
Bruuuuuuuuuuuaaaaaaak...
Shen yang hanya berdiri didepan penjara langsung ditendang hingga jatuh tersungkur, walau sedikit marah shen mencoba menahan diri.
" Bisakah kalian pelan sedikit " teriak shen.
Beberapa prajurit itu hanya menatap shen sambil tersenyum dan kemudian meninggalkannya sendiri di dalam penjara.
" Haaaah "
Shen menghela nafas sambil memperhatikan sekelilingnya, shen terdiam menatap jijik alas yang terbuat dari jerami basah didepannya.
" Cih kenapa aku harus tidur di tempat seperti ini " ucap shen dengan kesal.
" Lagipula siapa yang menyuruhmu untuk tidur, harusnya kamu tahu apa yang akan kamu lakukan sekarang " sahut mo.
" Kalau begitu aku harus memecah diri dan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi, dengan begitu aku akan bisa cepat pergi dari sini" ucap shen.
" Bergeraklah cepat sebelum matahari terbit atau kamu tidak akan hidup lagi " sahut mo.
" Tenang saja " ucap shen santai.
Shen mencoba memfokuskan pikirannya dan memecah dirinya menjadi dua bagian, tanpa banyak berpikir shen langsung meminta pecahan dirinya untuk pergi mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Pecahan diri shen perlahan masuk ke sebuah kamar dan mencoba mencari sesuatu yang bisa membuatnya mendapatkan informasi.
Kreeeeeek...
Suara pintu terbuka mengejutkan pecahan diri shen, dari luar seorang wanita tua bergegas masuk ke dalam kamar itu dan langsung menutup pintunya.
" Huuh, hampir saja aku melakukan kesalahan besar. jika mata mata itu tadi terlepas dan memberitahukan kalau panglima perang tidak sedang berada di istana kerajaan bisa dalam bahaya " ucap wanita tua itu sambil duduk di depan meja riasnya.
Pecahan diri shen yang mendapat sedikit informasi bergegas menghilang kembali ketempat shen yang berada di dalam penjara, pecahan diri shen langsung menjelaskan apa yang sudah di dengarnya.
"Hem, sepertinya kerajaan ini dalam situasi akan berperang, tidak adanya panglima perang di kerajaan mereka membuat kerajaan ini takut akan kalah dengan sangat cepat " ucap shen dengan suara pelan.
" Bagaimanapun caranya kamu harus bisa meyakinkan mereka kalau kamu bukanlah mata mata " sahut mo.
" Benar, sepertinya memang hanya itu satu-satunya cara " ucap shen.
Shen yang baru saja ingin menutup matanya tiba tiba mendengar suara langkah kaki yang mengarah padanya, shen yang tadinya duduk bergegas berdiri sambil menatap asal suara langkah kaki itu.
" Cepat kita bawa dia. Yang mulia ibu suri meminta kita membawanya kepada yang mulia raja, sepertinya yang mulia ibu suri akan meminta yang mulia raja yang memutuskan hukuman untuknya " ucap salah satu prajurit dengan suara pelan sambil menatap shen.
" Kalau begitu kamu tunggu apa lagi, cepat buka penjara itu " sahut salah satu prajurit lainnya.
Shen yang mendengar pembicaraan kedua prajurit itu hanya diam dan tersenyum, shen berpura pura pasrah mengikuti para prajurit yang memimpin jalan di depannya.
Salah satu prajurit yang memimpin jalan di depan shen bergegas membuka pintu sebuah ruangan, salah satu dari prajurit yang membawa shen langsung menarik tangan shen dan mendorong shen hingga terjatuh.
" Siapa namamu dan apa tujuanmu datang kemari? " tanya yang mulia raja dengan tegas.
" Aku bukan mata-mata yang seperti kalian pikirkan aku hanya tidak sengaja terjatuh dan berada di daerah kekuasaan yang mulia Baginda Raja " jawab shen.
" Kamu pasti berbohong, kamu sebenarnya adalah mata-mata yang di kirim kerajaan musuh " sahut wanita tua yang di temui shen sebelumnya.
" Jika aku mata-mata sudah pasti aku akan melaporkan situasi saat ini, aku bisa saja mengirim surat dan mengatakan kalau sebenarnya panglima perang sedang tidak berada di istana, bukannya begitu " ucap shen dengan santai.
" Asal kalian berjanji akan membiarkan ku pergi nantinya aku bersedia " ucap shen.
