Pendekar Naga Tunggal

Pendekar Naga Tunggal
Bab 165


Shen yang menatap ketiga pengawal bayangan hitam sambil tersenyum membuat kedua pengawal hitam lainnya menjadi semakin marah, mereka berpikir shen menertawakan mereka yang gagal melempar batu peledak ketubuh shen.


" Kak biarkan kami saja yang berhadapan dengannya, bukannya selama ini kakak selalu maju duluan " ucap salah satu pengawal bayangan hitam yang berdiri di belakang pengawal bayangan hitam lainnya.


" Baiklah, kali ini ku izinkan kalian yang turun tangan jangan mengecewakan ku " sahut pengawal bayangan hitam yang berdiri di depan shen.


" Kakak tenang saja, kami tidak akan mengecewakanmu " sahut kedua pengawal bayangan hitam serentak.


" Majulah sebelum kami menyerangmu terlebih dulu " ucap seorang pengawal bayangan hitam sambil menatap shen.


" Apa kamu yakin aku yang maju terlebih dulu" sahut shen sambil tersenyum licik.


" Aku tidak akan menarik kembali perkataanku, cepatlah aku sudah tidak sabar ingin menghabisimu " ucap pengawal bayangan hitam sambil menatap tajam ke arah shen.


" Kalau begitu jangan menyesal " sahut shen lagi.


Shen memecah dirinya menjadi tiga bagian dua pecahan dirinya berpencar mengelilingi kedua pengawal bayangan yang berada tepat di depannya, shen sengaja memecah dirinya menjadi tiga agar pecahan dirinya yang satu lagi bisa mencari kesempatan untuk membawa xilung pergi dari tempat itu.


" Kalau berani langsung saja maju, kenapa harus memecah diri untuk melawan kami " teriak salah satu pengawal bayangan hitam sambil bersiap menyerang pecahan diri shen.


" Kalahkan saja dulu dua pecahan diriku itupun kalau kalian mampu " sahut shen dengan santai.


Shen yang melihat dua pengawal bayangan hitam sibuk melawan pecahan dirinya sesekali melirik ke arah pengawal bayangan hitam lainnya, shen berpikir tingkatan pengawal bayangan hitam yang satu itu lebih kuat dari kedua saudaranya.


Di sisi lain pecahan diri shen yang melihat sebuah kamar tanpa berpikir panjang langsung masuk ke dalamnya, pecahan diri shen yang melihat seorang gadis di rantai bergegas menghampirinya.


" Xilung " panggil pecahan diri shen.


" Siapa kamu, bagaimana kamu bisa mengetahui namaku " sahut xilung sambil menatap shen.


" Itu tidak penting, yang terpenting sekarang aku harus membawamu keluar dari sini " ucap pecahan diri shen.


" Bagaimana caranya?" tanya xilung.


Wheeeeeeesssssss...


Traaaak, traaaak, traaaaak...


Shen menggunakan kekuatannya untuk melepaskan rantai yang berada di leher dan kaki xilung.


Xilung yang melihat rantai di leher dan kakinya sudah terlepas langsung berdiri menatap shen.


" Terima kasih " ucap xilung.


" Ini belum waktunya mengucapkan terima kasih, aku yang sekarang hanyalah pecahan diri tubuhku yang sebenarnya berada di luar bersama beberapa pengawal bayangan hitam " sahut pecahan diri shen.


" Apa, bagaimana bisa pengawal bayangan hitam sampai datang kemari. Ini sangat berbahaya aku takut kamu akan dalam masalah besar" ucap xilung.


" Tidak perlu menghawatirkan ku, kamu sudah lama di sini kamu pasti tahu jalan lain untuk keluar dari tempat ini " sahut pecahan diri shen.


" Ya aku mengetahuinya " ucap xilung yang langsung berlari keluar kamar.


" Kamu mau ke mana, di sana sangat berbahaya " teriak pecahan diri shen yang melihat xilung berlari ke arah luar.


" Dasar gadis keras kepala " ucap pecahan diri shen dengan suara pelan.


Seseorang sedang berusaha menyelamatkanku, tidak mungkin bagiku untuk pergi meninggalkannya di tempat ini sendiri " dalam hati xilung sambil terus berjalan ke arah suara pertarungan.


" Khisa kamu sangat kejam, bagaimana bisa kamu meminta bantuan pengawal bayangan hitam untuk melawannya " teriak xilung.


" Dasar gadis bodoh, kenapa kamu tidak pergi dari sini " bentak shen.


