sudah bilang aku tidak tahu harus mencarinya di mana, untuk saat ini aku hanya bisa mengikutimu sambil berharap bisa menemukannya juga di kota ini " sahut jin qu.


" Kalau begitu bergegaslah, aku ingin secepat mungkin menemukannya " ucap shen sambil berjalan.


Shen yang terus berjalan tidak lupa memperhatikan sekelilingnya, Shen tidak ingin melewatkan seseorang yang di carinya itu jika bertemu di jalan.


Xilung gadis berumur sekitar enam belas tahun dengan tanda lahir gambar teratai di lengan tangannya " dalam hati shen yang terus menghafal.


" Itu itu " ucap jin qu sambil menunjuk ke arah yang tidak jelas.


" Ada apa denganmu?" tanya shen.


" Aku sepertinya melihatnya tadi, berarti benar dia berada di kota ini " sahut jin qu.


" Apa maksudmu seseorang yang kamu cari juga berada di kota ini?" tanya shen lagi.


" Iya, aku tadi melihatnya sekilas " sahut jin qu dengan yakin.


" Ke mana dia pergi, ayo cepat jangan sampai kehilangan jejak " ucap shen yang langsung berjalan ke arah yang di tunjuk jin qu.


" Heeee, kenapa kamu malah mengikuti dia mencari seseorang yang di carinya " ucap sheng.


" Lebih baik membantunya terlebih dulu siapa tahu saja di bersedia memperlihatkan barang berharga yang di bawanya itu " sahut shen.


" Ahhhh, dia sudah menghilang sepertinya kita kehilangan jejak " ucap jin qu yang terlihat sangat kesal.


" Seperti apa orang yang kamu lihat tadi?" tanya shen.


" Seorang gadis memakai baju sobek-sobek, dia berlari seperti sedang di kejar seseorang " sahut jin qu.


Mo, bisakah kamu melihat apa ada seorang gadis yang memakai baju sobek-sobek di sekitar sini " ucap shen dengan suara pelan.


" Aku melihatnya dia sedang bersembunyi dengan penuh ketakutan, walau tempat persembunyiannya tidak terbilang aman setidaknya bisa membuat pengalihan untuk sementara waktu " sahut mo.


" Terus perhatikan gadis itu mo " ucap shen.


Shen yang melihat jin qu terlihat sangat cemas hanya bisa menghela nafas.


" Haaaaah, Sepertinya sekarang dia sedang bersembunyi, kita tunggu saja di sini " ucap shen.


" Kenapa menunggunya di sini, bagaimana jika dia tidak sedang bersembunyi dan dia akhirnya tertangkap " sahut jin qu.


" Percaya padaku dia sedang bersembunyi, ini juga demi keamanannya "ucap shen.


Dia sudah pergi cepatlah " bisik mo yang langsung menuntun jalan.


" Cepat ikuti aku " ucap shen sambil berjalan pergi mengikuti mo.


Mo yang menghentikan langkahnya di sebuah gubuk tua membuat shen langsung menghentikan langkahnya.


" Gadis itu berlari ke dalam " bisik mo.


" Haaa, haaa, Kamu berlari sangat cepat aku hampir saja kehilangan jejakmu " ucap jin qu.


" Suuuuutsss, tetap diam kita tunggu malam hari baru masuk ke dalam " sahut shen.


" Kenapa apa dia berada di dalam?" tanya jin qu.


" Emmm" sahut shen sambil menganggukkan kepalanya.


Shen yang melihat jin qu ingin menerobos masuk langsung menariknya sambil menutup mulutnya.


" Diam dan tenanglah lihat kedua pria itu mereka seperti sedang mencari seseorang, bisa saja kedua orang itu mencari temanmu itu " bisik shen.


Jin qu yang menganggukkan kepala tanda mengerti membuat shen langsung melepaskan tangannya dari mulut jin qu, shen sesekali menatap ke arah kedua pria yang berdiri tidak jauh darinya itu.


" Sial, ke mana dia pergi " ucap salah satu pria sambil mengepalkan tangannya.


" Sudahlah cepat kita cari sampai dapat, jika tidak kamu tahu sendiri apa yang akan terjadi pada kita " sahut pria di sampingnya yang langsung berjalan pergi.


