Pendekar Naga Tunggal

Pendekar Naga Tunggal
Bab 88


Dua pria tua di depan nya bernama Gung yuzu dan gung yizu kakak beradik yang mendirikan perguruan Batu dewa, sebagai ketua yang sudah mencapai tingkat langit tahap lima mereka baru pertama kali melihat orang pilihan kitab dunia magaraj, Kehadiran shen di perguruan mereka bisa saja menjadi pertanda akan hal baik dan mereka juga berharap ada murid dari perguruan mereka yang menjadi pilihan kitab dua dunia.


Keraguan terus menyelimuti hati shen harus kah dia mengikuti kedua pria tua yang tidak di kenal nya itu, Dua pria tua itu memperhatikan shen yang seolah masih ragu untuk mengikuti mereka.


" Aku tidak bermaksud jahat, sebuah kehormatan bagi perguruan kami jika kamu berkenan mampir walau hanya sebentar " kata ketua gung yuzu.


" Baiklah aku akan ikut dengan kalian " sahut shen sambil berjalan mengikuti kedua ketua itu.


Shen yang memasuki perguruan batu dewa di buat nya merasa terkejut, berbeda dari beberapa perguruan lain nya yang sudah dia datangi perguruan batu dewa lebih terlihat elegan.


Patung patung dari batu terukir sangat indah, bahkan pot tanaman pun terbuat dari batu yang sudah di ukir cantik. Ketua gung yuzu yang sedari tadi memperhatikan shen hanya tersenyum dia merasa sangat puas melihat shen yang seperti mengagumi perguruan nya.


Ketua gung yizu meminta beberapa murid nya untuk segera menyiap kan makanan dan minuman untuk shen, kesempatan yang sangat bagus seperti itu tidak baik jika harus mendapat penilaian buruk.


" Kalau boleh tahu siapa nama mu " tanya ketua gung yuzu yang duduk di depan shen.


" Shen xu " jawab shen dengan santai.


" Kamu murid perguruan langit biru, bukannya perguruan langit biru sudah hancur " tanya ketua gung yizu yang merasa sedikit heran.


" Iya perguruan langit biru sudah kembali berdiri beberapa bulan yang lalu " sahut shen.


" Benarkah " tanya ketua gung yuzu seolah tidak percaya.


Shen menganggukan kepalanya bagi nya mau percaya atau tidak itu bukan urusan nya.


Shen yang sudah selesai makan bersiap untuk pergi melanjutkan perjalanan nya.


kedua ketua itu meminta shen untuk pergi ke aula perguruan nya, mereka berniat memberitahu bagaimana cara nya agar bisa sampai di dunia magaraj.


Tanpa bertanya shen langsung mengikuti kedua ketua itu, sejujur nya dia memang membutuhkan informasi agar dia bisa sampai ke dunia magaraj.


Sampai di aula perguruan shen pun di suruh duduk layak nya tamu kehormatan, ketua gung yuzu mulai membuka pembicaraan nya.


" Waktu aku muda aku pernah membaca sebuh buku tentang cara memasuki dunia magaraj, cara untuk memasuki nya pun sebenarnya tidak sulit " kata ketua gung yuzu memulai pembicaraan nya.


" Lalu bagaimana cara nya " Sahut shen yang merasa sangat penasaran.


" Cukup kamu mencium kitab dua dunia itu sambil berulang kali mengucapkan dunia magaraj aku datang, nanti nya ada sesuatu yang akan membawa mu ke sana " kata ketua gung yuzu sambil tersenyum.


Shen yang melihat senyuman ketua gung yuzu merasa seperti ada hal aneh yang sengaja di tutupi dari nya.


" Ya hanya itu yang ku baca di buku, kamu boleh tidak percaya dengan ku tapi tidak ada salah nya kamu mencoba nya dari pada kamu hanya terus berjalan " sahut ketua gung yuzu.


" Baiklah terima kasih atas penjelasan dan jamuan nya, kelak jika aku kembali lagi nanti aku akan memberikan balasan nya " ucap shen sambil melangkah pergi.


Ketua gung yizu yang pernah membaca buku itu serasa ada yang kurang dan belum di jelaskan kakak nya ke shen.


" Kenapa kamu tidak memberitahukan keseluruhan nya " tanya gung yizu sambil menatap kakak nya.


" Dasar payah, jika kita beritahu hal yang akan terjadi bisa saja dia mengurungkan niat nya untuk pergi " sahut gung yuzu.


" Sudahlah semoga saja anak muda itu beruntung " Ucap gung yizu sambil berjalan pergi meninggalkan kakak nya.


Shen melanjutkan perjalanan nya sambil mencari tempat yang cocok untuk nya mencium kitab dunia itu dan mengucapkan kata yang di suruh ketua gung yuzu.


Hari semakin larut shen yang terus berjalan akhirnya menemukan tanah lapang yang tidak ada satu pun rumah warga. Shen yang merasa sudah siap langsung mengambil kitab dua dunia itu dan mencium nya berulang kali.


" Dunia magaraj aku datang, dunia magaraj aku datang " ucap shen berulang kali.


Jeeeddddaaaaaarrrr....


Jeeeeddddaaarrrrrrr.......


Suara petir tiba tiba menggelegar, shen merasa ada yang tidak beres dia pun langsung berdiri menatap kilatan demi kilatan yang berada di langit senja.


Arrrrrrrrrrrrkkkkkkkkhhhhh..... teriak shen sangat keras.


Tiba tiba saja kilatan demi kilatan itu menyambar badan nya, Shen yang tidak ada persiapan merasa badan nya seperti hancur lebur.


Setengah sadar shen melihat diri nya terus berputar hingga akhirnya membuat nya tidak sadarkan diri.


Byuuuuuuurrrr.... Guyuran air seketika membangunkan nya.


Shen membuka matanya dan langsung bangkit berdiri, shen terus memutar badan nya memeperhatikan sekeliling nya.


Sebuah pantai yang sangat luas membentang pepohanan yang rimbun membuat shen hampir lupa akan tujuan nya.


Apa aku sudah berada di dunia magaraj " Dalam hati shen sambil berjalan tanpa tujuan.


Shen memperhatikan sepanjang jalan yang di lalui nya, dunia tempat nya berpijak tidak ada bedanya dengan dunia asli nya. shen seakan masih tidak percaya apa dia benar sudah berada di dunia magaraj.