Pendekar Naga Tunggal

Pendekar Naga Tunggal
Bab 192


" Terima ini " teriak penguasa kegelapan yang langsung melemparkan apinya.


Shen yang melihat api mengarah padanya bergegas menghindar, lompatan demi lompatan cepat shen tidak mampu menghindari api suci penguasa kegelapan yang terus mengejarnya.


" Hahahaha, Percuma menghindar api itu akan terus mengikuti kemanapun kamu pergi " ucap penguasa kegelapan.


" Sekarang aku hanya bisa mencobanya saja " teriak shen yang langsung mengeluarkan api suci putihnya dan mengarahkannya ke arah api di depannya.


Wheeeeeeeeeeeessssss...


Api suci putih yang di lempar shen langsung melahap api penguasa kegelapan.


Penguasa kegelapan yang melihat apinya di lahap api suci hanya tersenyum sambil terus menatap shen.


" Heh, lumayan tapi bagaimana dengan yang ini " ucap penguasa kegelapan.


Penguasa kegelapan yang tiba-tiba berlari langsung mengarahkan kuku-kuku apinya untuk mencakar shen, pergerakan secepat kilat membuat shen tidak menyadari penguasa kegelapan berada di belakangnya.


" Mati kau " teriak penguasa kegelapan sambil mengarahkan cakar apinya ke shen.


Wheeeeeeeeeeeessssssssss...


Shen yang terlambat menghindar membuat punggungnya terbakar.


" Bodohnya kenapa dia tidak menghindar " dalam hati xieyu mei sambil terus menatap shen.


Shen merasa api yang membakar punggungnya semakin membesar, rasa penas yang sudah tidak bisa di tahan membuat shen bergegas turun untuk mengobati punggungnya.


" Ingin mengobati tubuhmu aku tidak akan membiarkannya " ucap penguasa kegelapan yang bersiap menyerang shen kembali.


" Shen dalam bahaya aku tidak bisa membiarkannya " ucap xieyu mei dengan suara pelan.


" Terimalah kematianmu " teriak penguasa kegelapan yang langsung mengeluarkan bola api berwarna hitam.


Duuuuuuuuuuuuaaaaaaaarrrrrrrrrr...


Ledakan yang sangat dahsyat membuat pengusaha kegelapan tertawa sangat keras.


" Hahahaha, aku mengira kamu lebih kuat tidak ku sangka kamu mati dengan sangat cepat " ucap penguasa kegelapan sambil menatap gumpalan asap hitam di sekitar ledakan.


" Aku tidak akan membiarkannya mati " sahut xieyu mei yang sebelumnya sudah memasang pelindung.


" Wanita bodoh kenapa kamu malah melindunginya " ucap penguasa kegelapan.


" Memangnya kenapa jika aku melindunginya" sahut xieyu mei.


" Bukannya kamu sudah melihat semuanya, kenapa kamu tidak membiarkannya mati saja " ucap penguasa kegelapan.


" Itu bukan urusanmu, selama aku masih hidup aku tidak akan membiarkannya mati " sahut xieyu mei.


" Baiklah, karena itu mau mu aku tidak memiliki pilihan lain " ucap penguasa kegelapan.


Cheeeeeeeeettttttttttaaaaaaarrrrrrrr...


Xieyu mei yang menyadari penguasa kegelapan bersiap menyerangnya langsung mengayunkan cambuknya.


Cambuk xieyu mei yang mengarah pada penguasa kegelapan langsung di tarik dan di lempar kembali ke arah xieyu mei.


Bruuuuuuuuuuuaaaaaakkkkkk...


Xieyu mei yang terkena cambuknya sendiri membuatnya terlempar jauh.


" Uhuk uhuk, aku harus melindunginya aku tidak akan membiarkannya mati " ucap xieyu mei sambil berusaha kembali berdiri.


" Karena kamu sudah tidak menyayangi nyawamu maka pergilah ke neraka sekarang " teriak penguasa kegelapan yang langsung melemparkan bola api hitam ke arah xieyu mei.


Duuuuuuuuuuuaaaaaaaaarrrrrrrrrrr...


Shen yang baru menyembuhkan lukanya di buat terkejut dengan ledakan yang tidak jauh darinya, shen yang melihat xieyu mei tidak ada di tempat sebelumnya langsung berlari ke arah ledakan.


" Xieyu mei " teriak shen sambil menggenggam tangan xieyu mei yang terbaring.


" Tenang saja aku belum mati " sahut xieyu mei sambil menatap shen.


" Maafkan aku, aku tidak bermaksud benar-benar ingin membunuhmu waktu itu dia mengawasiku dan aku tidak memiliki pilihan lain " sambung xieyu mei.


" Aku tahu itu, bertahanlah sebentar aku akan menghabisinya dan kita akan segera pulang " sahut shen.


" Kamu tidak mungkin bisa membunuhnya, kegelapan membuatnya semakin tidak terkalahkan " ucap xieyu mei.


