
Wheeeeeesssssssssss...
Wheeeeeeeeeesssssssss...
Shen yang mencoba mengalihkan perhatian iblis itu langsung memecah dirinya menjadi belasan, pecahan dirinya yang sudah mendapat perintah bergegas menyerang iblis itu secara bersamaan.
Baaaaaam...
Bruuuuuuaaaaaaaaaaaak...
Belasan pecahan diri shen mampu di habisi dengan mudah, shen yang melihat sedikit celah saat iblis itu menyerang pecahan dirinya langsung tersenyum sambil menarik pedangnya.
" Sheng kamu berjaga di belakangnya, jika serangan ku kali ini gagal pastikan kamu menyerangnya di bagian kepalanya " ucap shen yang bertelepati pada sheng.
" Ya, aku mengerti " sahut sheng.
" Kamu sepertinya terlalu memandangku rendah, apa kamu tidak berpikir dengan tubuh asli mu saja tidak bisa membunuhku apa lagi dengan pecahan dirimu " ucap iblis itu.
" Haaaah, aku dari awal memang salah langkah kalau begitu terima ini " sahut shen.
" JURUS Halilintar " teriak shen sambil mengarahkan tangannya ke atas.
Jheeeeedaaaaaaarrrr...
Jheeeeeeedaaaaaaarrrr...
Halilintar berkekuatan besar langsung mengarah ke iblis yang berdiri dengan santai sambil menatapnya.
Arrrrrrrkkkkkhhhhhhhhhh...
Teriakan sang iblis yang penuh kemarahan membuat shen bergegas berlari ke arahnya, pedangnya yang sudah di tariknya dari awal langsung di arahkannya ke kepala iblis di depannya.
Bleeeeeesssssss...
Pedangnya yang berhasil menancap tepat di kepala iblis itu membuat shen bergegas pergi menjauh.
" Bagaimana kamu tahu kelemahanku " ucap iblis itu dengan suara pelan.
" Aku melihat celah saat kamu bertarung melawan pecahaan diriku, aku bisa melihat kamu berusaha melindungi bagian kepalamu " sahut shen.
Braaaaaaaaaaak...
Braaaaaaaaaaaaaak...
Sheng yang melihat iblis di depannya belum juga mati langsung mengibaskan ekornya ke kepala iblis itu berulang kali, kepala iblis yang telah hancur lebur membuat tubuhnya perlahan menghilang tanpa jejak.
" Kamu terlalu lama " ucap sheng.
" Aku hanya menjelaskannya " sahut shen.
Haaaaah, haaaah...
Shen yang baru saja selesai berbicara pada sheng tiba-tiba merasa sesak nafas, tubuhnya yang bergetar dan darahnya yang seperti mendidih membuat shen terduduk sambil menutup matanya.
Arrrrrrrrkkkkkhhhhh...
Arrrrrrrrrkkkkkhhhhhhh...
Teriak shen yang merasa sesuatu mengalir di tubuhnya, perpaduan panas dan rasa sakit yang terus di rasakan shen membuat shen langsung menggila.
" Shen " ucap ketua xu ling yang langsung melepaskan pelindungnya.
" Kenapa dengannya " sahut putri yun lie yang langsung menutup mulutnya.
Shen yang terus berteriak dan menyerang ke segala arah membuat ketua xu ling merasa khawatir, sheng yang melihat ketua xu ling berjalan ke arah shen bergegas menghentikannya.
" Apa yang mau kamu lakukan?" tanya sheng.
" Aku ingin menolongnya " sahut ketua xu ling.
" Dia tidak butuh pertolongan, kekuatan dari tingkatan menantang Alam berusaha masuk ke tubuhnya dengan sempurna " ucap sheng.
" Apa, dia sudah berada di tingkat menantang alam " sahut ketua xu ling yang merasa sangat terkejut.
" Dia berada di tingkat menantang alam sudah dari sebelum kembali ke perguruan, hanya saja kekuatan yang sebenarnya masih belum menyatu sempurna " ucap sheng.
" Ternyata seperti itu " sahut ketua xu ling yang tidak menyangka shen jauh melampaui dirinya.
" Apa dia tidak apa-apa ketua?" tanya putri shie.
" Kita lihat saja nanti " sahut ketua xu ling.
" Ketua shen berjalan ke arah kita, tatapannya seakan ingin menghabisi kita semua " ucap putri yun lie.
" Mungkin itu efek dari kekuatannya, kalian semua lebih baik berhati-hati jika dia menyerang berusaha terus menghindar jangan ada yang membalasnya " teriak ketua xu ling.
Wheeeeeeeessssssss...
Shen yang berjalan melewati ketua xu ling dan yang lainnya langsung mengayunkan pedangnya.
" Keluar, jangan bersembunyi " teriak shen.
" Ternyata kamu menyadari kehadiranku " ucap seorang pria yang tiba-tiba berdiri tidak jauh dari shen.
