Pendekar Naga Tunggal

Pendekar Naga Tunggal
Bab 146


Shen menatap duan yang masih tidak percaya pukulan dari seseorang yang sudah berada di tingkat jendral tidak sedikitpun melukai tubuh shen.


" Aku tidak terima, aku pasti bisa membunuhmu " teriak pria yang berdiri di depan shen.


" Ayolah, kalau mampu jangan hanya bicara omong kosong saja " sahut shen dengan santai.


Pria yang merasa kesal dengan perkataan shen langsung mengepalkan tangannya dan mengarahkan lagi pukulannya ke shen.


Buuuuuug, buuuuuug, buuuuuug...


Suara pukulan menggema shen yang terus di pukul tanpa henti hanya tersenyum tanpa membalas atau menangkis pukulan pria di depannya itu


" Apa sudah selesai bermain-mainnya kalau begitu sekarang giliranku " ucap shen.


" Tinju sembilan dewa " teriak shen sambil mengarahkan tinjunya ke pria di depannya.


Bruuuuuuuuuuuuuuuuaaaaaaaakk...


Pria yang terkena tinju shen langsung terlempar jauh kebelakang.


Duan yang melihat dengan kedua matanya sendiri masih tidak percaya bagaimana bisa pria yang berada di tingkat jendral tahap akhir kalah hanya dengan satu kali tinjuan.


" Apa yang kalian lihat " ucap shen.


" Tunggu apa lagi cepat habisi dia " teriak molpi memerintah.


Puluhan orang yang berdiri dibelakang duan molpi dan yui langsung berlari ke arah shen, sebagian dari mereka bahkan mengeluarkan senjata untuk menyerang shen.


" Habislah dia sudah, aku tidak yakin dia bisa mengalahkan puluhan orang itu " ucap duan sambil tersenyum.


Bruuuuuuaaaakkkk...


Bruuuuuuuuuaaakkkk...


Bruuuuuuuuuuuaaaaakkkk...


Satu persatu yang menyerang shen terlempar jauh kebelakang, bahkan beberapa di antaranya ada yang mati di tempat.


" Ini tidak mungkin " ucap molpi yang masih tidak percaya.


" Kalian terlalu memandang rendah dirinya " sahut yui.


Hanya butuh sepuluh menit shen berhasil mengalahkan puluhan orang yang menyerangnya, duan yang merasa tidak mungkin menang melawan shen walau bertiga mulai kebingungan.


" Pergilah cari jalan keluar, aku akan melawannya " ucap yui.


" Yui kamu perempuan bagaimana bisa kami meninggalkanmu sendiri " sahut duan.


" Ku bilang pergi ya pergi, jika kamu tidak ingin aku mati sia-sia lebih baik turuti saja perkataanku " teriak yui.


" Yui jaga dirimu baik-baik " ucap molpi yang langsung pergi meninggalkan yui.


Duan yang melihat molpi pergi terpaksa ikut pergi meninggalkan yui seorang diri berhadapan dengan shen.


" Kamu sebenarnya orang baik, kenapa kamu harus berada di jalan yang salah " ucap shen.


" Kamu yang baru mengenalku tidak pantas mengatakan apapun " sahut yui.


" Kalau begitu sekarang apa yang akan kamu lakukan?" tanya shen.


" Tentu saja menghabisimu " sahut yui yang langsung melepas tali di pinggangnya.


" Hati-hati walau itu hanya tali tapi kekuatannya hampir setara dengan cambuk milik temanmu " bisik mo.


Shen menatap yui yang sedang memutar tali di atas kepalanya, setelah cukup lama memutar talinya yui langsung melemparkan talinya itu ke arah shen.


Wheeeeeeeeeeeessssss...


Wheeeeeeeeeeeeeessssss...


Walau dua kali lemparannya tidak juga mengenai shen yui tidak menyerah, yui kembali memutar tali seperti sebelumnya dan melemparkannya ke shen.


Shen yang melihat yui bersiap melemparkan kembali talinya dengan sengaja tidak menghindar, tali yang di lemparkan yui langsung melilit shen dan mengikatnya dengan sangat kencang.


" Heeeeeeh, akhirnya berhasil juga menjeratmu " ucap yui.


" Cih, aku tidak menyangka tali seperti ini mampu mengikatku " sahut shen.


" Tali itu bukan sembarang tali, tali itu pemberian mamaku sebelum dia pergi meninggalkan dunia ini "ucap yui.


