Pendekar Naga Tunggal

Pendekar Naga Tunggal
Bab 66


" Teman ku di bawa pergi ke perguruan ini, aku ingin membawa nya kembali " kata shen sambil terus menatap pria tua itu.


" Gadis itu akan tetap berada di sini, tapi jika kamu ingin menemuinya aku akan mengantar mu " Pria tua itu berbalik membawa shen ke sebuah ruangan.


Di lihatnya xieyu mei memakai baju khusus yang di siapkan perguruan tiga daun.


" Xieyu mei ayo kita pergi dari sini " Shen menarik tangan xieyu mei.


Xieyu mei melepaskan tangan shen dan menjauh dari nya.


" Aku tidak akan pergi dari sini " xieyu mei membelakangi shen.


" kenapa bukan nya kita akan menjadi kuat dan membalas dendam untuk perguruan kita"


" Aku akan menjadi kuat di sini, aku tidak membutuhkan mu untuk menjadi kuat "


" Xieyu mei apa maksud mu bicara seperti itu"


" lebih baik kamu pergi dari sini, jadilah kuat seperti yang kamu katakan. tapi sebelum itu sekuat apa pun kamu tidak akan pernah menjadi lebih kuat dari ku "


Byyyyaaaaarrrrr... Hati shen seperti hancur berkeping keping.


Shen tidak menyangka xieyu mei berbicara seperti itu pada nya. Shen masih berfikir sebenarnya apa kesalahan nya yang membuat xieyu mei membenci nya.


Apa karena perguruan tiga daun yang mempengaruhi nya.


" Xieyu mei " panggil shen.


" Ku bilang pergi dari sini, aku tidak ingin melihat mu lagi dan aku tidak ingin kita bertemu lagi " teriak xieyu mei.


Shen berbalik dan pergi meninggalkan xieyu mei tanpa sadar air matanya menetes dengan sendirinya.


" Hanya seorang wanita apa pantas membuat calon pendekar menangis seperti itu " kata sheng.


Shen memilih tidak menjawab yang sheng katakan. shen berdiri di depan gerbang dan memperhatikan ke dalam perguruan tiga daun.


" Haaaah " shen menghela nafas dan pergi meninggalkan perguruan itu.


Shen merasa perjalanan nya semakin hampa setelah chiktan tidak bersama nya di tambah xieyu mei yang tiba tiba membenci nya dan meninggalkan nya.


" Kamu tidak boleh seperti itu, kamu harus ingat masih ada dendam yang harus kamu balas " mo tiba tiba berada di samping nya.


Lagi lagi shen hanya diam dan menendang bebatuan yang menghalangi jalannya.


Shen berhenti di sebuah pohon besar dan membenturkan kepalanya.


" Aku tidak menyangka kamu seperti itu xieyu mei " teriak shen sambil terus memukul pohon itu.


" kendalikan dirimu bodoh " sheng merasa sangat kesal melihat shen yang begitu putus asa.


" kamu tidak mengerti apa apa, kamu hanya hewan spiritual di dalam tubuh ku yang tidak mempunyai hati dan perasaan "


" yang di katakan nya memang benar shen kamu harus bisa mengendalikan diri mu " kata mo


" kamu juga sama saja mo, kamu hanya jiwa pedang kamu juga tidak memiliki perasaan. kalian tidak berguna " teriak shen.


Sheng dan mo merasa sangat kesal, karena shen bilang mereka tidak berguna lebih baik mereka tidak lagi menghiraukan nya.


Suara sheng dan mo menghilang, suasana menjadi sepi .


Shen kembali berjalan, dia semakin bingung kemana dia harus pergi.


" Tolong " teriak beberapa orang yang berlari turun dari atas gunung.


" Apa yang terjadi paman " Shen menghentikan seseorang dan bertanya pada nya.


" Ada ada, Monster " teriak orang itu sambil kembali berlari.


Suara hentakan kaki yang sangat keras menuruni gunung dan berjalan ke arah nya.


Raksasa wanita mendekati shen sambil menjulurkan lidah nya.


" Aku suka daging manusia " raksasa wanita itu menatap shen dengan tajam.


Aku tidak pernah berhadapan dengan raksasa seperti ini , apa mungkin aku bisa menang melawan nya " dalam hati shen.


Raksasa wanita itu terus menatap shen dan memperhatikan sekeliling nya.


Hanya ada dia dan shen raksasa wanita itu menutup matanya. tiba tiba raksasa itu mengecil dan berubah menjadi wanita cantik.


" kenapa kamu tidak takut dengan wujud ku yang tadi " tanya wanita itu mendekati shen.


" Aku tidak takut dengan siapa saja, jika tadi kamu menyerang ku sudah ku pastikan aku akan menyerang mu balik " jawab shen dengan santai.


" Kalau begitu tunjukan kekuatan mu " wanita itu menantang shen.


Wanita itu kembali menjadi raksasa yang menakutkan dan menyeringai sambil menatap shen.


Booooommmm. Booooooommm...


Raksasa itu menghentakan kaki nya ingin menginjak shen. Shen berusaha menghindar dari injakan wanita raksasa itu.


Sheng dan mo memutuskan untuk tidak menolong shen sebagai pelajaran agar menghargai setiap saran dan nasehat untuk nya.


Shen merasa kelelahan terus melompat, tidak ada waktu sedikit pun untuk dia menarik pedang dan mengeluarkan jurus nya.


" haaahhh, haaaahhhh " nafas shen sudah tidak beraturan dia sudah tidak sanggup lagi untuk menghindar.


Hoooeeerr... Sheng tiba tiba keluar dan menarik kaki raksasa itu hingga terjatuh.


Pedang nya melompat ke genggaman tangan nya. Shen merasa ini sudah saat nya untuk dirinya menyerang.


Shen mengarahkan pedang nya ke raksasa wanita itu.


" Aku menyerah " raksasa wanita itu kembali menjadi wanita cantik .


Sheng kembali masuk ke dalam tubuh shen.


" aku tidak menyangka kamu memiliki spiritual naga " wanita itu berusaha berdiri.


Shen hanya terdiam dan menatap wanita itu.


Wanita itu mengulurkan tangannya.


" Nama ku Linlin " wanita itu tersenyum menatap shen.


" Nama ku shen "


" Kamu tunggu di sini sebentar ya " teriak linlin sambil terbang dengan sangat cepat.


" Apa maksudnya aku di suruh menunggu di sini " Shen menggaruk kepalanya.


Walaupun sheng dan mo menolong nya tapi sepertinya mereka masih marah pada shen.


" Sheng, mo aku minta maaf. tidak seharusnya aku melampiaskan kekesalan ku sama kalian. terimakasih masih mau membantu ku " Shen menundukan kepalanya.


" Haaaahh. walaupun aku marah pada mu tidak mungkin aku membiarkan mu celaka " kata sheng.


" terimakasih, maaf aku yang egois "


" Lupakan saja "


Mo masih tidak keluar bahkan tidak mengeluarkan suara nya. Shen merasa mo sangat marah besar pada nya.