" Katakan siapa kamu? apa mau mu?" tanya shen sambil menatap pria itu dengan tajam.
" Namaku Lo weng, aku hanya penasaran siapa yang menunggangi naga api dan seberapa kuat dia " sahut pria itu.
" Jadi dari awal kamu sudah memperhatikan ku " ucap shen lagi.
" Ya, keputusan ku tidak salah ternyata kamu sangatlah hebat " sahut pria itu sambil tersenyum.
" Cih, mari kita pulang ketua " ucap shen yang langsung berjalan menghampiri ketua xu ling.
" Sejak kapan kamu menyadarinya?" tanya ketua xu ling.
" Tidak tahu pasti, saat aku membuka mata aku bisa merasakan aura berbeda hadir di antara kita " sahut shen.
" Ketua perguruan Darah sebelumnya aku minta maaf jika berbuat tidak sopan mengambil darah dari pancuran mu, tapi aku melakukan itu karena terpaksa sebagai ganti rugi ambilah ini " sambung shen yang langsung mengeluarkan seribu batu jiwa dan memberikannya ke ketua perguruan darah.
" Baiklah, anggap saja di antara kita impas " ucap pria tua itu sambil menelan ludah.
Benar-benar gila, dia ternyata sudah melebihi kekuatanku tidak heran dia bisa membasmi kerajaan bara seorang diri" dalam hati pria tua itu sambil menatap shen.
" Kalau begitu kami pergi dulu " ucap shen yang langsung berjalan keluar perguruan darah.
" Tunggu, aku ingin mengajakmu bergabung denganku " teriak pria yang melihat shen berjalan menjauh.
" Aku tidak tertarik, tapi jika kamu ingin menemuiku datanglah ke perguruan langit biru " sahut shen yang terus berjalan tanpa menoleh ke arah pria itu.
" Heeeeeh, menarik " ucap pria itu sambil tersenyum.
" Naiklah " ucap shen yang berdiri di samping sheng.
" Apa kamu yakin bisa membawa kami semua" sahut ketua xu ling.
" Tidak perlu ketua, aku dan yang lainnya akan berjalan kalian saja yang ikut bersama shen " ucap go giong.
" Baiklah, kalau begitu kami pergi dulu " sahut ketua xu ling yang menyusul putri shie dan putri yun lie menaiki sheng.
" Berhati-hatilah, jaga diri baik-baik " ucap shen yang langsung melompat menaiki sheng.
Wheeeeeeeessssssss...
Wheeeeeeeeeesssssssss...
Sheng yang mengepakan sayapnya bergegas terbang tinggi, tidak butuh waktu lama sheng yang sudah sampai di perguruan bergegas kembali turun ke bawah.
" Tidak ada, shen bisa menghadapinya dengan mudah kita saja yang terlalu khawatir berlebihan padanya " sahut ketua xu ling.
" Ya sudah kalian cepat beristirahat " ucap ketua xu long in yang masuk ke dalam perguruan.
" Ketua " panggil shen.
" Ada apa?" tanya ketua xu long in yang langsung menghentikan langkahnya.
" Bagaimana keadaan xieyu mei?" tanya shen balik.
" Kamu lebih baik melihatnya sendiri saja " sahut ketua xu long in.
" Baik ketua " ucap shen.
" Kalian ingin di sini atau kembali?" tanya shen sambil menatap kedua istrinya.
" Kami di sini saja bersama mu " sahut putri yun lie.
" Ya sudah kalian cepat kembali ke kamar, kalian pasti lelah setelah berperang malah harus pergi mendatangi ku " ucap shen sambil melangkah pergi.
" Shen " panggil putri shie.
" Iya " sahut shen sambil menghentikan langkahnya.
" Maafkan kami, kami telah meragukanmu " ucap putri shie.
" Aku tahu kalian mengkhawatirkan ku tapi tugas ku melindungi kalian bukan sebaliknya, lain kali jangan seperti itu lagi " sahut shen yang langsung kembali berjalan ke kamarnya.
" Sudahlah, ayo beristirahat " ucap putri yun lie.
" Kita sepertinya tidak sedekat itu hingga kamu harus mengingatkan ku " sahut putri shie.
" Kita kakak adik, sudah pasti kita sangat dekat " ucap putri yun lie yang langsung menarik tangan putri shie.
Shen yang baru sampai di kamarnya bergegas membaringkan tubuhnya, rasa lelah yang di rasakan shen membuatnya tanpa sadar langsung tertidur pulas.
" Shen, shen " panggil suara yang tidak asing baginya.
" Apa aku salah dengar " ucap shen yang masih menutup matanya.
" Bangun " sahut suara wanita itu.
Shen yang mengira dirinya masih bermimpi tetap hanya diam, sentuhan hangat yang mengenai bibirnya membuat shen membuka matanya dengan lebar.
" Xieyu mei, ini benar kamu " ucap shen yang langsung duduk.