Shen yang melihat keduanya telah pergi langsung berjalan menjauh, jin qu yang masih tidak mengerti apa yang akan di lakukan shen hanya bisa mengikutinya pergi menjauhi podok tua tempat persembunyian teman lamanya itu.


" Kenapa kita pergi menjauh, bukannya bagus jika kita berjaga di sekitar pondok tua itu " ucap jin qu yang melihat shen duduk bersandar di bawah pohon.


" Aku tidak berpikir kamu itu bodoh, jika kita tetap berada di sana ada kemungkinan mereka akan curiga nantinya " sahut shen.


" Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya jin qu.


" Sudah ku bilang untuk saat ini kita tidak bisa melakukan apapun karena kita tidak mengetahui apa yang terjadi sebenarnya, tunggu hari mulai gelap kita akan masuk ke dalam gubuk itu " sahut shen.


Tunggulah aku, aku tidak sabar ingin berbicara lagi denganmu andai saja adikku masih hidup dia akan merasakan hal yang sama seperti aku saat ini " dalam hati jin qu.


Tidak terasa hari mulai gelap jalanan yang saat siang terlihat ramai kini menjadi sunyi sepi, shen yang memperhatikan sekelilingnya terasa aman bergegas berdiri dan berjalan ke arah gubuk tua yang tidak jauh di depannya.


Kreeeaaaaaak...


Suara pintu yang di buka shen membuat telinga langsung berdengung, shen yang tidak bisa melihat apapun di depannya langsung mengeluarkan api suci putih sebagai penerang.


Api suci putih di tangan shen langsung menerangi gelapnya di dalam gubuk tua, walau shen menyalakan penerang di dalam gubuk di luar shen telah memasang api suci hitamnya untuk tetap terlihat gelap.


Shen yang melihat tiga gadis duduk meringkuk sambil menutup mata perlahan menghampiri ketiganya, suara langkah kaki jin qu dari belakang shen membuat ketiga gadis di depannya semakin ketakutan.


" Jiang er " panggil jin qu.


Gadis yang duduk di tengah langsung mengangkat kepalanya menatap jin qu.


" Jiang er bagaimana bisa kamu menjadi seperti ini, kamu yang dulu sering membantuku kenapa malah mendapatkan balasan seperti ini " ucap jin qu yang tanpa sadar meneteskan air matanya.


" Kamu kak jin qu kakaknya jan qi, apa yang kamu lakukan di sini " sahut seorang gadis yang langsung berdiri menatap jin qu.


" Aku mencarimu selama ini, akhirnya aku bisa menemukanmu " ucap jin qu yang langsung memeluk gadis di depannya.


" Aku senang bisa bertemu dengan kakak tapi aku yang sekarang sudah tidak sama seperti dulu, lebih baik kakak pergi aku tidak ingin kakak terlibat " sahut jiang er sambil melepaskan pelukannya.


" Sebenarnya apa yang terjadi padamu dan kedua gadis itu?" tanya shen.


" Kami sebenarnya berempat hanya saja teman kami yang satunya masih di sana, kami di culik dari beberapa tempat berbeda untuk sekarang kami aman tapi tidak tahu bagaimana keadaan teman kami yang satu lagi itu " sahut jiang er.


" Sudahlah yang terpenting kamu aman, aku akan berusaha membawamu keluar dari kota ini " ucap jin qu.


" Tapi temanku yang di sana bagaimana, jika bukan karena dia mungkin kami bertiga masih berada di sana " sahut jiang er.


" Kalian tetaplah di sini beritahu aku seperti apa ciri-ciri temanmu itu " ucap shen.


" Aku lupa namanya tapi aku masih ingat jelas dia memiliki sebuah gambar bunga teratai di lengannya " sahut jiang er.


" Xilung " ucap shen.


" Benar itu namanya, bagaimana bisa kamu mengetahuinya " sahut jiang er.


" Aku harus pergi sekarang, maaf aku tidak jadi menemanimu membawa mereka pergi " ucap shen sambil menepuk pundak jin qu dan berjalan pergi.


" Tunggu " ucap jin qu membuat shen menghentikan langkahnya.


" Bawalah ini, terima kasih telah banyak membantuku " sambung jin qu sambil memberikan sebuah bola bening pada shen.


" Terima kasih aku pergi dulu " ucap shen sambil menggenggam erat bola bening di tangannya.