
" Tidak ku sangka aku terlalu meremehkan mu "
" Kamu yang mengantar ku masuk ke dalam beberapa ruang tingkatan " sahut shen sambil menatap pria di depannya.
" Iya itu aku, tidak ku sangka kamu bisa membuka peti mati itu. Sekarang berikan semua isi di dalam peti mati itu, termasuk kotak hitam yang kamu sembunyikan di dalam baju mu " ucap pria itu.
" Aku yang berhasil membuka nya, apa hak mu memintanya dari ku " sahut shen lagi.
Shen yang melihat pria di depannya memiliki maksud buruk bergegas mengambil kitab dan pil yang ada didepannya.
" Aku sudah berada di sini lebih dari lima belas tahun dan tidak bisa membukanya, atas dasar apa kamu yang hanya satu tahun memasuki pagoda dewa berhasil membukanya. Tentu saja aku tidak ingin usaha ku selama ini menjadi sia sia " ucap pria itu sambil menatap shen dengan tajam.
" Kalau kamu ingin keluar dari pagoda dewa ini dengan selamat kamu harus memberikan semua itu pada ku, kalau tidak kamu akan menanggung sendiri akibatnya " sambung pria itu.
" Aku tidak akan memberikannya " ucap shen.
" Kalau itu mau mu, aku akan mengambilnya dari mu dengan paksa " ucap pria itu sambil bersiap menyerang shen.
" Tunggu " ucap seorang pria tua yang berjalan menghampiri shen dan pria itu.
" Kamu tidak bisa mengambil semua darinya tanpa usaha mu sendiri " ucap pria tua itu.
" Tapi guru "... belum selesai bicara.
" Anak muda aku penjaga ruang tingkatan, aku tidak menyangka kamu berhasil membuka peti mati itu " ucap pria tua itu sambil menatap shen.
Shen tanpa banyak bicara langsung mengambil kotak hitam yang sudah disimpannya dan memberikannya ke pria tua di depannya.
" Kotak ini yang anda minta " ucap shen.
" Kamu nantinya akan menjadi Pendekar tanpa tanding, kotak itu aku berikan pada mu.
tapi bisakah kamu meninggalkan yang sudah kamu simpan tadi " sahut pria tua itu.
" Maksud anda ini " ucap shen yang langsung mengeluarkan beberapa kitab dan pil yang sudah di simpan nya.
" iya " sahut pria tua itu lagi.
" Karena anda yang meminta aku tidak bisa menolaknya "ucap shen yang langsung mengembalikan kitab dan pil itu kembali ke peti mati di sampingnya.
Pria tua yang sudah mendapatkan barangnya kembali perlahanberjalan mendekati peti mati di depan shen, pria tua itu mengambil satu pil dan memberikannya pada shen.
" Ini pil Penambah kekuatan sangat cocok untuk mu yang akan mengalami bahaya yang sangat besar " ucap pria tua itu.
" Bagaimana dengan ku guru " ucap pria yang memperhatikan dari kejauhan.
" Kamu masih belum bisa membukanya, kamu harus mencobanya kembali" sahut pria tua itu.
Pria tua itu menutup kembali peti mati di depannya dan langsung menyegelnya.
Sial usaha ku selama lima belas tahun tidak ada hasil nya. ini semua gara gara dia " dalam hati pria itu sambil menatap shen.
Tinju tiga dewa " teriak pria itu yang langsung menyerang shen.
Jurus Tulang besi "
Bruuuuuuuuuuakkk....
Shen yang menggunakan jurus pelindung membuat pria di depannya terlempar dan tangannya merasa kesakitan.
" Aduh, aduh " ucap pria itu.
Beberapa murid lainnya yangmelihat pria itu kesakitan hanya menertawakan pria itu dari kejauhan.
" Kamu menyerang tanpa tujuan, aku akan mencabut gelar mu sebagai ketua besar " ucap pria tua sambil menatap pria yang baru saja menyerang shen.
" Guru jangan lakukan itu " ucap pria itu sambil berlutut memohon.
Shen yang merasa dirinya sudah menyelesaikan tingkatan dari pagoda dewa sudah saat bagi dirinya pergi dan memasuki pagoda iblis.
Shen yang berjalan keluar tiba-tiba berhenti di depan pintu pintu pagoda dewa, shen terus memperhatikan pagoda iblis dengan penuh keraguan.
" Apa yang kamu fikirkan " Bisik mo.
" Mo akhirnya aku mendengarkan suara mu lagi " sahut shen.
" Selama kamu di dalam pagoda dewa aku tidak bisa keluar dengan bebas, tapi aku bersyukur kamu bisa keluar dari pagoda dewa dengan selamat " ucap mo.
" Itu semua butuh usaha keras mo, tidak ada yang memberitahu ku langkah demi langkah aku hanya mengikuti kata hati ku " sahut shen.
" Dasar tidak berguna baru begitu saja, sudah mengeluh " suara dari spiritual naga shen.
" Naga sialan aku di dalam sudah satu tahun kamu masih saja memanggil ku tidak berguna. selama aku disana kamu sedikit pun tidak membantu ku " ucap shen.
Suara spiritual naga yang kembali menghilang membuat shen merasa sangat kesal.