Pendekar Naga Tunggal

Pendekar Naga Tunggal
Bab 64


Shen dan xieyu mei yang menyaksikan suasana haru tidak sadar meneteskan air mata nya.


" Kita sudah harus pergi " Kata shen sambil melangkah keluar.


Chiktan seperti tidak tega meninggalkan ayah nya sendiri di dalam goa itu.


" Tuan " panggil chiktan.


Shen berhenti dan memutar badannya, dilihatnya chiktan terus menatapnya.


" Tuan bisakah chiktan menemani ayah chiktan untuk sementara. chiktan janji akan menyusul tuan suatu hari nanti. "


Shen terdiam sejenak, dia tidak mungkin melarang chiktan bersama ayah nya.


Shen menghampiri chiktan dan mengelus kepalanya.


" tidak perlu meminta izin kamu memiliki kebebasan mu sendiri "Shen tersenyum sambil terus mengelus kepala chiktan.


" Terimakasih tuan "


Shen berdiri dan melangkah pergi keluar goa meningalkan chiktan dan ayahnya.


Sangat berbeda rasa perjalanan tanpa chiktan yang membawanya.


Xieyu mei memperhatikan shen yang terlihat sangat sedih dan menghampirinya.


" Tidak ada chiktan, bukan nya masih ada aku" xieyu mei menepuk pundak shen.


Shen menatap xieyu mei dan tersenyum pada nya. Shen menggenggam tangan xieyu mei dan mengangkat nya ke atas.


" Ketua kami pasti bisa membalaskan dendam kalian " Teriak shen dengan keras.


Xieyu mei hanya tersenyum entah kenapa perasaan nya saat ini sangat bahagia bisa berada di samping shen.


" kita berada di hutan bayangan ini sangat berbahaya " Kata mo yang tiba tiba berada di samping shen.


" Walaupun sangat bahaya tapi hutan ini sangat bagus untuk meningkatkan aura nadi " Sahut Sheng.


Shen memperhatikan sekeliling nya memang sesuai dengan nama nya hutan bayangan semua yang ada di hutan itu memiliki bayangan yang terlihat nyata.


" Kita istirahat di sini sebentar, di sini sangat bagus untuk meningkatkan aura nadi kita " kata shen.


" Benarkah tapi kenapa hutan ini seperti sangat mengerikan " Xieyu mei merasa sedikit ketakutan.


" Ada aku kamu tenang saja "


Shen duduk bersila dan memfokuskan fikirannya. Perlahan aliran nadi berwarna hijau nya berjalan sangat lambat bahkan berhenti di tengah tengah.


Ini apa yang terjadi , kenapa aliran nadi ku berjalan sangat lambat " Dalam hati shen sambil membuka matanya .


Shen melihat xieyu mei yang masih menutup matanya.


"Mo Kenapa aliran nadi ku berjalan sangat lambat " tanya shen.


" Masalah utama nya karena kamu sudah lama tidak pernah melatih aura nadi mu, masalah kedua karena tubuh mu yang sekarang terbagi dua " jawab mo.


" Terbagi dua, apa maksud mu mo "


" Kamu lihat teman mu yang berada di samping mu "


" Ada apa dengan xieyu mei, bukan nya dia melatih aura nadi nya "


" Dia memang melatih aura nadi nya tapi yang di samping mu hanya bayangan yang menyerupai nya saja "


" Apa " Shen langsung berdiri.


Shen melangkah menjauh meninggalkan bayangan xieyu mei dan mencari xieyu mei yang asli.


" Kamu kenapa ingin meninggalkan ku " Bayangan xieyu mei berjalan mendekati shen.


" Kamu bukan xieyu mei, kamu hanya bayangan nya saja "


" baru bermain ternyata kamu sudah mengetahui kalau aku bukan yang asli.


sudah tidak seru lagi sekarang "


" Dia berada di samping bayangan mu, tapi aku tidak bisa menjamin bayangan mu tidak melakukan sesuatu pada nya "


" Apa maksud mu " Shen terlihat sangat marah.


