
Shen menatap air terjun yang berada di depan matanya, suasana yang sangat damai di sekitarnya membuat shen memutuskan untuk berlatih di tempat itu.
" Apa kamu yakin ingin berlatih di tempat ini " ucap mo.
" Sangat yakin " sahut shen.
" Baiklah yang pertama kamu harus bertapa terebih dulu " ucap mo.
" Berapa lama?" tanya shen.
" Sampai tingkat pelatihanmu menaiki tingkat langit tahap semesta " sahut mo.
" Kira-kira berapa lama itu?" tanya shen lagi.
" Kurang tahu, jika kamu bisa menembus tingkat dengan cepat maka akan cepat juga kamu menyelesaikannya " sahut mo.
" Baiklah aku akan memulainya sekarang " ucap shen yang langsung duduk bersila sambil menutup matanya.
" Tunggu, aku lupa memberitahumu di pertapaanmu nanti pasti ada cobaannya jangan sampai kamu terpengaruh " sahut mo yang kembali masuk ke dalam pedangnya.
Shen yang sudah memulai pertapaannya tidak lagi mendengar perkataan mo, shen yang fokus di pertapaan tiba-tiba merasakan kekuatan di dalam tubuhnya yang terus bergejolak.
Tubuh shen yang semakin lama terasa panas membuat shen hampir saja kehilangan kendali dan membuka matanya.
Setelah menahan cukup lama shen yang merasa tubuhnya terbakar tiba-tiba kembali normal, belum berlalu lama tubuh shen yang baru seperti semula tiba-tiba merasa hawa dingin di sekujur tubuhnya membuatnya serasa membeku.
Dengan tekad yang kuat shen akhirnya bisa bertahan, hawa panas dan dingin yang terus berganti membuat shen semakin terbiasa.
Arrrrrrrrrrrkkkkkkkkkkkkkkhhhhhhh...
Suara teriakan shen yang sangat keras membuat mo bergegas keluar dari dalam pedangnya.
" Apa dia sekarang sedang berusaha menembus tingkat " ucap mo.
Mo yang tidak tahu harus melakukan apa terpaksa hanya memperhatikan shen yang terus berteriak di dalam pertapaannya.
Dua hari satu malam mo terus memperhatikan shen yang masih berteriak, mo yang berpikir shen hanya sedang mencoba menahan cobaan demi menembus tingkat memutuskan kembali masuk ke dalam pedangnya.
Arrrrrrrrrkkkkkkkhhhhhhhhhh...
Arrrrrrrrrrrrkkkkkkkkkkkhhhhhhh...
Teriakan demi teriakan shen yang terus terdengar membuat mo merasa tidak tenang, mo yang tidak tega berniat membangunkan shen dari pertapaannya.
" Ini baru menembus tingkat " ucap mo yang melihat tubuh shen melayang.
" Hanya dalam waktu satu tahun dia berhasil menembus tingkat, benar-benar jenius yang sangat langka " sambung mo.
Shen yang merasa tubuhnya semakin ringan perlahan membuka matanya, shen yang melihat mo menatapnya jauh di bawah langsung turun dengan sangat cepat.
" Kamu hanya membutuhkan waktu satu tahun untuk menembus tingkat, jika aku tidak melihatnya sendiri aku tidak akan percaya " ucap mo.
" Kamu tidak memberitahuku di pertapaanku ada cobaannya " sahut shen.
" Aku sudah memberitahumu tapi sepertinya kamu tidak mendengarnya " ucap mo.
" Apa yang kamu rasakan di pertapaanmu?" tanya mo.
" Aku merasa tubuhku di hancurkan dan di kembalikan lagi seperti semula, dinginnya yang ku rasakan membuatku seperti membeku dan itu berulang kali terjadi " sahut shen.
" Untungnya kamu berhasil tapi " ucap mo yang tidak melanjutkan perkataannya.
" Tapi apa?" tanya shen.
" Walau kamu sudah menembus tingkat untuk sekarang kekuatanmu masih berada di tingkat sebelumnya, kamu masih harus melatihnya agar bisa sama dengan pelatihanmu sekarang " sahut mo.
" Tidak masalah, aku bisa melatihnya " ucap shen.
" Kalau begitu mulailah dari yang paling dasar" sahut mo.
" Apa itu?" tanya shen.
" Mandi, sudah satu tahun kamu tidak mandi " sahut mo.