" Aku tidak bisa menerima jika dia menjadi panglima perang bukankah kita bisa menunggu sampai putri mu kembali " sahut wanita tua itu.
" Bu nanti akan ku jelaskan padamu, tapi mulai sekarang dia akan menjadi panglima perang kita sementara. Beberapa hari lagi kamu harus turun memimpin pasukan menuju medan perang apa kamu sanggup? " tanya yang mulia raja.
" Sanggup " jawab shen tegas.
" Kalau begitu semua sudah selesai, para prajurit kalian harus mematuhi apa perkataan panglima perang pengganti yang akan memimpin kalian " ucap yang mulia raja.
" Baik yang mulia raja " jawab para prajurit serentak.
Shen yang merasa dirinya aman langsung tersenyum dan bergegas meninggalkan ruangan, shen menatap tajam ke arah para prajurit yang memperlakukannya dengan kasar sebelumnya.
Yang mulia raja langsung berdiri dan berjalan menghampiri ibunya yang terlihat sangat gelisah, sang raja yang tahu ibunya terus berpikir bagaimana bisa tahanan yang dianggapnya mata-mata malah menjadi panglima perang di kerajaannya.
" Bu, semua tidak sesederhana yang kita lihat " ucap yang mulia raja.
" Apa maksudmu " tanya yang mulia ibu suri.
" Dia tidak sadarkan diri di bagian belakang kerajaan kita, jika dia mata-mata bagaimana bisa dia tidak sadarkan diri di saat menjalankan perintah. Aku juga terus berpikir bahwa sebenarnya dia tidaklah lemah seperti perkiraan kita, sebenarnya kalau dia mau melawan dia akan menarik pedangnya dan mengarahkannya langsung ke kita " ucap yang mulia raja.
" Tapi bagaimanapun juga dia orang luar, bagaimana bisa kamu memberikan status panglima perang padanya " sahut yang mulia ibu suri yang terlihat sangat kesal.
" Aku tahu, bukannya jika shie datang nanti dia akan kembali merebut apa yang menjadi miliknya " ucap yang mulia raja lagi.
" Baiklah terserah kamu saja, aku berharap pilihan mu tidaklah salah " sahut yang mulia ibu suri sambil berjalan meninggalkan ruangan.
Di sisi lain shen yang ingin membalas dendam langsung meminta para prajurit yang berbuat kasar padanya untuk mengikuti dirinya, tiga prajurit yang mengikuti shen dari belakang terlihat sangat gemetar mereka tahu pemimpin baru mereka akan segera membalas dendam.
Shen menghentikan langkahnya dan langsung duduk di depan markas prajurit, shen tersenyum licik sambil meminta ketiga prajurit yang berdiri di depannya untuk bergegas maju mendekatinya.
" Apa kalian tahu kenapa aku meminta kalian berdiri di depan ku? " tanya shen.
" Maafkan kami panglima kami mengaku salah " sahut ketiga prajurit itu serentak.
" Karena kalian sudah mengaku salah aku akan memberikan hukuman ringan pada kalian, aku mau kalian bertiga memberitahu ku siapa nama panglima perang kalian " ucap shen.
Ketiga prajurit itu saling menatap dan kembali menundukan kepalanya.
" Panglima kami putri dari kerajaan ini, namanya putri shie " ucap salah satu prajurit yang berdiri di depan shen.
" Apa putri shie " sahut shen yang merasa sangat terkejut.
Ketiga prajurit itu kembali menatap satu sama lain dan kembali menundukkan kepalanya.
" Baiklah kalian boleh pergi, tapi sebelum kalian pergi kalian harus keruang hukuman dan menerima hukuman di sana " ucap shen sambil tersenyum.
Ketiga prajurit itu hanya pasrah sambil berjalan menuju ruang hukuman.
Aku tidak menyangka bisa berada di kerajaan orang tua shie " dalam hati shen.
" Heh, jangan senang dulu sekarang kamu menjadi panglima perang. Di saat perang nanti kamu harus berdiri di barisan paling depan jika kamu tidak punya strategi kamu akan mati dengan sangat cepat " sahut sheng.
" Kamu benar juga, sepertinya aku harus banyak berlatih mulai dari sekarang. Oh ya aku hampir saja lupa kalau aku memiliki satu kitab yang belum ku kuasai, siapa tahu saja jurus itu berguna di medan perang nanti " ucap shen.