Pendekar Naga Tunggal

Pendekar Naga Tunggal
Bab 157


Suara hentakan kaki yang terdengar semakin mendekat ke arahnya membuat shen bersiap menyambut, shen yang mengira hanya ada puluhan iblis yang mendatanginya merasa sangat santai sambil memperhatikan pedang api yang berada di tangannya.


" Siapa yang berani membuat saudaraku terluka " ucap sang iblis yang berdiri di barisan paling depan.


" Aku, tapi aku tidak hanya melukainya. Aku sudah membunuhnya " Sahut shen.


" Berani sekali kamu membunuh saudaraku, selama ini saudaraku berbaik hati tidak melukai warga desa tapi ini yang di dapat, aku tidak bisa menerimanya " teriak sang iblis yang terlihat sangat marah.


" Kalian tunggu apa lagi, cepat bunuh dia aku sudah tidak sabar ingin mencincang dagingnya " perintah iblis itu yang langsung di sambut suara teriakan.


" Bunuh, bunuh " suara ratusan iblis yang langsung berpencar mengelilingi shen.


" Mereka lebih dari tiga ratus, sepertinya nyawamu akan ada dalam bahaya " bisik mo.


" Walau aku tidak menyangka akan ada ratusan iblis aku tetap tidak boleh mati, aku pasti akan membunuh mereka dengan senjata dari saudara mereka sendiri " sahut shen.


" Ingatlah pedang api di tanganmu memiliki waktu, pergunakan sebaik mungkin atau kamu akan mati di sini " ucap mo.


" Satu lagi walau pelatihanmu sudah berada di tingkat langit tahap dua namun kekuatanmu... " mo tidak melanjutkan perkataannya.


" Habisi dia " teriak pemimpin iblis yang berdiri dari kejauhan.


Shen yang melihat dirinya di kelilingi ratusan iblis dengan berbagai tingkatan merasa tidak takut sedikitpun, shen menatap satu persatu iblis yang bersiap menyerangnya secara bersamaan.


Wheeeeeeeeesssssssss...


Wheeeeeeeeeeeeesssssssss...


Shen mengayunkan pedang api yang berada di tangannya ke arah iblis yang menyerangnya, benar saja semua seperti dugaannya beberapa iblis yang terkena serangan pedang api di tangannya langsung hangus terbakar.


Shen melihat ratusan iblis yang mengelilinginya tidak lagi berani maju membuatnya langsung tersenyum, tanpa shen sadari pedang api di tangannya mulai padam secara perlahan.


" Kalian tunggu apa lagi, pedang api milik saudara kita telah padam bunuh dia " teriak pemimpin iblis.


Sial, aku benar-benar melupakan apa yang baru saja di katakan mo " ucap shen.


Shen yang merasa sudah terpojok tiba-tiba merasa sakit di matanya, Shen menyadari mata iblis yang di gunakannya sudah waktunya untuk di lepas sementara waktu.


Arrrrrrrrkkkkkhhhhh...


Shen yang berteriak sambil memegang kedua matanya membuat beberapa iblis langsung mengambil kesempatan.


Pedang pisau dan tombak yang di pegang para iblis langsung mereka lemparkan ke arah shen dengan kekuatan mereka masing-masing.


Wheeeeeeeeessssssssssss...


Hembusan angin yang berasal dari tempat shen berdiri membuat senjata para iblis terlempar, sheng yang mengetahui tuannya dalam keadaan yang tidak baik tanpa di suruh bergegas keluar melindunginya.


" Para iblis yang benar-benar bosan hidup, aku tidak akan membiarkan kalian melukainya " ucap sheng yang langsung terbang di atas shen.


Hoooo, ternyata memiliki spiritual. Walau sebenarnya aku tidak menyangka tapi untuk membunuh manusia itu aku hanya perlu menyegel spiritualnya sebentar saja " dalam hati sang iblis.


" Shen cepatlah, apa yang membuatmu menjadi seperti itu " ucap sheng yang melihat shen tiba-tiba terdiam seperti patung.


" Naga, spiritual sepertimu kenapa harus menjadi budak manusia "ucap sang pemimpin iblis yang langsung berjalan mendekati sheng.


" Itu bukan urusanmu " sahut sheng.


Kalian semua dengarkan aku, aku sedang mencoba mengalihkan perhatiannya kalian aktifkan susunan iblis penyegel dengan begitu kita akan mudah membunuh manusia itu " ucap pemimpin iblis yang berbicara telepati.


Ratusan iblis yang mendengar perintah dari pemimpin mereka tanpa berbicara langsung menggigit jari masing-masing, darah yang keluar dari jari mereka langsung mereka bacakan sebuah mantra penyegel yang hanya di kuasai kaum iblis.


" Susunan penyegel aktiflah " teriak ratusan iblis serentak.


Sheng yang di alihkan oleh pemimpin iblis tanpa menyadari dirinya sudah tersegel, rantai yang terbuat dari lapisan api membuatnya tidak bisa bergerak sedikitpun.


" Bangunlah, jika kamu masih belum bangun kamu akan mati " teriak sheng.


" Bodoh dasar bodoh, cepat bangun " teriak sheng yang merasa semakin kesal.


" Hahahahaha, dia sebentar lagi akan mati kamu lebih baik tetap diam menikmati pemandangan ini " ucap pemimpin iblis sambil terus tertawa.


