Pendekar Naga Tunggal

Pendekar Naga Tunggal
Bab 42


Shen masih terdiam berdiri di depan pintu pagoda dewa sangat lama.


" Cepat pergi chiktan masih menunggu mu di depan gerbang " Bisik mo.


" Aku ingin melihatnya semoga dia masih baik baik saja " sahut shen.


Shen meyakinkan dirinya melangkah mendekati pintu pagoda iblis.


Dari depan pintu shen Melihat iblis anak anak hingga tua semua menatapnya dengan punuh kebencian.


Shen mencoba tidak memperdulikannya dan berjalan masuk kedalam.


Shen memperhatikan sekeliling dari pagoda iblis yang terlihat mengerikan.


Sama sama memiliki tingkatan yang berbeda pagoda iblis hanya memiliki tiga tingkatan yang bisa di masuki kaum manusia dan kaum iblis sendiri.


Sisanya menjadi kekuasaan raja dan ratu iblis Tanpa izin nya tidak ada yang boleh menaiki lebih dari tiga tingkatan.


Setiap tingkatan terdiri dari dua ruangan.


Ruangan bertarung dan ruangan pengikut iblis.


Ruangan bertarung memililki peraturan sendiri. Setiap yang bertarung wajib membunuh lawannya tidak bisa memberinya sedikit pun pengampunan.


Ruangan pengikut iblis di buka untuk kaum manusia yang bersedia menjadi pengikut iblis dan mengabdikan seluruh jiwa raga nya untuk kaum iblis.


Shen yang langsung memasuki ruangan bertarung di tingkat satu tidak sedikit pun melihat ke ruangan pengikut Iblis.


" Hay manusia yang di belakang, aku ingin menantang mu " Pria iblis berbadan besar menunjuk shen.


Shen terdiam dan berfikir.


apa mungkin ini salah satu jebakan yang sudah di sediakan untuknya.


Shen melangkah tanpa berbicara sedikit pun.


" Hari ini kaum iblis akan menyembahkan darah manusia ini kepada sang pemilik pagoda iblis " Teriak iblis yang menantang shen.


" Huuuu. huuuuu. " Semua iblis menyoraki shen dan menatap nya dengan tatapan menghina.


Arrrrrkkkkkhhhhhh... Iblis yang menantang shen mengeluarkan badan aslinya yang tiga kali lebih besar dari sebelum nya.


" Kaum iblis. kaum iblis " Teriak iblis yang menonton di pinggir arena pertarungan.


Shen hanya terdiam dan memperhatikan iblis yang berada di depan nya.


Iblis itu mengeluarkan tombak darah untuk membunuh shen tanpa harus mengeluarkan banyak tenaga nya.


Tanpa memberi peringatan atau aturan main iblis itu langsung melempar tombak nya ke arah shen.


Tap... " Shen melompat menghindarinya dan mengambil tombak itu.


Shen menggenggam tombak itu di tangan kanannya dan perlahan membakar tombak itu dengan api suci putih.


Arrrrrkkkkkhhhhhh. panas " teriak iblis itu yang langsung menjatuhkan tombaknya ke bawah.


Whhhessss... " shen menarik pedang nya dan menebas leher iblis yang menantang nya.


Semua iblis yang melihat shen membunuh salah satu kaum nya merasa sangat marah mereka ingin menyerang shen secara bersamaan.


" Kalian tidak bisa menyerangnya seperti itu " Suara tanpa wujud yang membuat semua iblis terduduk dan menundukan kepalanya.


Shen hanya memperhatikan nya tanpa berbicara satu kata pun.


" Manusia naiklah ke tingkat dua " kata suara itu.


Shen langsung keluar dari ruangan tingkat satu dan menaiki tingkat dua. Disana dua iblis sudah menunggu dirinya di arena.


" iblis kembar. iblis kembar. " teriak iblis yang menonton di samping arena.


Kali ini yang menonton jauh lebih banyak dari waktu dia berada di tingkat satu.


" Manusia naiklah, aku sudah tidak sabar ingin mencabut nyawa mu " teriak iblis itu secara bersamaan.


Shen hanya menggelengkan kepalanya dan langsung masuk ke dalam arena.


"Manusia apa kamu sudah siap mati " Tanya salah satu dari iblis itu.


" Pertanyaan itu ku kembalikan ke kalian berdua " jawab shen dengan santai.


cuuuuiiihhhh... kedua iblis itu meludah di depan shen.


Kedua iblis itu mengeluarkan cambuk ganda dan bersiap mengarahkan cambuk nya secara bersamaan ke shen.


Cheeettaaarr. cheeettaaarr... suara cambuk beberapa kali berbunyi.


tidak satu pun cambuk itu melukai badan shen. shen sudah mengeluarkan jurus sisik pelindung tubuh sebelum masuk ke arena.


" Bagaimana bisa dia tidak terluka sedikit pun" kedua iblis itu terlihat sangat bingung.


Shen tidak mengeluarkan pedang nya untuk melawan dua iblis kembar di depannya.


Shen mengepalkan ke dua tangan nya bersiap mengeluarkan tinju nya ke arah dua iblis kembar yang berdampingan.


Tinju sembilan dewa " Teriak shen.


Bruuuuaak... kedua iblis itu terlempar dan salah satu nya langsung mati di tempat.


" Kamu membunuh saudara ku " Iblis yang masih hidup terlihat sangat marah dan ingin menyerang shen.


Shen berlari kecil mendekati iblis itu dan berbisik.


Jurus pedang tanpa wujud... Bisik shen.


Badan iblis itu langsung terbelah dua semua yang melihat berteriak histeris.