
Shen menatap pria di depannya itu sambil menggelengkan kepalanya.
" Sepertinya jika langsung membunuhmu itu sedikit merugikan " ucap shen.
" Hahahahaha, merugikan katamu sudah jelas kamu tidak akan bisa membunuhku jangan berpura-pura lagi kamu " sahut pria itu.
Pletaaaaak...
Shen menjentikan jarinya sambil menatap beberapa anak buah pria di depannya, tidak butuh waktu lama lima anak buah pria di depannya itu langsung terjatuh kelaut.
" Jika sudah begini apa kamu masih berpikir aku tidak bisa membunuhmu " ucap shen.
Sialan, sebenarnya dia sudah berada di tingkat apa kenapa hanya dengan menjentikan jari sudah bia membuat anak buahku terjatuh kelaut " dalam hati pria itu.
" Huuuuh, anggap saja kamu beruntung aku akan melepaskanmu kali ini " ucap pria itu sambil berjalan pergi meninggalkan shen.
" Sudah mau pergi saja, permainan baru saja di mulai loh " sahut shen yang langsung mengangkat tinggi pria di depannya itu.
" Lepasin aku, atau kamu akan menyesal " ucap pria itu mencoba menggeretak shen.
" Memangnya apa yang bisa kamu lakukan sekarang " sahut shen sambil tersenyum.
" Tolong lepasin, aku mengaku salah " ucap pria itu.
" Kalau semua kesalahan akan selesai hanya dengan permintaan maaf, kelak para penjahat seperti kalian akan terus mengulanginya kembali " sahut shen.
" Benar, penjahat seperti mereka memang harus di habisi sampai ke akarnya " sahut seseorang.
" Tolong lepaskan, aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi " ucap pria itu.
" Jangan percaya perkataannya, penjahat selalu berdusta perkataanya tidak bisa di percaya " sahut seseorang sambil berjalan ke arah shen.
" Walau aku tidak tahu kamu siapa tapi aku berpikir kita satu pemikiran, karena aku malas bermain-main dengannya maukah kamu menggantikanku " ucap shen.
" Tentu saja dengan senang hati " sahut seorang pria yang berdiri di samping shen.
Shen hanya tersenyum sambil menatap pria di sampingnya, shen menjatuhkan pemimpin perompak kapal di depan pria di sebelahnya lalu pergi kembali ke tempatnya semula.
" Takdir mempertemukan kita, apa kamu masih mengingat adikku yang dua tahun lalu kamu lecehkan lalu kamu bunuh. Tapi ku rasa kamu sudah melupakannya kalau begitu kamu susul saja adikku sekarang " ucap pria yang bersama shen.
Wheeeeeeeeeeesssssss...
Gerakan pedang secepat kilat langsung di ayunkan pria itu ke leher pemimpin perompak di depannya.
Darah yang mengalir dari ujung pedangnya di teteskannya ke lidah sambil berjalan ke arah shen yang bersiap kembali menutup matanya.
" Terima kasih, jujur saja tanpamu aku tidak memiliki keberanian " ucap pria itu sambil menatap shen.
"Memangnya apa yang ku lakukan?" tanya shen.
" Intinya aku berterima kasih padamu, kalau boleh tahu siapa namamu?" tanya pria itu.
" Seharusnya kamu memperkenalkan dirimu sendiri sebelum bertanya nama orang lain " sahut shen.
" Baiklah namaku jin qu sekarang boleh ku tahu siapa namamu?" tanya pria itu lagi.
" Namaku shen " ucap shen.
" Oh shen, sepertinya aku pernah mendengar nama itu " sahut jin qu.
" Apa arti sebuah nama, terkadang nama seseorang bisa saja sama " ucap shen.
" Kamu mau ke mana?" tanya jin qu lagi.
" Mencari seseorang ke sebuah tempat " sahut shen.
" Mencari seseorang, sepertinya tujuan kita sama bisakah kita pergi bersama " ucap jin qu.
" Aku tidak menyuruhmu dan aku juga tidak berhak melarangmu " sahut shen.
" Kalau begitu terima kasih " ucap jin qu.
" Perjalanan masih sangat panjang, aku mau beristirahat " sahut shen.
" Tidur saja, aku akan menemaimu di sini " ucap jin qu.
Shen menutup matanya sambil memiringkan badannya membelakangi jin qu, walau begitu jin qu tetap berada di samping shen dan menunggu shen terbangun.
