Pendekar Naga Tunggal

Pendekar Naga Tunggal
Bab 180


Sangat mengerikan, aku tidak tahu kalau di dunia ini ada manusia yang sangat kejam seperti dia " dalam hati pria tua itu.


" Pergilah pak tua, beritahu orang itu bahwa aku mencarinya " ucap shen.


" Baik, aku akan pergi memberitahukannya sekarang " Sahut pria tua itu.


" Pak tua jangan berpikir untuk lari atau seluruh keluargamu yang akan menanggung akibatnya " ucap shen.


" Tidak aku tidak akan berani melarikan diri " sahut pria tua itu sambil menggelengkan kepalanya.


" Baguslah kalau kamu tahu diri " ucap shen.


Shen yang melihat pria tua itu berjalan menjauh langsung menyandarkan badannya penyesalan atas kesalahannya membuatnya sangat marah pada dirinya sendiri.


" Aku tidak tahu jika akhirnya menjadi seperti ini " ucap shen.


" Aku sudah pernah memberitahukannya padamu " sahut mo yang berdiri di depan shen.


" Aku menyesal memintanya menjadi baik jika akhirnya membuatnya mati " ucap shen.


" Apa yang kamu sesali bukannya kamu sudah membalaskan dendamnya, aku yakin dia tidak akan menyalahkanmu " sahut mo.


" Benar, walau aku menyesal semua sudah terjadi aku hanya perlu membalaskan dendam terakhir untuknya " ucap shen yang langsung bersemangat.


Suara kuda yang terdengar sangat jelas membuat shen kembali berdiri.


" Siapa kamu, kenapa kamu mencariku ?" tanya seorang pria sambil menatap shen dengan tajam.


" Apa kamu yang menyerap inti hati hewan spiritual penjaga hutan ini?" tanya shen balik.


" Benar itu aku memangnya kenapa " sahut pria itu sambil tersenyum.


" Sangat sombong " ucap shen sambil tersenyum.


" Aku sudah membawanya biarkan aku pergi " ucap pria tua.


" Heh, jadi kamu membawaku kemari untuk perjanjian bekerjasama dengannya. Walau dia membiarkanmu hidup apa kamu berpikir aku akan membiarkanmu setelah menjebakku " sahut pria yang langsung turun dari kudanya.


" Kamu harus mati, Tidak seharusnya kamu menjebakku " teriak pria itu yang langsung mencekik pria tua di depannya.


Arrrrkkkkkkhhhhhhhhh...


Teriak pria tua itu sambil menatap ke arah shen.


" Aku memang berjanji tidak membunuhmu, tapi keselamatkanmu bukan tanggung jawabku " ucap shen.


Shen yang melihat pria tua di depannya mati terbujur kaku membuatnya langsung tersenyum.


" Sekarang hanya ada kita berdua, jika kamu mengaku salah mungkin aku akan berpikir untuk memaafkanmu " ucap shen.


" Apa yang membuatmu begitu percaya diri, pelatihanmu saja tidak jelas ingin aku mengaku salah. Heh, jangan pernah bermimpi " Sahut pria itu sambil tersenyum menatap shen.


" Baiklah, karena kamu yang memintanya jangan salahkan aku " ucap shen.


Wheeeeeeeesssssssss...


Wheeeeeeeeeesssssssss...


Shen mengayunkan tangannya berulang kali ke arah pria di depannya, serangan tak kasat mata yang di lakukan shen masih bisa di hindari pria itu dengan sangat mudah.


" Lumayan juga, tapi jika hanya begitu kamu tidak akan bisa membunuhku " ucap pria itu sambil tersenyum menatap shen.


" Benarkah " sahut shen.


Shen yang awalnya sengaja tidak melakukannya dengan serius membuatnya tersenyum sendiri, kesombongan pria di depannya membuatnya ingin mengeluarkan kekuatan penuhnya.


" Mari kita mulai pertarungan sebenarnya " ucap shen yang langsung memancarkan aura membunuhnya.


Kenapa auranya jadi berbeda, aku merasa kekuatannya yang sekarang jauh di atasku " dalam hati pria itu yang langsung berjaga-jaga jika shen menyerangnya secara mendadak.


Shen yang tidak ingin membuang waktu langsung mengerahkan seluruh kekuatannya di satu titik, tangannya yang mulai terasa panas sudah siap untuk di arahkannya ke pria di depannya.


" Matilah dengan tenang " ucap shen yang langsung mengarahkan tinjunya.


Duuuuuuuuaaaaaaaaarrrrrrr....


Duuuuuuuuuuaaaaaaaaarrrrrrr....


Duuuuuuuuuuuuuaaaaaaaaarrrrrr....


Suara ledakan yang terdengar sangat keras membuat tanah bergetar hebat.


