
" Hei pak tua, apa kamu masih mengingat ku " kata shen sambil berjalan mendekati ketua huan tan.
" Kamu, bagaimana bisa masih ada murid perguruan langit biru yang masih hidup " ketua huan tan terlihat sangat kaget.
" kenapa kamu begitu terkejut, harusnya kamu bangga masih ada murid perguruan langit biru yang masih hidup. " kata shen yang berdiri tepat di depan ketua huan tan.
" hahahahaha " ketua huan tan tertawa sangat keras.
Shen hanya terdiam dan terus menatap ketua huan tan yang terus tertawa.
" Apa kamu berfikir kamu bisa menghabisiku sebagai balas dendam mu, jangan pernah bermimpi " ketua huan tan bersiul memanggil dua ketua yang berada di luar perguruan.
Ketua huan li dan ketua huan xi yang baru datang terus menatap sekitar nya yang di penuhi darah.
" hahahahaha " shen tertawa sendiri.
" Apa yang kamu tertawakan, nyawa mu akan ku pastikan berakhir di sini. tapi jika kamu bersujud dan minta maaf, aku akan membuat mu mati tidak merasakan sakit sedikit pun " kata ketua huan tan yang terus menatap shen.
" Aku minta maaf. kamu hanya mimpi huan tan " teriak shen sambil menarik pedang nya.
Duuuuuuuuuuaaaarrrr.... shen mengayunkan pedang nya ke arah ketiga ketua perguruan awan terbang.
" Hanya serangan seperti itu tidak akan bisa melukai kami " kata ketua huan li.
Shen hanya tersenyum, setelah mengayunkan pedang nya shen membuat seribu langkah untuk mengeluarkan jurus pedang seribu langkahnya.
" Apa dia sudah menjadi gila, karena serangan nya tidak mengenai kita " kata ketua huan xi.
" Aku rasa tidak, dia seperti nya ingin... " ketua huan tan tidak melanjutkan bicaranya.
Shen menatap ketiga ketua itu dan bersiap mengayunkan pedang nya.
Jurus pedang seribu langkah " teriak shen.
Wheeeeeeeesssss..
" Arrrkkkkkkhhhhh " teriak ketua huan xi menahan sakit.
Ketua huan li dan huan xi terkena jurus pedang shen yang membuat tangan mereka terluka.
Untung saja aku berhasil menghindari nya " dalam hati ketua huan tan.
" Dari tadi kamu menyerang kami terus, sekarang sudah waktu nya kamu menerima serangan kami " teriak ketua huan tan.
Ketua huan tan meminta huan li dan huan xi mengalihkan perhatian shen dan mengambil pedang nya.
" Hahahahaha " ketua huan tan tertawa sangat keras.
" Kamu hanya bisa mengandalkan pedang ini, karena pedang ini ada di tangan ku sekarang apa yang akan kamu lakukan " kata ketua huan li.
Jurus petapa bumi " teriak ketua huan tan sambil berlari menyerang shen.
Brrrrrrruuuuuaaakkkk... Shen terlempar kebelakang.
Shen berdiri membersihkan bajunya yang terkena kotor.
" hahahahaha " suara tertawa bahagia terdengar keras.
Ketua huan tan mengira shen sudah mati terkena jurus nya. Shen berjalan dengan santai mendekati ketua huan tan yang masih terus tertawa.
" Aku tidak menyangka hanya dengan mengeluarkan jurus seperti itu, ketua huan tan sudah merasa sangat bahagia " kata shen yang berdiri tidak jauh dari ketua huan tan.
" Tidak mungkin " ketua huan tan seakan tidak percaya shen tidak mati bahkan tidak terluka sedikit pun.
Shen kembai merasa aliran setrum itu mulai mengalir lagi di dalam tubuh nya.
Shen berusaha mengontrol nya dan mengalirkan semua aliran setrum itu di tangan nya.
" Sebenarnya dia masih manusia atau sudah menjadi dewa " ketua huan tan berbicara sangat pelan.
