
Shen melangkah menuruni tingktan hingga ke Tingkat dasar pertama.
" Tunggu dulu " Pria itu masih mengikuti shen.
Shen menghentikan langkahnya.
" Kenapa "
" Kamu sudah sampai ke tingkat sembilan untuk apa lagi kamu ke tingkat dasar pertama" Pria itu mengatur nafasnya yang tidak beraturan Karena mengejar shen.
" Apa yang salah jika aku ke tingkat dasar pertama, bahkan aku akan memasuki tingkat dasar inti " Jawab shen dengan santai nya.
" Hahahahaha. " Pria itu tertawa sangat keras.
Shen tidak memperdulikan nya dan langsung melanjutkan langkahnya yang terhenti.
Apa dia berfikir dirinya sangat hebat hingga ingin memasuki tingkat dasar inti. Sampah sepertinya sudah banyak yang mati di tingkat dasar pertama sebelum memasuki tingkat dasar inti." Dalam hati pria itu.
Shen memasuki tingkat dasar pertama, disana tidak ada ruangan seperti tingkatan sebelum nya.
Di Tingkat dasat pertama hanya berisi dua puluh orang lebih yang hanya duduk diam bahkan ada yang memegangi pintu di depannya.
apa mungkin itu pintu menuju Tingkat dasar inti. " dalam hati shen.
Shen mendekati pintu itu. semua yang berada di tempat itu berdiri bersiap menyerang shen.
" Kamu sudah berapa lama di pagoda dewa ini, apa kamu tidak tahu tidak ada satu pun yang boleh mendekati pintu itu selain ketua " Bentak Seseorang yang berbadan besar.
" Oh ya. kenapa bisa begitu "
" Kamu tidak perlu tahu kamu sudah mencapai tingkat sembilan, kamu lebih baik pergi dari pagoda dewa ini "
" Hahahahaha. kalau aku tidak mau kalian mau apa "
" Jangan salahkan kami jika nyawamu akan kami cabut di sini "
" Silahkan kalau kalian bisa " Shen membalikan ke dua ibu jarinya ke bawah.
" Seeeerrraaannnggg" Teriak pria yang berbadan besar.
Shen langsung menggunakan jurus sisik pelindung tubuh untuk melindungi tubuhnya.
Serangan demi serangan diterima nya tanpa membalas, bahkan ada beberapa yang mengeluarkan jurus untuk menyerang shen.
Shen tidak merasa sakit sedikit pun, serangan jurus beberapa orang itu hanya membuat nya termundur beberapa langkah saja.
" Kalian sudah puas menyerang nya. Sekarang giliran ku " Shen menarik pedangnya dan mengambil sarung pedangnya untuk menyerang.
" Hahahahaha. " semua menertawakan shen yang ingin menyerang menggunakan Sarung pedang nya.
Aku pertama kali menggunakan mu jangan mengecewakan ku. " dalam hati shen.
Walaupun dia bisa mengeluarkan jurus pedang tanpa wujud tidak menggunakan apa pun shen hanya berharap roh wanita itu tahu bahwa dia menghargai sarung pedang pemberian nya.
" Kamu ingin menyerang hanya dengan sarung pedang. apa pedang mu sudah tidak berguna lagi " Kata pria yang berbadan besar.
Shen hanya tersenyum dan mencium sarung pedang nya.
Jurus Pedang tanpa wujud." Teriak shen.
Bruaaakkk. Bruuuuaak....
Pria berbadan besar yang menghina nya juga terbaring dilantai.
" Siapa yang berani melukai anak buah ku " teriak seseorang yang baru datang dengan dua orang lainnya.
" Besar kamu sudah di tingkat Jendral bagaimana bisa kamu juga terbaring seperti ini "
Pria berbadan besar itu hanya terdiam dan menatap shen.
Tiga orang yang baru datang adalah ketua yang menjaga Tingkat dasar inti mereka hanya beberapa kali saja memasuki tingkat itu.
Masih ada satu lagi ketua besar tapi tidak bersama ketiga ketua yang baru datang.
" Kamu yang sudah membuat beberapa murid di pagoda dewa sampai seperti ini kamu harus membayar nya " Seorang ketua wanita menghampiri shen dengan sangat marah.
" nie nie tunggu " salah satu ketua yang tertua menghentikan nya.
Tiga ketua yang menjaga tingkat dasar inti terdiri dari dua pria dan satu wanita.
Satu pria tertua dan satu lagi yang paling muda.
Yang tertua bernama Nie Ang yang termuda bernama Nie Eng dan satu satunya wanita bernama nie nie.
Ketiga nya menghampiri shen secara bersamaan.
" Anak muda, aku tahu kamu kuat bisa mengalahkan dua puluh orang hanya satu serangan tapi itu tidak berlaku kepada kami. lebih baik kamu pergi dari sini "
" Terimakasih peringatan nya. tapi aku tidak berniat pergi sebelum memasuki tingkat dasar inti "
" Kakak tidak perlu banyak bicara padanya, langsung saja kita habisi dia " sahut nie nie.
Nie Ang mengangkat tangannya untuk menghentikan nie nie yang ingin menyerang shen.
" Karena itu sudah menjadi keputusan mu, aku akan memberikan mu kesempatan untuk masuk kedalam tingkat dasar inti tapi dengan satu syarat "
" langsung katakan saja "
" Kamu harus bisa menang melawan salah satu dari kami kamu bebas memilih siapa yang ingin kamu jadikan lawan mu "
" Tidak perlu memilih aku ingin melawan kalian bertiga sekaligus " jawab shen dengan sangat santai.
*Baaammm.... Nie nie melemparkan Tiga jarum emas pemati tenaga dalam untuk melumpuhkan shen.
Shen dengan mudah menghindarinya dan mencabut ketiga jarum yang tertancap di dinding belakang nya*.
" kembalikan kepada ku " Teriak nie nie.
" Tidak bisa ini sudah menjadi milik ku " Shen menggenggam ketiga jarum itu dan membakarnya dengan api Suci putih.
" Itu milik adik ku, jika kamu mengembalikan nya aku akan berfikir kembali untuk tidak menyerang mu "
" Baiklah karena kakak mu yang meminta, ku kembalikan tiga jarum ini kepada mu "
Shen melempar kembali ketiga jarum itu ke nie nie.
Arrrrrkkkkkhhhhhh. panas " teriak nie nie.
Nie ang dan nie eng terlihat panik melihat nie nie yang tiba tiba berteriak.