
Shen mengambil kitab di sampingnya yang hanya tinggal satu.
Shen membuka kitab tinju pembelah samudra dan kembali menutup matanya.
Shen merasa kakinya terendam di dalam air yang tidak terlalu dalam. Shen membuka mata dan melihat kedepan.
Luasnya lautan di depannya membuatnya ingin merenangi lautan itu dan mencari ujung dari lautan itu sendiri.
" Kamu tidak akan bisa mencari ujung dari lautan, anak muda " Suara seorang pria dari belakang shen.
Shen membalikkan badan dan memperhatikan pria yang berdiri di depannya.
" Siapa anda "
" Bukan siapa siapa, aku hanya kepingan roh yang tinggal sangat lama di sini "
" apakah anda pemilik jurus tinju pembelah samudra " Tanya shen.
" Aku bukan pemilik jurus itu, aku sama seperti mu yang hanya ingin mengusai jurus itu "
" Dimana pemilik jurus tinju pembelah samudra "
" Sudah menghilang sangat lama "
" Lalu kenapa kamu masih berada di sini "
" Aku di percaya untuk mencari seseorang yang bisa menguasai jurus tinju pembelah samudra, tapi aku belum menemukan nya."
" Kalau begitu bisakah kamu mengajarkan nya kepada ku "
" Tentu saja bisa, tapi apa kamu mampu menguasianya itu tergantung dari usaha mu sendiri "
" Baik, aku akan berusaha sebisa mungkin untuk mempelajari jurus Tinju pembelah samudra "
" Kamu Perhatikan lautan itu, lautan itu bisa membentuk satu samudra yang sangat luas dan tinju yang ingin kamu kuasai adalah tinju pembelah samudra . apakah kamu yakin bisa menguasi tinju pembelah samudra "
" Aku pasti bisa menguasainya " jawab shen dengan yakin.
" Karena kamu begitu yakin aku berikan ini pada mu "
Pria itu memberikan batu yang terbuat dari es untuk Shen.
" ku serahkan batu itu kepada mu dan kini tugas ku sudah selesai " Pria itu menghilang.
" Tunggu " teriak shen.
Bagaimana cara aku menguasainya " dalam hati shen.
Shen menepi kepinggiran pantai dan membaringkan tubuh nya matanya tiba tiba terpejam.
Shen kembali membuka matanya betapa terkejutnya dia sudah berada di ruangan tempat berlatih. bagaimana bisa dia kembali secepat itu dia bahkan belum menguasai sedikit pun jurus tinju pembelah Samudra.
" Semua sudah selesai, cepatlah keluar dan ambilkan kotak hitam itu untuk ku "
" Tapi aku belum menguasai jurus yang terakhir "
Shen masih belum puas dengan jawaban dari suara itu.
" Cepatlah keluar "
Shen berdiri dan membawa pedang nya yang sudah dipakaikan sarung pedang pemberian kepingan roh wanita yang menghilang Karena dirinya.
Perlahan shen membuka pintu dan keluar.
Semua yang berada di sana menatap nya dengan heran. Pria yang mengantar nya dulu tidak terlihat, shen tidak mengerti apa yang terjadi.
Shen tidak menghiraukannya dan berjalan turun kebawah.
" Tunggu " Pria yang mengantarnya menghadang nya tepat di tingkat tiga.
Shen menghentikan langkahnya dan melihat pria di depannya yang masih menatap nya dengan heran.
" Bagaimana mungkin, aku yakin kamu memasuki tingkat tiga tapi kenapa aku tidak melihat mu keluar dan ku kira kamu sudah meninggal di dalam ruangan pengendali pikiran "
" Apa kamu berfikir aku selemah itu "
Seseorang menghampiri pria itu dan berbisik padanya.
" Apa " Pria itu sangat terkejut, dan pria itu terus menatap shen.
" Kenapa " tanya shen.
" Apa benar Kamu keluar dari Tingkat sembilan "
" Iya " Jawab shen santai.
" Bagaimana bisa aku yang mengantar mu masuk ke tingkat tiga ruang pengendali pikiran "
" Bukannya tingkat empat hingga sembilan hanya ruang kitab. aku hanya menembus nya saja "
" Kalau begitu kamu sudah menguasai enam kitab dari tingkat empat hingga tingkat sembilan "
" tidak "
" Aku tahu tidak semudah itu menguasai satu persatu dari tingkat empat hingga sembilan , Jadi berapa yang sudah kamu kuasai "
" Sepuluh "
" Apa " pria itu semakin terkejut.
Selama dia berada di pagoda dewa satu tingkatan hanya bisa menguasai satu jurus bagaimana bisa shen menguasai hingga sepuluh kitab.
" Jurus apa saja yang sudah kamu kuasai " tanya pria itu.
" Hanya jurus biasa saja " jawab shen.
Huh pantas saja pasti yang dia kuasai hanya jurus yang mudah" dalam hati pria itu.