Bayangan xieyu mei hanya menggelengkan kepala nya.


" Percuma dia tidak akan memberitahu mu, jalan satu satu nya hanya melenyapkan bayangan itu dan mencari di mana teman mu berada " Kata Sheng.


Shen menarik pedang nya dan menebas bayangan xieyu mei.


" Hahahahaha " bayangan xieyu mei tertawa sangat keras.


" kamu terlalu gegabah, dia hanya bayangan pedang mu tidak akan berguna untuk nya " kata sheng.


" Satu satunya cara kamu harus mencari kelemahan Xieyu mei yang asli, dan buat bayangan itu merasakan kelemahan nya " kata mo.


" Tapi aku tidak mengetahui kelemahan xieyu mei " shen berbicara sangat pelan.


" Apa yang sedang kamu bicarakan, kenapa berbicara sangat pelan " Bayangan xieyu mei mendekati dirinya.


Shen tiba tiba terduduk dan menangis menutupi wajah nya.


" Xieyu mei kenapa kamu meninggalkan ku sendiri, aku sangat merindukan mu aku tidak bisa hidup tanpa mu " teriak shen sangat keras.


Shen merasa kepala nya di elus dengan sangat lembut. Shen membuka matanya dan menatap bayangan xieyu mei yang berdiri di samping nya.


" Jadilah satu dengan tubuh asli mu, aku sungguh tidak ingin berpisah dari mu " Shen terus menangis sambil terus menatap bayangan xieyu mei.


" Benarkah kamu mencintai ku " tanya bayangan itu.


" Apa kamu meragukan ku "


Bayangan xieyu mei tiba tiba menghilang entah kemana.


" Air mata mu ternyata kelemahan xieyu mei yang asli " Suara sheng.


" Aku hanya asal saja tadi " jawab shen.


" Cepat cari teman mu sebelum bayangan mu melakukan sesuatu pada nya "


Shen berlari mencari di mana xieyu mei asli berada. cukup lama dia berlari tapi masih belum juga menemukan nya.


" Hahahahaha " Suara tertawa terdengar sangat keras.


Shen menghampiri asal suara tertawa itu dan betapa terkejutnya dia. Xieyu mei duduk berdua dengan bayangan nya dan tertawa sangat bahagia.


Shen berlari dan menarik tangan xieyu mei.


xieyu mei merasa sangat heran mengapa shen ada dua dan yang mana shen yang asli.


Shen berbisik sesuatu ke telinga xieyu mei yang membuat nya sangat marah.


" Aku tidak perduli siapa yang asli di antara kalian aku membenci kamu shen " teriak xieyu mei sangat keras.


Bayangan itu menghampiri xieyu mei dan memeluk nya.


" Jangan membenci ku, aku sungguh mencintai mu " bayangan shen memeluk xieyu mei dengan erat.


" Benarkah kamu mencintai ku, kalau kamu mencintai ku bisakah kamu menjadi satu dengan dirimu yang asli "


" Baiklah, demi dirimu apa pun akan ku lakukan " Bayangan shen tiba tiba menghilang dengan sendirinya.


Shen dan xieyu mei akhirnya bernafas lega, tidak di sangka hutan itu bisa mengambil bayangan mereka dan mengeluarkan nya seperti aslinya.


" Untung saja semua sudah kembali seperti semula " shen duduk di samping xieyu mei.


" Aku tidak menyangka bayangan bisa keluar dari tubuh kita, bahkan mengutarakan perasaan nya. andai saja itu nyata " Kata xieyu mei menatap shen.


Shen kembali duduk bersila dan melanjutkan pelatihan aura nadi nya.


Aliran nadi berwarna hijau nya berjalan seperti biasa, walau masih sebesar benang.