" Emmmmm " sahut xieyu mei sambil tersenyum.
" Ternyata ini benar-benar kamu, kamu sudah sadar sekarang " ucap shen yang langsung memeluk xieyu mei.
" Aku minta maaf sudah banyak merepotkanmu " sahut xieyu mei.
" Kamu tidak merepotkan ku, kamu istriku sudah menjadi kewajiban ku melakukan apapun untuk mu " ucap shen yang masih memeluk xieyu mei sangat erat.
" Kalau begitu terima kasih " sahut xieyu mei.
" Ya " ucap shen yang tidak sengaja melihat kedua istrinya berdiri di depan pintu.
" Masuklah, kenapa hanya berdiri di depan pintu " ucap shen yang membuat putri shie dan putri yun lie terkejut.
" Maaf mengganggu " sahut putri shie dan putri yun lie serentak.
" Kalian bertiga istri ku, kalian mengalami kesusahan karena ku mulai sekarang aku akan memperlakukan kalian sama, kemarilah " ucap shen.
Putri shie dan putri yun lie yang mendengar perkataan shen langsung masuk ke dalam, dengan air mata yang menetes di pipi mereka keduanya tidak ragu memeluk shen yang masih memeluk xieyu mei.
Pagi hari yang cerah membangunkan shen dan ketiga istrinya, senyum manis dari ketiga istrinya membuat shen bersemangat bangun memulai rutinitasnya.
" Aku ingin menemui ketua xu long in " ucap shen.
" Pergilah " sahut xieyu mei.
Shen yang berjalan menjauh membuat ketiga istrinya kembali terdiam, mereka masih belum terbiasa harus menjalani kehidupan berumah tangga bersama.
Tok, tok, tok...
" Masuklah " ucap ketua xu long in.
" Bagaimana?" tanya ketua xu long.
" Semuanya aman " sahut shen sambil tersenyum.
" Haaaaah, mulai sekarang kamu harus menjaga ketiga istrimu dengan baik " ucap ketua xu long in.
" Aku mengerti ketua " sahut shen.
" Karena kekuatan mu jauh melebihi ku mulai sekarang kamu akan menjadi ketua perguruan ini, xu ling akan memberitahumu apa saja yang harus kamu lakukan " ucap ketua xu long in.
" Tapi ketua " sahut shen.
" Aku akan berlatih untuk beberapa tahun ke depan, aku yakin keputusan sudah sangat tepat ku harap kamu tidak mengecewakanku " ucap ketua xu long in.
" Terima kasih atas kepercayaan ketua, aku akan berusaha sebisa ku untuk menjadi ketua yang baik " sahut shen yang langsung menundukan kepalanya.
" Baguslah " ucap ketua xu long in.
Shen yang sebenarnya belum siap memimpin perguruan langit biru memutuskan menghampiri sheng, sheng yang berjaga di samping perguruan hanya diam melihat shen berjalan ke arahnya.
" Apa kamu akan tetap di sini " ucap shen.
" Mau bagaimana lagi, kamu seperti majikan ku tugasku tetap di sini bersama mu " sahut sheng.
" Ketua menunjuk ku sebagai penggantinya, sebenarnya ini berat untuk ku " ucap shen.
" Kamu hanya belum terbiasa, jika sudah terbiasa semua akan menjadi mudah bagimu " sahut sheng.
" Haaaah, kamu benar sepertinya memang aku hanya perlu membiasakan diri " ucap shen sambil menghela nafas.
" Oh ya sheng aku tidak ingin mengekang mu, pergilah jalani hidupmu dengan bebas " sambung shen.
" Bagaimana dengan mu?" tanya sheng.
" Aku sudah menjadi jauh lebih kuat kamu tidak perlu menghawatirkan ku, lagi pula jika aku membutuhkan bantuan mu kamu akan langsung datang padaku bukan " sahut shen.
" Karena itu mau mu aku tidak akan sungkan lagi, dunia kebebasan aku datang " ucap sheng yang langsung terbang meninggalkan shen.
" Keputusan pertama yang sangat bagus sebagai ketua perguruan langit biru " ucap ketua xu ling.
" Ketua " sahut shen.
" Kamu dan aku sama-sama ketua, bahkan kamu menjadi ketua utama perguruan langit biru kamu jangan memanggil ku ketua lagi " ucap ketua xu ling.
" Aku harus memanggil apa?" tanya shen.
" Panggil saja namaku " sahut ketua xu ling.
" Bukankah itu tidak sopan, bagaimana kalau aku memanggil kakak xu ling saja, Bukannya kakak sudah menganggap ku sebagai keluarga " ucap shen.
" Terserah kamu saja. Ayo aku akan memberitahumu apa yang harus kamu kerjakan, menjadi ketua utama tidak hanya duduk santai mengawasi murid tanpa beban " sahut ketua xu ling.
" Baik kakak " ucap shen yang langsung mengikuti ketua xu ling dari belakang.
--------- --------
Tamat.