Dalam gumpalan asap yang masih terlihat di depan shen pria yang seharusnya sudah mati malah berjalan menghampirinya.


Uhuk, uhuk...


" Serangan yang sangat dahsyat, untung saja spiritualku segera keluar melindungiku " ucap pria itu sambil terus terbatuk.


" Hahahah, karena hewan spiritualku sudah keluar sekuat apapun kamu pasti akan mati " ucap pria itu sambil terus tertawa.


Shen hanya tersenyum menatap hewan spiritual berbentuk kepala naga namun kaki seperti harimau di depannya.


" Apa hewan spiritualmu perpaduan kawin silang antara naga dan harimau, jujur saja itu terlihat sangat lucu " ucap shen.


" Kamu berani menghina spiritualku, aku akan memintanya untuk membunuhmu dengan sadis " sahut pria itu.


" Benarkah, kalau begitu buktikan " ucap shen.


" Tunggu apa lagi, cross bunuh dia " teriak pria itu memerintah hewan spiritualnya.


Hoooooooooeeeeeeerrrrr...


Auman yang terdengar seperti naga membuat shen tidak tahan untuk tertawa.


" Hahahahaha, Hahahaha " shen terus tertawa sambil memegangi perutnya.


" Cepat serang dia " teriak pria itu.


Tap, tap, tap...


Tap, tap, tap...


Suara langkah kaki hewan spiritual di depannya yang berlari dengan cepat membuat shen melesat menghindarinya.


" Hahaha, aku akan membantumu memberi pelajaran pada hewan spiritualmu hingga dia tidak lagi bertindak sembarangan " ucap shen.


" Cross dia terus menghinamu bunuh dia " teriak pria itu.


Hewan spiritual pria itu yang merasa sangat marah langsung mengeluarkan cakar panjang di setiap kukunya, shen yang melihatnya hanya tersenyum sambil bertekad untuk langsung menghabisi hewan spiritual itu sekali serang.


" Heeeeeh, apa kamu akan bersenang-senang tanpaku " ucap sheng.


" Ini bukan masalah susah aku bisa menghadapinya " sahut shen.


" Berikan dia padaku, aku yang akan bermain-main dengannya " ucap sheng.


" Ya sudah, kali ini akan ku berikan padamu cepat selesaikan " sahut shen.


Kenapa dia berdiam seperti itu " dalam hati pria itu sambil menatap shen.


" Cepat habisi dia " teriak pria itu.


Hoooooooeeeeeeeerrrrrrrr...


Sahut hewan spiritual pria itu yang kembali menyerang shen.


Bruuuuuuuuuuuuuuuuuuuuaaaaaaakkk...


Shen yang melihat spiritual berlari ke arah shen langsung menendangnya hingga terlempar.


Hooooooooooeeeeeeeerrrrrrrrrrrr...


Suara auman naga yang terdengar sangat keras membuat pria itu merasa sangat terkejut.


" Naga api, tidak ini pasti tidak nyata " ucap pria itu sambil terus menatap shen.


" Cepat selesaikan sheng aku tidak ingin berlama-lama di sini " teriak shen yang langsung turun ke bawah.


Bruuuuuuuaaaaaaaaakkkkkkk...


Bruuuuuuuuuaaaaaaakkkkkkkk...


Suara lemparan yang terus terdengar membuat shen tersenyum puas, pria yang melihat hewan spiritualnya sudah hampir tidak bisa bertahan memutuskan bersiap melarikan diri.


" Sial, aku berada di posisi yang tidak menguntungkan lebih baik aku pergi sekarang " ucap pria itu yang langsung menaiki kudanya.


" Mau ke mana?" tanya shen yang langsung menghadang kuda pria itu.


" Pergi, aku tidak ingin bertarung denganmu " sahut pria itu.


" Dasar lemah, saat kamu menyerap inti hati temanku seharusnya kamu sadar hari ini akan datang " ucap shen.


" Sepertinya kamu tidak berniat melepaskanku kalau begitu aku mulai saja " sahut pria itu yang langsung melemparkan pisau kematian miliknya.


Wheeeeeeeeeessssssssss...


Wheeeeeeeeeeessssssssssss...


Shen yang sebelumnya sudah melihat pria itu bersiap melemparkan pisaunya tanpa banyak berpikir langsung menarik pedangnya dan mengayunkannya ke arah pria itu.


Serangan yang bersamaan terjadi sangat cepat membuat hasil akhir tidak menentu, pisau kematian yang tidak berhasil mengenai shen malah membuat tubuh pria itu terbelah menjadi dua karena terkena tebasan pedang shen.


" Keserakahan membuatmu dekat dengan kematian " ucap shen sambil menatap sheng yang bersiap masuk ke dalam tubuhnya.