Pendekar Naga Tunggal

Pendekar Naga Tunggal
Bab 44


Shen yang berjalan keluar dari pagoda iblis langsung tersenyum puas.


" Kamu Jangan senang dulu, ratu iblis tidak selemah itu dengan mudah memohon kepada mu. pasti dia memiliki rencana yang jahat selanjutnya " bisik mo.


" Ya setidak nya aku masih bisa keluar dari pagoda iblis dengan selamat " sahut shen.


" Kapan kau berikan pil itu padaku " Suara spiritual naga.


" Tidak akan ku berikan pil itu pada mu " ucap shen.


" Tidak usah bermain main lagi, cepat berikan pil itu padaku "


" Akan ku berikan tapi kamu harus menyetujui syarat ku "


" Baiklah cepat katakan "


" kamu tidak boleh lagi memanggil ku tidak berguna dan mulai sekarang nama mu adalah Sheng. sang spiritual naga shen."


" Siapa yang mau memakai nama jelek seperti itu, tapi demi pil itu terserah kamu mau memanggil ku apa "


" Baik ambilah ini " kata shen


Shen memberikan pil Penambah kekuatan spiritual untuk sheng. jika dirinya bertambah kuat sudah pasti dia harus memiliki spiritual yang sangat kuat melebihi dirinya.


" Sampai kapan kamu akan berdiri di sini apa kamu tidak ingin melihat chiktan " kata mo


" Benar juga kamu mo, aku ingin melihat seperti apa Chiktan sekarang " sahut shen


Shen berjalan keluar gerbang pagoda kembar. shen tidak melihat ada chiktan di sana, shen berfikir mungkin chiktan sudah meninggalkan dirinya.


" Tuan " Panggil Chiktan dari kejauhan di belakangnya.


Shen yang memutar badannya melihat suara yang memanggil dirinya, shen merasa terkejut melihat seekor serigala berbulu lebat dan berbadan besar menghampirinya.


" Chiktan apa itu kamu " Shen memperhatikan serigala yang datang menghampiri dirinya.


" Akhirnya Chiktan bisa bersama dengan tuan lagi, Chiktan sempat mengira kalau tuan sudah..." tidak melanjutkan bicaranya.


" Kamu seharusnya tenang saja aku tidak selemah itu " Shen mengelus kepala chiktan.


" Kamu sebaiknya kembali keperguruan langit biru aku memiliki firasat akan terjadi sesuatu yang buruk nantinya " kata mo


" Apa yang akan terjadi mo, bisakah kamu menjelaskan nya kepada ku " tanya shen.


" aku sendiri masih belum tahu, tidak ada salah nya kamu datang sebelum terjadi hal buruk disana " jawab mo


" Baik kita kembali sekarang " ucap shen sambil berjalan.


" Terserah saja yang penting kita bisa kembali dengan cepat ke perguruan langit biru "


Shen berjalan mengikuti arah yang sudah di tunjukan oleh mo. Di depannya Sebuah kapal yang sangat besar bersiap untuk berlayar.


Shen bergegas naik ke kapal itu.


" Hewan spiritual tidak di izinkan menaiki kapal ini " Salah satu penjaga menghentikan chiktan yang mengikuti shen dari belakang.


" Kenapa bisa begitu " tanya shen.


" itu sudah peraturan nya "


Chiktan menggigit celana shen dan menariknya turun ke bawah.


" Tuan pergi saja, Chiktan akan menyusul tuan melewati jalur darat "


" Tapi " shen tidak melanjutkan bicaranya.


" Kapal akan segera berlayar, segera menaiki kapal atau akan tertinggal " teriak penjaga kapal.


" Pergilah tuan "


Chiktan berlari menjauhi kapal yang di naiki shen. Shen tidak punya pilihan lagi selain menaiki kapal itu sambil menatap chiktan.


" Kamu pasti akan bertemu lagi dengannya " bisik mo


" Bagaimana kamu tahu mo ?" tanya shen


" Kekuatannya sudah meningkat dia pasti akan mencari mu kemana pun kamu pergi "


Shen hanya menarik nafas dan perlahan membuangnya. Akhirnya perasaannya bisa lebih tenang.


" Mo seberapa kuat aku sekarang "


" Kamu mengalami banyak kemajuan. sekarang kamu sudah di tingkat jendral tahap akhir dan aura nadi hijau mu sudah terbuka "


" Ternyata aku masih sangat lemah " sahut shen.


" Dari tingkat kekuatan kamu mamang masih lemah, tapi dengan jurus yang sudah kamu kuasai itu bisa lebih cepat manaikan tingkat kekuatan mu "


Krrreeetak. krrreeetak... suara kapal yang terdengar seperti menabrak sesuatu membuat gaduh seisi kapal.


Shen yang penasaran bergegas Berdiri dan mencari tahu apa yang terjadi.