Pendekar Naga Tunggal

Pendekar Naga Tunggal
Bab 55


Shen meninggalkan harimau suci bermata merah yang masih melihat nya dari belakang.


" Akhirnya aku berhasil mendapatkan ke dua bahan ini " shen memegang ke dua bahan yang sudah di dapatnya.


" Kenapa kamu memegang ke dua bahan yang berharga seperti itu " Mo tiba tiba muncul di sampingnya.


" Mau ku simpan di mana lagi " kata shen.


" Kamu di beri kotak hitam ketua penjaga ruangan pagoda dewa untuk apa " sahut mo.


Shen mengeluarkan kotak hitam dari dalam bajunya.


" Maksudmu kotak ini " tanya shen.


" Itu kotak Ruang, sudah pasti kegunaan nya untuk menyimpan barang barang berharga seperti yang kamu pegang itu "


" Bagaimana cara menyimpan nya, kotak ini sangat kecil "


" Hahaha " suara tertawa spiritual naga.


" Apa yang lucu kenapa kamu tertawa naga sialan "


" Kamu terlalu parah kotak ruang saja tidak bisa menggunakan nya " sahut spiritual naga shen.


Mo memperhatikan shen yang masih memutar kotak di tangan nya.


" Apa lagi yang kamu tunggu buka saja kotak itu, barang yang ingin kamu simpan akan masuk sendiri " kata mo.


Oh begitu " dalam hati shen.


Shen memasukan dua bahan itu ke dalam kotak dan kembali menyimpan nya.


Shen memperhatikan chiktan yang hanya diam setelah keluar dari jurang kegelapan.


" Chiktan kamu kenapa " tanya shen.


Chiktan hanya diam dan tidak menjawab shen.


" Apa kamu masih memikirkan, tentang tulang hewan spiritual level dua belas itu "


" Tuan spiritual level dua belas itu sudah sangat kuat dan langka ,tuan ingin mencarinya di mana."


" Kamu tidak perlu memikirkan itu untuk sekarang. aku bilang suatu saat nanti aku pasti akan memberikan tulang itu tapi aku tidak berjanji akan mendapatkannya secepat mungkin " shen mengelus kepala chiktan.


Chiktan merasa sedikit tenang mendengar penjelasan shen.


" Sekarang kita hanya tinggal mencari air mata jiwa "


" Aku tahu dimana tempat air mata jiwa itu berada " Kata mo


" Di mana " Tanya shen.


" Air mata jiwa itu nama air terjun yang sudah terkenal sejak ratusan tahun lalu. aku tidak menyangka kalau air mata jiwa masih ada hingga sekarang "


" Tunjukan jalan nya mo kita harus segera sampai di sana "


Shen menaiki chiktan dan berlari sangat cepat. mo menunjukan arah jalan menuju air terjun air mata jiwa.


Shen berjalan dan menyiapkan botol kecil untuk mengambil sedikit air terjun air mata jiwa.


Whhhhheeeeesssss... Seorang wanita dengan sangat cepat melompat keluar dan turun dari dalam air terjun.


" Siapa kamu?? kenapa diam diam ingin mengambil air mata ku " Wanita itu terus menatap shen.


" Maaf jika aku mengganggu mu, aku hanya ingin meminta sedikit air mata jiwa ini "


" Apa kata mu. kamu ingin meminta air terjun air mata jiwa ku, apa kamu berfikir air mata jiwa ku bisa dengan mudah di ambil dengan sembarang orang seperti mu "


" kamu siapa??? kenapa melarang ku mengambil air mata jiwa. aku hanya ingin mengambilnya sedikit tidak mungkin aku menguras habis air mata jiwa ini. "


" Hahahahaha. " wanita itu tertawa dengan sangat keras.


Shen hanya memperhatikan wanita yang berdiri di depannya.


" Aku lis ya pemilik air terjun air mata jiwa ini dari ratusan tahun yang lalu. Selama ini aku menjaga nya dengan sangat baik dan tidak ada yang berani mengambilnya "


" Tapi aku sangat membutuhkan air mata jiwa ini " kata shen.


" Karena kamu sangat membutuhkan nya akan aku berikan. Tapi..." Lis ya berjalan mendekati shen.


" Tapi apa "


" Bagaimana jika kamu menukar nya dengan jiwa seseorang. Jiwa teman mu atau kekasih mu atau mungkin jiwa hewan itu " Lis ya menunjuk ke arah chiktan yang tertidur dengan pulas.


" Tidak " teriak shen dengan keras.


" hahahahaha " Lis ya kembali tertawa.


Shen masih memperhatikan Chiktan yang tertidur.


Aku tidak akan mengorban kan jiwa siapa pun" dalam hati shen.


" Baiklah kamu tidak ingin menukar jiwa siapa pun, aku tidak akan mengizinkan mu mengambil walau hanya setetes air mata jiwaku "


" Tunggu, apa tidak ada lagi syarat selain menukar nya dengan jiwa seseorang "


" hahahahaha. sudah pasti ada tapi aku yakin kamu tidak mungkin mau melakukan nya "


" Katakan. selain menukar nya dengan jiwa seseorang aku akan berusaha melakukannya"


" Benarkah " lis ya mendekat ke shen dan memegang pipi shen.


Entah kenapa shen merasa sangat gugup. sentuhan tangan lis ya membuatnya merasa sangat nyaman.


" Berikan keturunan untuk ku dan kamu bisa mengambil air mata jiwa sepuas hati mu "


" Apa berikan keturunan " Shen berteriak. dia sangat terkejut mendengar perkataan lis ya.


Lis ya semakin menjadi dia menggenggam tangan shen dan mencium nya berulang kali.


Shen menelan ludah nya, perasaan nya menjadi sangat aneh dan tidak menentu.