" Tentu saja aku masih manusia " kata shen yang sekarang berdiri di depan nya.
Ketua huan tan baru sadar kalau shen sudah berada di depan nya dan mengarahkan tangan nya ke kepala ketua huan tan.
Seluruh badannya seperti tersambar petir dan kulit nya mulai hangus dan berasap.
Shen melepaskan tangan nya yang tiba tiba kembali seperti semula.
" Aku tidak menyangka, bisa kalah di tangan anak muda seperti mu. tapi aku tidak akan menyerah begitu saja "
Spiritual ku keluarlah " teriak ketua huan tan , dengan sisa tenaga nya yang ada.
Wheeesss wheeesss... Suara kepakan sayap terdengar sangat jelas di atas kepala shen.
" Sheng sudah waktu nya giliran mu " panggil shen.
errrrrrrrrr..... Sheng keluar dari tubuh shen dan menatap spiritual angsa emas milik ketua huan tan.
" hanya angsa jelek begini, aku dengan mudah mengalahkan nya " kata sheng.
" spiritual dengan pemilik nya sama sama bermulut besar " kata ketua huan tan yang menatap shen.
Shen hanya tersenyum menatap ketua huan tan dengan sisa tenaga nya masih bisa mengeluarkan spiritual nya.
Sheng bertarung sangat ganas, tidak hanya berulang kali mencambuk angsa emas itu dengan ekor nya, sheng juga menggigit angsa emas itu dan berulang kali membanting nya.
Brrrruuuuuuuukkk... ketua huan tan terduduk kehabisan tenaga nya.
" Biarkan aku memakan nya " kata sheng sambil menatap shen yang berjalan mendekati ketua huan tan.
" Tidak bisa, aku ingin menghabisinya dengan cara ku " jawab shen
" Haaaah " sheng menghela nafas dan kembali masuk ke dalam tubuh shen.
Wheeeeeesss... pedang shen terbang kembali ke tangan nya.
Shen tanpa berbelas kasih langsung menancapkan pedang nya ke perut ketua huan tan dan mengambil hati nya.
" Orang tidak punya hati seperti mu, tidak pantas memiliki hati ini " kata shen sambil menginjak hati ketua huan tan.
Ketua huan li dan huan xi mengejar pedang shen yang tiba tiba lepas dari tangan mereka dan betapa terkejutnya.
" ketua huan tan " teriak ketua huan li mendatangi ketua huan tan yang sudah tidak bernyawa.
" kamu bukan manusia tapi iblis " teriak ketua huan xi yang melihat shen menginjak hati ketua huan tan.
" Kalau aku iblis, kalian mau apa " tatapan shen tiba tiba berubah mengerikan.
" Aku tidak akan membiarkan mu tetap hidup " kata ketua huan li dan ketua huan xi yang langsung menyerang shen.
" Aku sudah tidak ingin bermain main lagi dengan kalian " kata shen.
Shen menutup mata nya memperkirakan di mana posisi ketua huan li dan huan xi akan menyerang nya.
Shen mengarahkan seluruh aliran di dalam tubuh nya menjadi satu dan mengontrol di kedua tangan nya.
" Matilah kau " teriak ketua huan xi yang menyerang shen dari belakang.
Duuuuuuuuuuuuaaaaarrrr.... Shen memutar badan nya dan mengarahkan tangan nya ke ketua huan xi yang berada tepat di belakang nya.
Ketua huan xi langsung terlempar ,badan nya di penuhi asap dan sudah tidak bergerak lagi.
" aku tidak perduli siapa kamu, kamu harus mati " teriak ketua huan li yang berlari ke arah nya.
Duuuuuuuuuuuuaaaarrrrrr... suara ledakan yang terdengar sangat keras.
Ketua huan li tidak tahu kalau shen sudah mempersiapkan jurus untuk melawan nya.
Tubuh ketua huan li hancur tanpa sisa.
"Haaah. Akhirnya selesai juga " kata shen bernafas lega.
Shen pergi meninggalkan perguruan awan terbang yang di penuhi darah.