Pendekar Naga Tunggal

Pendekar Naga Tunggal
Bab 81


Kedua ketua sudah menunggu kedatangan shen dan xieyu mei. Shen menghampiri ketua xu ling yang berdiri menatap nya. Shen membuka kotak ruang nya dan mengeluarkan beberapa senjata yang di ambilnya dari ruangan senjata perguruan laut darah.


" Ini cambuk ku " kata xieyu mei sambil memegang cambuk nya.


" Aku mengambil nya sebelum membakar ruang senjata perguruan laut darah " sahut shen.


" Kerja bagus nak selanjutnya kita hanya perlu pergi kesana dan menghancurkan perguruan laut darah hingga tuntas " Kata ketua xu long in.


" Sekarang apa yang harus ku lakukan ketua " tanya shen.


" Kamu dan xieyu mei pergilah duluan, masih ada yang ingin ku bicarakan denga xu ling di sini " jawab ketua xu long in.


" kami pergi dulu ketua " ucap shen dan xieyu mei bersamaan.


" Jangan gegabah, ingat bagaimana pun cara nya kita harus menang kali ini " kata ketua xu ling.


Shen dan xieyu mei menganggukkan kepalanya lalu pergi meninggalkan kedua ketua nya.


" Kenapa kita tidak ikut menyerang bersama mereka " tanya xu ling ke ayah nya.


" Kalau kita langsung ikut menyerang, kita akan kehabisan tenaga dan masuk ke dalam jebakan yang mereka buat " jawab ketua xu long in.


" Terus apa kita hanya menunggu di sini hingga shen dan xieyu mei kalah dan Kehilangan nyawanya " Sahut ketua xu ling.


" Kamu terlalu emosi, apa kamu berfikir kalau shen sangat lemah. aku yakin dia tidak akan mati dengan mudah " kata ketua xu long in.


" Seperti nya ayah hanya memanfaatkan mereka berdua, aku tidak akan membiarkan terjadi sesuatu pada mereka berdua " ketua xu ling berjalan pergi meninggalkan ketua xu long in sendirian.


" Dasar keras kepala " ketua xu long in terus bergumam sendirian.


Shen dan xieyu mei akhirnya tiba di depan perguruan laut darah, di sana mereka melihat beberapa murid terduduk kelelahan api yang di tinggalkan shen tidak juga padam.


" Jangan malas malasan cepat siram api itu " teriak ketua tang mu.


Shen yang memperhatikan dari jauh hanya tertawa kecil, xieyu mei menarik tangan shen masuk ke dalam perguruan laut darah.


" Perlu kami bantu " teriak xieyu mei.


" Harus nya aku sudah menduga kalau ini perbuatan kalian " kata ketua tang mu yang terlihat sangat marah besar.


Ploooooook, ploooooook, ploooooook.


Shen bertepuk tangan dan berjalan menghampiri ketua tang mu.


" Semua sudah terlambat, kamu tidak akan bisa memadamkan api itu sebelum perguruan mu ini habis terbakar " ucap shen dengan santai.


" Akan ku bunuh kamu " teriak ketua tang mu yang bersiap menyerang shen.


" Sabar dulu ketua tang mu " sahut ketua tain zi sambil memegang pundak ketua tang mu.


" Kalian tunggu apa lagi serang mereka berdua " teriak ketua tain zi.


Semua murid langsung berdiri mereka bersiap menyerang shen, tiga puluh murid mengelilingi shen dan xieyu mei.


Ceetttaaaarrrrr, ceetttaaaarrrrr...


xieyu mei mengayunkan cambuk nya mencambuk beberapa murid yang berada di depan nya.


" Serang " teriak seseorang murid perguruan laut darah yang berlari ke arah shen.


Shen mengeluarkan jurus sisik pelindung tubuh dan tulang emas, shen tersenyum licik dia membiarkan murid itu berlari ke arah nya dan terus menyerang nya.


Duaaaaaaaaarrrrr, duaaaaaaaarrrr.


Suara serangan terdengar sangat keras.


beberapa murid laut darah terus mengeluarkan jurus mereka untuk menyerang shen.


Bruaaaaaaaakkk....


Xieyu mei terlalu fokus melihat ke arah shen, dia tidak sadar seorang murid perguruan laut darah yang sudah mencapai tingkat kaisar alam bawah sadar menyerangnya.


Xieyu mei terlempar kebelakang dan berusaha kembali berdiri.


" Apa ketua mu tidak memberitahu mu, jika dalam penyerangan harus fokus ke satu sisi " kata pria itu dengan sombong nya.


Ceetttaaaarrrrr, cetttaaaaaaarrr...


xieyu mei mengayunkan cambuk nya ke arah pria itu.


" Seharusnya kamu masih harus berlatih sebelum memutuskan menyerang perguruan laut darah, dengan kekuatan mu ini jangan harap bisa menang " kata pria itu dengan senyum licik di bibirnya.


Duuuuuuuuuuaaaaaaaaaaarrrrrr...


Suara ledakan terdengar sangat keras dari arah shen.


Beberapa murid yang menyerang shen langsung terlempar dan mati di tempat.


Xieyu mei mengambil kesempatan itu untuk mencambuk pria di depan nya yang terus menatap ke arah shen.


Cetttaaaaaaaaaarrr, cetttaaaaaarrr....


xieyu mei terus mengayunkan cambuk nya ke arah pria itu.


" Arkkkhhhhhh " teriak pria itu yang merasa kesakitan.


" Apa ketua mu tidak pernah memberitahu jika dalam pertarungan harus fokus kesatu sisi " kata xieyu mei mengembalikan ucapan pria itu.


" Aku tidak akan segan lagi pada mu " teriak pria itu sambil mengeluarkan sesuatu dari dalam baju nya.


Pria itu membuka sebuah botol kecil dan melemparkan nya ke xieyu mei.


" Xieyu mei awas " teriak shen yang berlari k arah xieyu mei dan membawa nya menghindar.


Tiba tiba dari botol pria itu keluar hewan kecil berkaki banyak yang perlahan berubah menjadi sangat besar.


" Hewan apa itu " kata xieyu mei.


Shen tidak menjawab dia terus menatap hewan itu yang semakin membesar.


" Aku menginginkan aura hati spiritual hewan itu " ucap sheng tiba tiba.


" Hewan apa itu kenapa aku baru pertama melihat nya " tanya shen.


" Hewan itu bernama kelabang baja, kulit nya sekeras baja dia hewan spiritual level sebelas " jawab sheng.


Duuuuuuuuuaaaarrrr....


Seseorang menyerang hewan spiritual itu hingga membuat ledakan yang sangat keras.


Shen terus memperhatikan keluar gerbang perguruan laut darah, shen penasaran siapa yang menyerang hewan itu.


Tidak butuh waktu lama seorang wanita yang di kenal shen masuk ke dalam perguruan laut darah dan berjalan ke arah shen.


" Ketua xu ling " ucap shen dengan pelan.


" Apa kabar para ketua " tanya ketua xu ling yang menatap ke arah ketua tang mu.


Belum sempat ketua tang mu menjawab hewan spiritual itu menyerang ke arah ketua xu ling.


Braaaaaaakkk, braaaaakkk...


Hewan itu terus menyerang ketua xu ling, ketua xu ling beberapa kali menyerang hewan itu tapi tidak ada hasil nya.