" Tidak apa, aku masih penasaran padanya lagipula dia tidak terlihat lemah " sahut shen.
" Itulah kamu, sifatmu yang terlalu baik bisanya akan sering di manfaatkan orang lain " bisik mo.
" Kamu tenang saja aku tidak lemah dan tidak bodoh, aku sengaja membiarkannya mengikutiku karena dia membawa sesuatu yang berharga di tubuhnya " ucap shen.
" Sesuatu yang berharga apa maksudmu?" tanya mo.
" Nanti juga kamu mengetahuinya " sahut shen.
Shen yang tertidur pulas merasa pundaknya sedang di goyangkan seseorang, tanpa banyak berpikir siapa yang menggoyangkan pundaknya shen bergegas membuka matanya sambil memelintir tangan yang menggoyangkannya.
" Sakit sakit sakit " teriak jin qu sambil meringis kesakitan.
" Salahmu sendiri kenapa menggoyangkan pundakku " ucap shen sambil melepaskan tangannya.
" Aku tadi berpikir terjadi sesuatu padamu, kamu sudah tertidur selama beberapa hari dan sebentar lagi kita akan sampai " sahut jin qu.
" Memangnya apa yang bisa terjadi dengan orang yang tertidur " ucap shen.
" Tidak ada, tapi aku hanya mengkhawatirkan mu " sahut jin qu.
" Sudahlah lupakan saja, bagaimana tanganmu apa masih sakit? " tanya shen.
" Masih, kamu memutar tanganku sangat kuat" ucap jin qu.
" Sebenarnya kamu sudah berada di tingkat apa sih seperti itu saja terasa sakit, sini tanganmu "sahut shen yang langsung menarik tangan jin qu.
" Kamu mau apa, aku tidak apa-apa aku masih... " jin qu tidak melanjutkan perkataannya.
Shen yang sudah memegang tangan jin qu bergegas menutup matanya, sama seperti sebelumnya aliran yang terasa sangat dingin terus mengalir keseluruh tubuhnya dan berpindah ke tangan jin qu.
Kenapa tanganku terasa sangat dingin, apa yang sebenarnya di lakukannya " dalam hati jin qu.
" Sudah selesai coba kamu rasakan kembali tanganmu apa masih terasa sakit " ucap shen yang baru saja membuka matanya.
" Sudah tidak terasa sakit lagi, ternyata kamu tidak hanya kuat kamu bahkan bisa menyembuhkan " sahut jin qu.
" Maaf tadi aku mengira kamu mau mencium tanganku, aku tadi sangat terkejut " sambung jin qu.
" Aku masih normal, aku tidak tertarik pada pria jangan berpikir yang bukan-bukan atau aku tidak akan mengizinkanmu mengikutiku " sahut shen.
" Maaf " ucap jin qu.
" Hahahaha, aku baru kali ini melihatmu yang di kira menyukai sesama jenis " ucap sheng sambil terus tertawa.
" Diam kamu tidak ada yang lucu " sahut shen.
" Bagimu memang tidak lucu tapi bagiku sangat lucu, aku tidak pernah membayangkan kamu seperti itu " ucap sheng.
" Kamu kenapa terdiam, apa kamu marah padaku " ucap jin qu.
" Tidak " sahut shen.
" Jangan marah padaku sebenarnya aku juga masih normal, hanya saja tadi aku sangat terkejut " ucap jin qu.
" Sudah lupakan saja, semakin kamu mengingatnya semakin sering dia tertawa " sahut shen.
" Dia siapa?" tanya jin qu.
" Itu tidak penting kamu tidak perlu mengetahuinya " sahut shen.
" Sebenarnya kamu mau mencari ke mana dan siapamu yang sedang kamu cari itu?" tanya shen.
" Dia teman masa kecilku yang sangat baik padaku dan adikku, setelah dia pergi kami tidak lagi mengetahui kabarnya dan sebenarnya aku juga tidak tahu dia berada di mana sekarang " ucap jin qu.
" Kalau kamu siapamu yang sedang kamu cari itu?" tanya jin qu.
" Bukan siapa-siapa ku, aku hanya ingin membantu seseorang " sahut shen.
" Ternyata kamu memang orang baik, kamu selalu berbuat baik kepada siapapun " ucap jin qu.
" Berbuat baik tidak perlu melihat pada siapapun itu, selagi kita mampu tidak ada salahnya saling menolong " sahut shen.