Pendekar Naga Tunggal

Pendekar Naga Tunggal
Bab 148


" Terlalu kejam kamu mengeluarkan dua jurus sekaligus " ucap sheng yang terbang di atas shen.


" Dia sendiri yang memulainya dan dia sendiri pantas menerima itu " sahut shen dengan santai.


" Terserah kamu saja, lagipula tugasku sudah selesai aku akan kembali beristirahat " ucap sheng yang langsung masuk ke dalam tubuh shen.


Kelima gadis yang awalnya hanya berdiri dari kejauhan langsung berjalan ke arah shen sambil menundukan kepala mereka.


" Terima kasih telah menolong kami " ucap seorang gadis yang berdiri paling depan.


" Tidak masalah, sekarang bawa aku ke tempat persembunyian rahasia kalian " sahut shen.


" Tapi " ucap gadis itu dengan ragu.


" Tenang saja, aku bukan orang jahat " sahut shen lagi.


" Kalau begitu silahkan ikut kami " sahut gadis itu walau masih merasa sangat ragu.


Di satu sisi duan dan molpi yang tidak juga menemukan jalan keluar terpaksa kembali, betapa terkejutnya mereka setelah melihat yui yang berada di dalam api suci.


" Yui apa kamu baik-baik saja?" tanya duan.


" Kalian berdua kanapa kembali lagi ?" tanya yui balik.


" Kami tidak menemukan jalan keluarnya dan kami juga sangat mengkhawatirkan dirimu " sahut molpi.


" Sudahlah cepat pergi " teriak yui.


" Kalian tidak akan bisa pergi, ikut kami dengan tetap diam atau kalian akan kami bunuh di sini " ucap seorang pria yang membawa puluhan orang di belakangnya.


" Bagaimana dengan dia? " tanya seseorang yang berdiri di belakang pria itu.


" Biarkan saja, api itu sepertinya sengaja untuk mengurungnya lebih baik kita bawa dulu mereka berdua ini " sahut pria itu sambil mendorong duan dan molpi.


Shen yang mengikuti kelima gadis itu dari belakang akhirnya sampai di sebuah tempat, tempat yang di penuhi rerimbunan pohon mengingatkan shen akan beberapa hutan yang pernah di laluinya.


" Kenapa berhenti di sini?" tanya shen.


" Tempat persembunyian kami berada di balik pepohanan itu " sahut seorang gadis sambil menatap shen.


" Lalu kenapa kalian berhenti di sini?" tanya shen lagi.


" Kami tidak bisa langsung masuk, tapi kami sudah memberi isyrat agar di beri jalan masuk " sahut seorang gadis lainnya.


Shen yang sebenarnya masih tidak percaya terpaksa hanya menunggu, setelah sepuluh menit menunggu tiba-tiba dua pohon besar di depan shen berjalan sendiri seolah memberi jalan untuk shen dan kelima gadis di belakangnya.


Shen tanpa bertanya lagi langsung berjalan memasuki jalan kecil yang berada di depannya itu di ikuti kelima gadis di belakangnya.


" Ayah " teriak seorang gadis yang dari awal terlihat sangat menarik bagi shen.


" Putriku " sahut ketua suku suci yang langsung menghampiri gadis di belakang shen.


" Ayah kenapa tidak memberi peringatan pada kami sebelumnya, hampir saja kami di bawa pergi " ucap gadis itu.


" Maaf ayah juga sebenarnya tidak mengetahuinya jika bukan karena dia yang menyuruh ayah membawa yang lainnya untuk bersembunyi mungkin lebih banyak korban, tapi miu pi sekarang kamu tidak perlu khawatir lagi kakakmu sudah membawa beberapa ahli untuk menangkap penjahat yang lainnya " sahut ketua suku suci.


" Ayah benar, aku sudah membawa dua anak ini yang lainnya sudah ku habisi di tempat " ucap mou pi yang langsung menendang duan dan molpi di depan shen.


" Apa sekarang wilayah kita sudah aman kak?" tanya miu pi.


" Sudah pasti aman, kakak sudah membunuh mereka semua " sahut mou pi dengan penuh percaya diri.


" Kalian salah, yang berada di dalam wilayah kalian mungkin sudah kalian bunuh tapi bagaimana dengan yang berada diluar. Masih ada ratusan lebih yang menunggu lemahnya susunan kalian ini " ucap shen dengan santai.


