Pendekar Naga Tunggal

Pendekar Naga Tunggal
Bab 32


Api suci putih masih terus mengamuk dan membakar sekitarnya. Shen merasa heran padahal dia berada tepat di depannya kenapa api suci putih tidak membakar dirinya.


Shen melangkah masuk ke dalam api suci putih, tiba tiba saja api suci putih masuk kedalam tubuh nya dan menghilang.


"Cih, Menguasai api suci putih ternyata sangat mudah sekali "


Shen membuka matanya dan mencoba mengeluarkan api suci putih di telapak tangannya.


Arrrkkkkkkhhhhh.... teriak shen.


shen merasa tangan dan sekujur tubuh nya seperti terbakar.


" Kenapa panas nya baru terasa di saat aku mengeluarkan nya pertama kali " shen menyesal sudah menganggap dia sudah menguasai api suci putih dengan mudah.


Cukup lama shen menahan panas api suci putih yang membakar sekujur tubuh nya.


Perlahan panas dari kobaran api suci putih mulai menghilang dan tidak ada sedikit pun luka bakar di badan shen.


Hanya saja tiba tiba di lengan kanan nya ada gambar teratai putih yang tidak bisa di hilangkan. Shen tidak ingin memikirkan lebih lanjut tentang gambar teratai di lengan nya.


Shen membuka kitab Api suci hitam dan


perlahan menutup kembali matanya.


Shen merasa tangan nya menyentuh sesuatu dan tangan nya seperti terbakar.


Shen membuka mata nya.


shen sangat terkejut melihat dia berdiri di sebuah batu yang tidak terlalu besar di bawah nya Lava panas mengelilingi batu itu dan bersiap Menenggelam kan nya kapan saja.


Shen berusaha menenangkan dirinya sendiri agar tidak panik dan tidak terjatuh kedalam lava di bawah nya.


Shen penasaran dan melihat apa yang di sentuh nya tadi hingga membuat tangan nya seperti terbakar.


Dinding gua yang terbakar api berwarna hitam mengelilingi tempat shen berada. belum sempat shen berfikir dengan jernih Cahaya putih tiba tiba muncul di samping shen tepat dimana tangan nya tadi menyentuh dinding gua itu.


" Cahaya apa itu " Shen terus memperhatikan Cahaya itu.


Cahaya itu perlahan mulai menghilang Shen tanpa berfikir panjang langsung melompat dan masuk ke dalam cahaya itu.


Arrrkkkkkkhhhhh... Panas....


" Panas, panas " Shen berteriak berulang kali.


Shen memukul badan nya dia tidak kuat menahan panas api hitam yang terus membakar nya.


Tanpa sengaja tangan kiri shen memukul beberapa kali lengan yang bergambar teratai di tangan kanan shen.


Bunga Teratai di lengan shen perlahan keluar dengan kobaran api putih yang melahap sedikit demi sedikit api hitam yang membakar shen.


Shen berharap semua sudah berakhir dia tidak sanggup lagi menahan panas kobaran api yang membakar sekujur tubuh nya.


Api suci hitam dan api suci putih seperti bergejolak di dalam tubuh shen, hingga membuat Tubuh shen seperti terbakar tiga kali lipat.


Shen berusaha menahan sebisanya, dia memilih tidak berteriak karena teriakan nya tidak akan membantu menghilang kan rasa panas dari kedua api yang membakar nya.


Shen tiba tiba tidak sadarkan diri.


Shen membuka matanya dia terbaring dengan rasa panas yang masih membakar tubuh nya.


" Anak muda tubuh mu hampir saja di makan kedua api itu, kamu harus berterimakasih pada ku "


" apa yang terjadi di saat aku tidak sadarkan diri "


" Aku malas memberitahukan nya pada mu yang pasti aku sudah menolong mu, kamu berhutang nyawa pada ku "


" Terimakasih, aku pasti bisa mendapatkan kotak yang kamu ingin kan sebagai balas budi ku "


" Aku juga berharap begitu , kamu lanjutkan saja menguasai kitab selanjutnya "


" Tubuh ku masih seperti terbakar bagaimana bisa aku melanjutkan menguasai kitab selanjutnya "


" Kata nya ingin menjadi yang paling kuat begitu saja sudah mulai menyerah.


Shen langsung terdiam tidak bisa menjawab


" kamu lanjutkan saja tidak akan terjadi apa apa pada tubuh mu, aku berani menjaminnya" suara itu tiba tiba menghilang.


Shen melihat gambar teratai putih masih berada di lengan kanan nya dan tidak menghilang.


Shen masih belum menyadari di lengan kirinya juga ada gambar teratai dengan warna hitam.