" Kalau hanya mandi kamu tidak perlu memberitahuku " ucap shen.
" Tunggu dulu aku memang menyuruhmu mandi tapi itu bukan sembarang mandi " sahut shen.
" Begini di dalam pertapaanmu kamu merasakan tubuhmu panas dingin bukan dan itu sampai sekarang masih terasa " sahut mo.
" Iya aku masih merasakannya hingga sekarang, lalu bagaimana " ucap mo.
" Di depanmu adalah air terjun dan itu bukan sembarang air terjun, kamu berendamlah di sana satu hari satu malam itu akan menghilangkan panas dingin di tubuhmu " sahut mo.
" Baiklah aku akan melakukannya sekarang " ucap shen yang langsung terjun.
Byuuuuuuuuuurrrr...
Badan shen yang di basahi air membuatnya merasa sangat nyaman.
" Aku baru saja berendam tapi hawa panas di dalam tubuhku mulai menghilang " ucap shen.
Shen yang menikmati berendamnya tanpa sadar sudah melewati beberapa hari, mo yang menunggu shen tidak juga keluar bergegas menghampirinya.
" Aku hanya menyuruhmu sehari semalam, ini sudah lewat tiga hari " ucap mo yang melihat shen menutup matanya.
" Benarkah, sepertinya aku baru saja berendam kemarin " sahut shen.
" Cepatlah keluar kamu masih harus melatih kekuatanmu, semakin cepat selesai bukannya semakin cepat juga kamu bisa pulang " ucap mo.
" Iya iya " sahut shen yang langsung terbang sambil memakai bajunya.
" Bagaimana tubuhmu?" tanya mo.
" Panas dan dingin yang berada di tubuhku menghilang, tidak hanya itu sesuatu di dalam tubuhku seperti terus mengalir " ucap shen.
" Bagus kalau begitu langsung saja, kerahkan seluruh kekuatanmu untuk berlatih " sahut shen.
Emmmmmm...
Shen menganggukkan kepalanya sambil kembali terbang ke tempatnya semula.
Buuuuuuug, buuuuuuuug, buuuuuuuug...
Boooooommmmmmmmm...
Duuuuuuuuuaaaaaarrrrrrrrrr...
Suara latihan shen yang terus terdengar membuat mo merasa senang, mo yang memperhatikan shen hampir sampai di penaikan kekuatannya menyuruh shen semakin serius dalam berlatih.
Bulan demi bulan berlalu begitu cepat mo yang melihat kekuatan shen telah menyatu dengan pelatihannya langsung menghentikannya.
" Sudah cukup, empat bulan latihanmu sudah membuahkan hasil " ucap mo.
" Haaaa, haaaa, haaaa " shen menganggukkan kepalanya sambil mencoba mengatur nafasnya.
" Tidak terasa kita berada di sini sudah satu tahun lebih di tambah perjalanan sebelumnya sudah dua tahun lebih aku meninggalkan perguruan langit biru " ucap shen.
" Dua tahun lebih kamu yang berada di tingkat langit tahap dua berhasil mencapai tingkat langit tahap semesta, memang sudah saatnya kamu kembali " sahut mo.
" Hehehe kamu benar " ucap shen sambil tertawa kecil.
" Tapi sebelum kembali aku ingin melihatnya " sambung shen.
" Siapa?" tanya mo.
" Bunglon yang berada di hutan larangan, aku ingin melihat apa dia sudah berubah sekarang " ucap shen.
" Sepertinya kamu akan kecewa " sahut mo.
" Apa maksudmu?" tanya shen sambil menatap mo.
" Sudahlah lebih baik kamu melihatnya sendiri" sahut mo yang langsung masuk ke dalam pedangnya.
" Apa maksud mo, apa mungkin bunglon itu masih belum berubah jika benar aku akan memberinya hukuman "ucap shen.
" Jangan asal menduga, lebih baik kamu langsung saja ke sana " sahut sheng.
" Ya sudah, aku akan pergi ke sana sekarang " ucap shen yang bergegas mengambil pedangnya dan menghilang.
Shen yang sudah sampai di depan hutan terlarang merasa sangat terkejut, banyaknya orang yang keluar masuk hutan membuat shen kebingungan dan penasaran apa yang terjadi.
" Tidak, apa bunglon itu dalam bahaya sekarang " ucap shen yang langsung terbang cepat memasuki hutan terlarang.