" Apa maksudmu, jangan karena kamu membantu kami sedikit kamu sudah bisa berbicara sesuka hatimu " sahut mou pi.


" Ayah aku percaya padanya dia tidak mungkin membohongi kita " ucap miu pi.


" Dik bagaimana bisa kamu percaya dengan orang lain begitu saja " bentak mou pi sambil menatap adiknya.


" Karena dia sudah menolongku aku percaya padanya " sahut miu pi dengan suara keras.


" Kalian berempat lebih baik cari orang tua kalian, tidak baik bagi kalian tetap berada di sini " ucap ketua suku suci sambil menatap keempat gadis yang masih berdiri di belakang shen.


" Baik ketua " sahut keempat gadis itu secara bersamaan sambil berjalan pergi.


" Kalian berdua jika ingin berdebat lihatlah dulu situasinya " bentak ketua suku suci yang terlihat sangat marah.


Mou pi dan miu pi menundukkan kepalanya tanpa berani berbicara, ketua suku suci yang melihat kedua anaknya sudah tenang langsung berjalan ke arah shen dan menatapnya.


" Sekarang kamu katakan apa rencanamu " ucap ketua suku suci.


" Aku akan memberitahu rencanaku tapi dengan satu syarat " sahut shen.


" Apa syaratnya?" tanya ketua suku suci.


" Aku ingin mereka berdua dan satu lagi temannya di bebaskan, aku berani menjamin mereka tidak akan mengulangi apa yang mereka lakukan " sahut shen.


" Ayah jangan, aku tidak ingin hal seperti ini terulang kembali " ucap mou pi.


" Cukup mou pi biar ayah yang mengurus sisanya, jika itu yang kamu mau kami tidak punya alasan untuk menolak " sahut ketua suku suci.


" Baik kalau begitu aku langsung ke intinya saja, yang berada di luar wilayah serahkan saja padaku aku akan membereskan mereka " ucap shen dengan santai.


" Hahahahaha, ayah lihatlah dia itu hanya pembohong mana mungkin dia bisa membereskan semua yang berada di luar wilayah kita " sahut mou pi sambil terus tertawa.


" Baiklah kalau itu mau mu, Bawalah mereka aku akan menunggu kabar baik darimu " ucap ketua suku suci.


" Terima kasih atas kepercayaannya aku akan membawa mereka pergi bersamaku " sahut shen yang langsung membantu duan dan molpi berdiri.


" Ayah dia orang asing kenapa ayah mempercayainya, jika dia membawa kedua anak itu tanpa membantu kita bagaimana?" tanya mou pi sambil menatap ayahnya.


" Apa kamu meragukan ayah " sahut ketua suku suci.


" Aku tidak berani " ucap mou pi.


" Kalau begitu diamlah, lebih baik kamu membantu ayah mengurus warga kita saat ini " sahut ketua suku suci.


Shen yang membawa duan dan molpi keluar dari tempat persembunyian rahasia suku suci langsung menuju ke arah yui yang masih berada di dalam api suci shen, duan dan molpi terdiam sepanjang perjalanan mereka masih tidak percaya orang yang mereka kira lemah dan tadinya akan mereka manfaatkan malah menyelamatkan hidup mereka.


" Terima kasih " ucap duan.


" Tidak perlu berterima kasih, aku hanya melakuan apa yang menurutku baik dan aku melepaskan kalian juga bukan tanpa sebab " sahut shen.


" Lalu apa yang kamu inginkan dari kami?" tanya molpi.


" Aku ingin mengetahui berapa banyak orang yang masih berada di luar wilayah suku suci " sahut shen.


" Kalau hanya itu kami akan memberitahumu, yang berhasil masuk ke dalam wilayah suku suci hanya sekitar seratus orang berarti bisa di pastikan masih ada ratusan yang berada di luar wilayah suku suci " ucap duan.


Hanya ratusan, aku harus cepat menyelesaikan semua itu dan kembali melanjutkan perjalananku " dalam hati shen.


" Apa perlu kami membantumu?" tanya molpi.


" Tidak perlu, jujur saja aku masih tidak percaya pada kalian. Di depan sana yui masih ku kurung jika aku berhasil mengalahkan mereka semua aku akan membawa kalian pergi dari sini " sahut shen.


" Tetaplah bersama yui dan jangan pernah berpikir yang tidak mungkin bisa kalian lakukan " sambung shen yang langsung pergi meninggalkan duan dan molpi.