" Sebenarnya apa yang terjadi padamu dan kedua temanmu itu, kenapa di usia yang sangat muda kalian harus menjadi pembunuh bayaran?" tanya shen sambil menatap yui.


" Baiklah aku anggap itu permintaan terakhirmu aku akan memberitahukan sedikit cerita tentang desa kami " sahut yui yang tanpa sadar mengepalkan tangannya.


" Awalnya desa kami desa yang paling damai dan makmur, hingga suatu hari desa kami kedatangan sekumpulan orang yang tidak tahu dari mana asalnya kami menyambut mereka dengan ramah tapi keramahan kami di balas dengan pertumpahan darah.


Orang tuaku dan seluruh warga di desa mati menggenaskan termasuk orang tua duan dan molpi, mereka tidak hanya membantai dengan kejam mereka juga merampas semua milik kami. Aku duan dan molpi melihat semua itu dengan sadar, aku mengira aku akan mati seperti orang tuaku tapi tanpa alasan yang jelas sekumpulan orang itu membiarkanku duan dan molpi tetap hidup dalam bayang-bayang yang sadis itu " ucap yui yang tanpa sadar meneteskan air matanya.


" Lalu apa hubungannya itu semua dengan kalian yang menjadi pembunuh bayaran?" tanya shen lagi.


" Karena kami melihat pembantaian sadis itu kamipun ingin merasakan seperti apa rasanya setelah membantai, dan ternyata setelah membantai ataupun membunuh perasaanku menjadi sangat bahagia " sahut yui.


" Pikiranmu terlalu pendek, apa kamu tidak pernah memikirkan bagaimana nasib anak atau saudara yang kalian bunuh itu " ucap shen.


" Hahahahaha, untuk apa aku memikirkannya saat pembantaian di desaku tidak ada satupun yang memperdulikannya " sahut yui lagi sambil terus tertawa.


" Sudahlah penjelasannya sudah berakhir, sebenarnya dari awal kami hanya memanfaatkanmu tapi karena kamu berpihak pada musuh aku tidak memiliki pilihan selain menghabisimu " sambung yui yang langsung mengeluarkan pisau dari balik bajunya.


" Terima kasih telah bersedia menceritakan kisahmu padaku " ucap shen yang langsung membakar tali yang mengikat tubuhya.


" Kamu... " sahut yui yang tidak jadi menyelesaikan perkataannya.


" Talimu tidak berpengaruh padaku, sebenarnya aku hanya penasaran kenapa di usia yang masih muda kalian telah menjadi pembunuh bayaran, ternyata kisah di balik itu semua sangat menyedihkan aku sampai tidak kuasa menahan air mataku " ucap shen.


" Tapi walau begitu itu tetap salah dan aku tidak akan membiarkan seperti itu terjadi lagi, untuk sementara aku akan mengurungmu " sambung shen yang langsung melemparkan api suci putihnya ke arah yui.


" Ini api " ucap yui.


" Kamu tenang saja aku sudah mengontrol api itu agar tidak membakarmu, sekarang aku harus pergi dulu " sahut shen yang langsung pergi meninggalkan yui.


Shen yang berjalan pergi meninggalkan yui tiba-tiba mendengar suara perkelahian dari kejauhan, shen tanpa berpikir panjang langsung berlari ke asal suara perkelahian itu.


Shen sempat terdiam sejenak melihat dari kejauhan lima gadis cantik melawan dua pria berbadan besar.


" Kami mendapat tugas menghabisi suku suci dan membawa gadis dari suku suci, kami tidak menyangka ternyata suku suci telah mengetahui rencana kami dan bersembunyi tidak tahu di mana " ucap pria berbadan besar yang memegang pedang di tangannya.


" Tapi kami sangat beruntung masih bisa menemukan lima gadis dari suku suci yang sangat cantik seperti kalian berlima " sahut pria berbadan besar dengan tombak di tangan kirinya.


" Jangan pernah bermimpi bisa membawa kami pergi, wilayah suku suci telah mengaktifkan susunan rahasia kalian yang bisa masuk tidak akan bisa keluar lagi " sahut seorang gadis yang memakai baju berwarna hijau terang.


" Hooooo, Karena kami tidak bisa keluar maka kami akan menikmati kalian di sini saja " ucap salah satu pria berbadan besar sambil mengeluarkan lidahnya.


Shen yang melihat dari kejauhan hanya menggelengkan kepalanya, shen benar-benar tidak tahan melihat kedua pria yang menjijikan itu.