" Apa yang kalian tunggu cepat bunuh dia " teriak pemimpin iblis memerintah bawahannya.


" Matilah kau " teriak sang iblis yang langsung mengarahkan pedangnya ke leher shen.


Arrrrrrrrkkkkkkkkhhhhhhhhhhhhh...


Shen yang hampir terkena pedang salah satu iblis yang menyerangnya tiba-tiba berteriak, tubuhnya yang terbang tinggi dengan sendirinya membuat ratusan iblis yang melihatnya terdiam kebingungan.


" Apa yang terjadi?" tanya iblis yang hampir saja berhasil mengarahkan pedangnya ke leher shen.


Para iblis saling menatap satu sama lain sambil berharap ada yang mengetahui kenapa musuh mereka terbang dengan sendirinya.


Pemimpin iblis yang masih menatap shen dengan kebingungan merasa sangat terkejut, pemimpin iblis yang melihat shen membuka matanya dan perlahan turun membuatnya tiba-tiba gemetar.


Badanku tidak hanya jauh lebih ringan dari sebelumnya, aku juga merasa kekuatanku juga berbeda sekarang " dalam hati shen.


" Nanti aku akan menjelaskannya padamu tapi sebelum itu kamu lebih baik langsung menghabisi mereka semua, oh ya dengan kekuatanmu yang sekarang kamu tidak perlu lagi bersusah payah untuk menyerang " bisik mo.


Shen yang mengerti perkataan mo perlahan berjalan mendekati para iblis di depannya sambil tersenyum.


Duug, duuug, duuuug...


Shen yang menghentakan kakinya ke tanah membuat tanah di depannya tiba-tiba meruncing seperti ujung tombak yang mengeras seperti batu, tanah-tanah yang runcing itu langsung menusuk puluhan iblis di depannya hanya dengan hitungan detik.


Ratusan iblis yang melihat banyaknya dari kaum mereka yang mati hanya dengan hitungan detik langsung gemetaran, mereka menatap shen dengan heran sambil perlahan mundur ke belakang.


" Apa yang membuat kalian mundur, cepat bunuh dia " teriak sang pemimpin iblis.


Duug, duuug, duuuug...


Duug, duuug, duuuug...


Shen kembali menghentakan kakinya sambil berputar menatap ratusan iblis yang masih mengelilinginya, tidak butuh waktu lama shen yang baru saja menghentakan kakinya membuat suara retakan tanah yang terdengar sangat keras hingga membuat para iblis berlari berhamburan.


Arrrrrrrrkkkkkhhhhhhhhh....


Arrrrrrrkkkkkkkkkkhhhhhhhh...


Arrrrrrrrkkkkkkkkkkkkkhhhhhhhh....


Suara teriakan para iblis di sambut dengan darah yang langsung membanjiri tanah, membuat ratusan iblis mati seketika.


Pemimpin iblis yang berdiri dari kejauhan masih tidak percaya apa yang di lihatnya, pemimpin iblis menggelengkan kepalanya tidak habis pikir bagaimana bisa para saudaranya sudah mati hanya dengan hentakan kaki manusia.


" Kamu membunuh semua saudaraku, aku tidak akan membiarkanmu tetap hidup " teriak pemimpin iblis.


Shen yang melihat pemimpin iblis berlari ke arahnya langsung mengangkat tangannya, kekuatan yang di keluarkan shen dari tangannya membuat pemimpin iblis ikut terangkat sangat tinggi.


" Turunkan aku mari kita bertarung " ucap sang pemimpin iblis.


Bruuuuuuuuuuuuuuaaaaaaak...


Shen yang mendengar perkataan pemimpin iblis hanya tersenyum, tangannya yang masih di angkatnya langsung di tariknya sangat cepat hingga membuat pemimpin iblis terjatuh ke tanah.


" Akan ku akhiri sekarang " ucap shen yang kembali menggerakan tangannya.


Shen melihat ke arah salah satu tanah runcing di sekitarnya, tanpa banyak bicara shen mengangkat tanah runcing yang membentuk seperti ujung tombak dengan kekuatannya lalu di lemparkannya ke pemimpin iblis yang terbaring di depannya.


" Aku tidak terima " ucap pemimpin iblis yang langsung mati seketika.


Pemimpin iblis yang telah mati membuat sheng terbebas dari susunan penyegel dan langsung kembali masuk ke dalam tubuh shen.


" Haaaah " shen menghela nafas seakan masih tidak bisa percaya kekuatannya telah meningkat dari sebelumnya.


" Tidak perlu bingung, sebelumnya kamu memang sudah berada di tingkat langit tahap dua walau begitu kekuatanmu masih belum menyatu dengan pelatihanmu. Tapi saat ini kekuatanmu sudah sepenuhnya menyatu dengan pelatihanmu dan kekuatanmu yang sekarang tidak bisa di samakan dengan sebelumnya " ucap mo menjelaskan pada shen.


" Lalu kenapa sebelumnya kamu tidak memberitahuku?" tanya shen.


" Waktunya masih belum tepat, Karena semua butuh proses dan sebenarnya aku sendiri tidak tahu kapan kekuatanmu menyatu dengan pelatihanmu " sahut mo.


" Haaah, aku sangat beruntung jika saja tadi kekuatanku masih belum menyatu mungkin aku sudah mati " ucap shen.


" Kalau begitu kamu harus bersyukur " sahut mo yang langsung menghilang kembali.