" Tapi bagaimana denganmu " ucap shen.


" Aku tidak apa-apa cepat pergilah " sahut xieyu mei.


" Baik, kali ini aku pasti membunuhnya aku berjanji " ucap shen yang langsung berjalan pergi meninggalkan xieyu mei.


Shen yang melihat penguasa kegelapan dengan santai menatap ke arahnya membuatnya semakin marah, shen menggelengkan kepalanya tidak habis pikir bagaimana bisa dia tega membuat wanita terluka hingga seperti itu.


" Hahahahaha " penguasa kegelapan tiba-tiba tertawa.


" Apa yang membuatmu senang " ucap shen.


" Aku senang melihatmu yang di penuhi dendam " sahut penguasa kegelapan.


" Baiklah karena kamu senang mari kita bertarung, kali ini aku akan membuatmu menyesali perbuatanmu " ucap shen.


" Aku tidak pernah menyesali perbuatanku satu-satunya penyesalanku adalah membiarkanmu menyembuhkan tubuhmu tadi " sahut penguasa kegelapan.


" Kalau begitu mari kita selesaikan " ucap shen yang langsung mengeluarkan jurusnya.


" Jurus tinju sembilan dewa " teriak shen sambil mengarahkan tangannya ke arah penguasa kegelapan.


Buuuuuug, buuuuuuuug, buuuuuuuuug...


Pukulan bertubi-tubi dari jurus shen mampu di tangkis penguasa kegelapan dengan mudah, shen yang melihat jurusnya tidak berhasil langsung memecah tubuhnya.


Pecahan diri shen yang sudah menyebar langsung mengelilingi perguasa kegelapan dan menyerangnya secara bersamaan.


" Arrrrrkkkkkhhhhhh, kalian membuatku marah " teriak penguasa kegelapan sambil melawan belasan pecahan diri shen.


" Musnahlah kalian " ucap penguasa kegelapan yang langsung mengeluarkan bola api hitamnya ke arah pecahan diri shen.


Duuuuaaaaaarrrrr...


Duuuuuuaaaaarrrrrrr...


Xieyu mei yang memperhatikan shen dari kejauhan merasa sangat yakin shen tidak akan bisa menang, selama hari masih malam penguasa kegelapan akan terus meningkatkan kemampuannya.


" Aku tidak memiliki pilihan lain, biarkan aku membantumu untuk yang terakhir kalinya " ucap xieyu mei sambil berusaha untuk duduk.


Xieyu mei yang melipat tangannya langsung membaca sebuah mantra, mantra terlarang yang seharusnya tidak boleh di gunakannya membuat xieyu mei terpaksa mengeluarkannya.


" Matahari dan bulan bertukarlah " teriak xieyu mei yang langsung mengangkat tangannya ke atas.


Penguasa kegelapan yang melihat sinar matahari perlahan muncul membuatnya gelisah, penguasa kegelapan merasa tidak percaya hari yang seharusnya masih malam bisa berganti siang dengan sangat cepat.


Shen gunakan kesempatan ini untuk menyerangnya " ucap xieyu mei yang bertelepati.


Shen yang mendengar perkataan xieyu mei bergegas mengeluarkan seluruh kekuatannya, kekuatan yang sudah di kumpulkan di tangannya langsung di arahkannya ke penguasa kegelapan.


" Aku akan membalaskan dendam xieyu mei " teriak shen sambil mengarahkan serangannya.


" Tidak " teriak penguasa kegelapan.


Kekuatannya yang tertahan sinar matahari membuatnya tidak bisa menghindari serangan shen.


Booooooooooom...


Duuuuuuuuuuuuuuuaaaaaarrrrrr...


Hancurnya tubuh penguasa kegelapan membuat shen bergegas turun menghampiri xieyu mei.


" Aku sudah membantumu sebisaku " ucap xieyu mei yang langsung menutup matanya.


" Tidak xieyu mei bertahanlah " sahut shen.


Shen yang takut xieyu mei terjadi sesuatu langsung menggenggam tangannya.


" Kenapa tidak bisa " teriak shen yang tidak merasakan sesuatu mengalir di tangannya.


" Cobalah bawa ke perguruan terlebih dulu " ucap mo.


Shen yang mendengar perkataan mo bergegas menggendong xieyu mei, rasa khawatir yang menyelimuti membuat shen merasa tidak tenang.


Di sisi lain terbitnya matahari yang terbilang sangat cepat membuat semua orang merasa sangat heran, ketua xu long in yang sudah bisa menduga apa yang terjadi langsung berjalan keluar.


" Sepertinya dia menggunakan mantra itu, xieyu mei kenapa kamu bisa sangat ceroboh mantra itu bisa menghilangkan semua kekutanmu bahkan bisa membunuhmu " ucap ketua xu long in sambil menggelengkan kepalanya.