
Pria itu menatap shen sambil tersenyum, bagi shen senyuman pria itu memiliki arti tersembunyi.
" Pergilah, jangan menganggu ku " ucap shen.
" Sepertinya aku tidak ingin pergi " sahut pria itu.
" Perkenalkan namaku Wu gi, siapa namamu?" tanya pria itu sambil menatap shen.
" Aku tidak ada waktu berkenalan denganmu " sahut shen yang langsung pergi meninggalkan pria itu.
Shen kembali melanjutkan perjalanannya tanpa menoleh ke belakang, shen sengaja mempercepat langkahnya agar pria yang bernama wu gi itu tidak bisa mengejarnya.
" Cih, pria itu kenapa membuatku merasa tidak asing " ucap sheng.
" Kamu benar aku juga merasa pria itu tidak asing, tapi di mana kita pernah bertemu dengannya " sahut mo.
" Itu tidak penting, yang harus di lakukan sekarang bagaimana kita bisa sampai ke lembah surinah dengan cepat " ucap shen yang masih terus berlari.
Shen yang berlari selama tujuh hari kembali menghentikan langkahnya, shen terdiam menatap jalan bercabang yang berada di depannya.
" Ke mana kita harus pergi sekarang " ucap shen sambil memperhatikan dua jalan bercabang di depannya.
" Sepertinya dulu tidak ada jalan bercabang seperti ini " sahut sheng.
" Itu sudah sangat lama mungkin memang sudah seharusnya banyak yang berubah " ucap mo yang tiba-tiba berdiri di samping shen.
" Coba saja ambil jalur kiri " sambung mo.
" Emmm " shen menganggukkan kepalanya.
Shen yang baru berjalan beberapa langkah tiba-tiba merasa sepasang mata terus menatapnya, shen yang menyadari seseorang berada di sekitarnya langsung menghentikan langkahnya.
" Keluarlah " teriak shen.
" Aku tidak menyangka kamu menyadari keberadaanku " sahut wu gi yang langsung keluar dari pepohonan tepat di depan shen.
" Kamu lagi " ucap shen.
" Sepertinya kita satu arah " sahut wu gi dengan santai.
" Kalau memang kita satu arah seharusnya kamu tahu tempat apa ini " ucap shen.
" Tentu saja aku tahu, tempat ini bernama hutan berkabut " sahut wu gi.
" Sepertinya kita tidak searah, aku salah jalan" ucap shen sambil memutar badannya.
" Apa kamu tahu di mana jalan keluarnya?" tanya wu gi.
Shen yang melihat jalan di depannya tertutup kabut tebal kembali menghentikan langkahnya, wu gi yang melihat shen terdiam langsung menghampirinya.
" Kamu tidak memiliki pilihan selain terus maju ke depan, kabut ini akan hilang jika kamu sudah berhasil memasuki hutan berkabut bagian inti " ucap wu gi sambil menepuk pundak shen.
" Sepertinya memang kamu tidak memiliki pilihan lain, turuti saja dulu perkataannya " sahut sheng.
" Aku terpaksa pergi bersamamu " ucap shen sambil terus berjalan.
" Itu sangat bagus, kalau boleh tahu siapa namamu ?" tanya wu gi.
" Namaku shen " sahut shen tanpa sedikitpun melihat ke arah wu gi.
" Kenapa aku merasa semua tidak seperti sebuah kebetulan " ucap shen.
" Apa maksudmu, ini memang hanya kebetulan saja aku tidak tahu jika kamu juga akan ke hutan berkabut ini " sahut wu gi.
" Sudahlah aku tidak bisa berlama-lama di hutan ini, masih berapa lama lagi kita memasuki hutan kabut inti " ucap shen.
" Aku tidak tahu pasti " sahut wu gi dengan santai.
" Lalu apa sebenarnya tujuanmu memasuki hutan berkabut ini?" tanya shen.
" Kalau itu aku tidak bisa memberitahumu " ucap wu gi.
" Kamu lebih baik berhati-hati dengannya, aku merasa dia menyembunyikan sesuatu " bisik mo.
" Ya " ucap shen sambil menganggukkan kepalanya.