" Heeeh, ternyata kamu datang kemari untuk menyelamatkannya. Aku beritahu satu hal padamu dia milikku kamu tidak berhak membawanya pergi " sahut khisa.


" Kamu tunggu apa lagi bawa gadis itu padaku " ucap khisa memerintah pengawal bayangan hitam yang berdiri di sampingnya.


" Aku tidak ingin melihatnya, apa lagi berada di dekatnya " teriak xilung yang langsung menyerang pengawal bayangan hitam di sampingnya.


Whessssssssssss...


Gerakan secepat kilat dari pengawal bayangan hitam langsung melumpuhkan serangan xilung.


Duuug, duuug, duuuug...


Traaaaaak, traaaaaaaak, traaaaaaaak...


Shen yang melihat serangan xilung berhasil di lumpuhkan hanya dengan satu gerakan membuatnya langsung menghentakan kakinya, shen menghentakan kakinya hingga membuat lantai di depannya langsung retak dan perlahan terbelah.


Wheeeeeeeeeesssssssss...


Retaknya lantai secara tiba-tiba membuat para pengawal bayangan hitam langsung melompat mencari tempat yang aman, pecahan diri shen yang masih berada di tempat retakan langsung menghilang menjadi satu kembali ke tubuh shen.


Shen yang melihat xilung sendirian dengan badan yang gemetaran langsung mengambil kesempatan untuk menghampiri xilung dan membawanya pergi.


" Lepaskan aku " teriak xilung.


" Diamlah, kita harus pergi sekarang " ucap shen yang langsung menggendong xilung dan membawanya keluar dengan sangat cepat.


" Hanya retakan kenapa kalian malah menghindarinya, lihatlah mereka sudah melarikan diri " teriak khisa.


" Cepat kejar mereka, aku ingin gadisku kembali padaku " ucap khisa memerintah tiga pengawal bayangan hitam.


" Baik yang mulia " sahut ketiga pengawal bayangan hitam serentak.


" Kalian berdua telah mengecewakanku " ucap salah satu pengawal bayangan hitam yang langsung menghilang.


" Ini bukan salah kita, pecahan dirinya saja sangat kuat hingga membuat kita hampir kalah " sahut kedua pengawal bayangan hitam lainnya.


Shen yang merasa sudah berhasil meninggalkan tempat khisa cukup jauh langsung menghentikan langkahnya dan menurunkan xilung dari gendongannya.


" Kamu pergilah sejauh mungkin aku akan menghadang mereka " ucap shen.


" Tidak, aku akan tetap di sini aku tidak mungkin meninggalkanmu " sahut xilung.


" Harusnya kamu tahu kemampuanmu, kamu tidak mungkin bisa menang melawan salah satu dari ketiga pengawal bayangan hitam itu " ucap shen.


" Aku rasa kamu juga tidak mungkin bisa menang melawan mereka, setidaknya jika kamu kalah kita akan kalah bersama " sahut xilung.


" Omong kosong, aku mencarimu dari tempat yang jauh untuk menyelamatkanmu bukan untuk mati bersamamu " ucap shen.


" Serahkan dia, aku akan membiarkanmu tetap hidup " ucap salah satu pengawal bayangan hitam yang berdiri tidak jauh dari shen.


" Aku tidak mungkin memberikannya padamu, jika aku memberikannya padamu untuk apa aku datang kemari " sahut shen.


" Untuk kali ini dengarkan aku, kamu tidak ada waktu lagi untuk melarikan diri tetaplah berada di tempatmu apapun yang terjadi " ucap shen yang langsung mengeluarkan api sucinya untuk mengurung xilung.


" Sekarang mari kita bertarung, aku ingin melihat sehebat apa kekuatanmu " ucap salah satu pengawal bayangan hitam sambil berjalan ke arah shen.


" Kalau begitu majulah " sahut shen dengan santai.


" Kamu yang meminta aku tidak akan segan lagi " ucap salah satu pengawal bayangan hitam yang langsung mengeluarkan pedangnya.


" Kakak kenapa kamu mengeluarkan pedang itu, pedang itu sangat berbahaya " teriak pengawal bayangan hitam yang berdiri di kejauhan.


" Diamlah, apapun yang terjadi aku harus mengalahkannya dan membawa gadis itu kembali " sahut pengawal bayangan hitam yang berdiri di depan shen.


" Dari pada kalian mencemaskanku, lebih baik kalian keluarkan gadis itu dari api suci dan bawa dia kembali pada yang mulia " sambung pengawal bayangan hitam sambil menatap shen.


" Baik kak " sahut kedua pengawal bayangan hitam serentak.