Pendekar Naga Tunggal

Pendekar Naga Tunggal
Bab 62


Shen dan xieyu mei akhirnya keluar dari istana kerajaan dan kembali melanjutkan perjalanan nya.


Chiktan berlari sangat cepat melewati hutan dan perdesaan, Shen yang merasa kasihan melihat chiktan terus berlari meminta chiktan beristirahat sebentar.


Shen menemukan goa yang tidak jauh dari tempet mereka berhenti.


" Kita istirahat satu malam di sana " Kata shen sambil menunjuk ke dalam goa.


" Kita belum tahu, ada bahaya apa di dalam sana " jawab xieyu mei, yang merasa goa itu terlihat sangat mengerikan dari luar.


" tidak ada pilihan lain, kalau kamu mau tidur di dalam hutan silahkan saja " Shen berjalan mendekati goa.


Sialan dia apa tidak punya hati berbicara seperti itu " Xieyu mei merasa sangat kesal .


Xieyu mei mengikuti shen dari belakang yang berjalan masuk ke dalam goa.


" Tempat ini sangat cocok untuk beristirahat " Kata shen sambil memegang dinding goa.


" Haaaah " Xieyu mei hanya bisa menghela nafas.


Mau tidak mau dia harus tinggal di dalam goa itu satu malam.


" Apa lagi yang kamu fikirkan, Ini tempat cocok untuk kita beristirahat dan cocok untuk mu menguasai kitab yang di berikan yang mulia ratu " Shen duduk di sebelah xieyu mei yang merasa tidak nyaman di dalam goa itu.


Xieyu mei berfikir yang di katakan shen ada benarnya, dia harus bisa menguasai kitab yang di berikan yang mulia ratu untuk nya.


Xieyu mei mengambil kitab dan membuka nya secara perlahan, ini baru pertama kali baginya belajar menguasai jurus dalam kitab.


Shen memperhatikan xieyu mei yang masih menutup matanya.


" basuh pedang mu pakai air suci yang kamu ambil kemarin " Suara sheng tiba tiba terdengar.


" Semoga saja ada hasil nya " Kata shen sambil membasuh pedang nya berulang kali.


Cahaya putih pekat keluar dari pedang milik nya dan perlahan berubah menjadi sosok yang di kenalnya.


" Akhirnya aku bisa keluar juga " Kata mo yang berdiri di samping shen.


" Mo aku tidak menyangka, akhirnya bisa melihat mu lagi " kata shen.


Mo memperhatikan shen dengan sangat teliti.


" Bagaimana bisa kamu tidak ada perubahan, saat aku tidak ada "


" kamu tidak perlu sok memperhatikan ku, kamu sendiri kenapa tiba tiba menghilang "


" Aku yang menolong mu, begitu kah cara mu berterimakasih "


" Terimakasih mo. tapi ada satu Pertanyaan untuk mu yang harus kamu jawab dengan jujur "


" Katakan "


Mo langsung terdiam dan menatap shen.


" Mungkin memang sudah waktu nya kamu mengetahui semuanya " kata mo.


" Kalau begitu cepat katakan "


" Aku dan spiritual naga mu memiliki tuan yang sama sebelumnya. Sebelum tuan kami meninggal dia mewariskan Spiritual naga nya kepada seorang bayi laki laki waktu itu.


Di saat dia telah selesai mewariskan spiritual naga nya, dia juga ingin memberikan ku pada mu tapi kamu masih terlalu kecil untuk memegang ku.


Di hutan itu lah aku di simpan tuan ku , dan akhirnya aku bertemu dengan mu. Jika kamu bertanya kenapa hanya kamu yang bisa mengetahui keberadaan ku dan mengambil ku, itu semua karena aku dan spiritual naga mu memiliki kesamaan atau bisa di bilang aku termasuk kembaran nya "


" Apa. bagaimana bisa spiritual naga dan kamu bisa menjadi kembaran itu sungguh sangat mustahil " shen merasa sangat kaget dan tidak percaya.


" Aku sudah mengetahui nya kamu mungkin tidak akan percaya pada ku.


Mengapa aku tidak berbentuk naga itu semua karena pedang yang kamu miliki sekarang adalah bentuk ku.


Kenapa aku tidak pernah membantu mu di saat dalam bahaya karena hanya jika aku berada di dalam bentuk ku, aku baru bisa membantu mu."


" Kalau begitu apa hubungan nya kamu, sheng dan aku " Tanya shen yang semakin penasaran.


" Kamu masih keturunan tuan ku, dan tuan ku sebenarnya bernama... " belum selesai bicara.


" Kamu sudah terlalu banyak bicara, apa kamu ingin membocorkan semua tentang tuan " Suara spiritual naga shen.


" Aku tidak membocorkan apa apa, aku hanya memberitahu nya kalau kita adalah saudara kembar " Kata mo.


" Siapa juga yang ingin memiliki kembaran seperti mu, tidak ada wujud naga mu dan hanya berbentuk pedang "


" Sudah kalian berdua tidak perlu ribut lagi " shen menghentikan keduanya yang terus adu mulut.


Duuuuuuaaaaammmm....


Suara getaran yang sangat hebat menjatuh kan batu besar dan menghalangi pintu keluar nya.


" Ini semua karena kalian, dari tadi bertengkar" Shen merasa sangat kesal sendiri. sekarang bagaimana dia bisa keluar dari dalam goa itu.


Hooeerrrrrrr.... errrrrrr......


Suara auman terdengar sangat keras dari dalam goa itu.


Shen berdiri dan melangkah mendekati asal suara itu.


" Kalau kamu masuk ke dalam bagaimana dengan nya " kata mo sambil menunjuk xieyu mei.


" Sudahlah, dia masih belajar menguasai jurus dalam kitab. tidak tahu kapan selesai nya "


Shen semakin masuk ke dalam goa itu.