" Di mana dia " ucap shen sambil memutat badannya.
Shen yang tidak melihat wu gi semakin curiga kalau semua sudah di atur olehnya.
" Kabut di sini semakin tebal saja " ucap shen.
Shen mencoba menggunakan mata iblis legendanya untuk mencari jalan, walau sudah menggunakan mata iblis legenda shen masih tidak bisa melihat dengan jelas.
" Apa mungkin ini hutan berkabut inti " ucap sheng.
" Sepertinya begitu " sahut shen.
" Tapi jika ini hutan berkabut inti seharusnya jalan kembali sudah terbuka " sambung shen.
" Sepertinya pria itu ingin memanfaatkanmu, kamu tunggu di sini aku akan melihat ke depan sana " sahut mo yang tiba-tiba keluar dari dalam pedang.
Shen yang menunggu mo cukup lama mulai merasa gelisah, shen berpikir mo terperangkap di dalam hutan berkabut dan tidak bisa menemuinya.
" Aku melihat sesuatu " ucap mo yang berdiri di samping shen.
" Ku kira kamu terperangkap " sahut shen.
" Aku hanya roh tidak mungkin terperangkap apalagi aku bisa merasakan di mana keberadan pedangmu " ucap mo.
" Lalu apa yang kamu lihat?" tanya shen.
" Di depan sana ada sebuah batu besar berwarna hitam, tulisan di batu itu sangat aneh aku tidak bisa membacanya " sahut mo.
" Mungkin batu itu ada kaitannya agar kita bisa keluar dari dalam hutan berkabut ini, kalau begitu aku harus cepat ke sana " ucap shen yang langsung berjalan.
Shen yang melihat batu hitam besar tepat di depannya langsung memperhatikannya dengan serius, benar apa yang di katakan mo tulisan di batu hitam itu sangat sulit di mengerti.
Shen berjalan mendekati batu hitam itu dan memegangnya, shen yang tidak menyadari tulisan di batu hitam itu perlahan menghilang langsung berbalik pergi.
" Tidak berguna, aku sama sekali tidak bisa mengerti " ucap shen.
" Tunggu " sahut mo.
" Tulisan di batu itu menghilang " sambung mo.
Shen yang mendengar perkataan mo langsung kembali memutar badannya, benar saja tulisan yang tidak di mengerti sudah menghilang tidak tahu ke mana.
" Ini apa " ucap shen yang tiba-tiba merasa sesuatu berputar di pikirannya.
Shen perlahan menutup matanya mencoba memperhatikan dengan jelas tulisan yang terus berputar di pikirannya, setelah memperhatikan cukup lama tulisan yang berputar di pikiran shen kembali menghilang.
" Kamu kenapa?" tanya mo.
" Tulisan itu aku sudah mengetahuinya " sahut shen.
" Apa isi tulisan itu?" tanya mo yang merasa penasaran.
" Hanya beberapa mantra yang saling berkaitan " ucap shen.
" Kabut di sini juga sudah menghilang, sepertinya batu itu memang kunci penghilang kabut di hutan ini " sambung shen.
" Kalau begitu ayo segera pergi, lembah surinah sudah pasti berada di jalan bercabang sebelah kanan " ucap mo.
Shen yang berjalan keluar kembali bertemu dengan wu gi, wa gi berjalan ke arah shen sambil terus menatapnya.
" Kamu sudah menemukannya " ucap wu gi.
" Menemukan apa " sahut shen sambil terus berjalan.
" Batu hitam itu, apa yang kamu dapat di sana? " tanya wu gi yang terlihat sangat serius.
" Tidak mendapat apapun, lagipula jika aku mendapat sesuatu atau tidak itu bukan urusanmu " sahut shen.
" Heeeeeh, aku sudah menduganya kalau begitu sampai berjumpa lagi semoga kamu berhasil dengan tujuanmu " ucap wu gi yang tiba-tiba menghilang.
Shen yang melihat wu gi tiba-tiba menghilang merasa curiga dengannya, apalagi perkataan terakhirnya menyiratkan dia tahu apa tujuan shen sebenarnya.