
Shen yang telah selesai memasukan seratus sepuluh inti hati ke dalam kotak ruangnya bergegas berjalan menghampiri xieyu mei, shen yang melihat xieyu mei duduk termenung sambil terus menatap langit langsung duduk di sampingnya.
" Apa yang kamu pikirkan?" tanya shen.
" Tidak ada " sahut xieyu mei sangat cepat.
" Kalau begitu mari kita lanjutkan perjalanan, untuk kali ini kita harus mendapatkan lebih banyak inti hati hewan spiritual " ucap shen yang langsung berdiri.
Xieyu mei yang melihat shen begitu semangat bergegas berdiri sambil tersenyum.
" Ayo jalan " ucap xieyu mei.
" Sekarang kita akan menghadapi hewan spiritual itu hanya berdua, Spiritualku masih harus menyerap inti hati harimau berkaki baja yang ku berikan " sahut shen.
" Tidak masalah selagi ada kamu aku yakin kita pasti bisa " ucap xieyu mei.
Shen yang mendengar perkataan xieyu mei hanya tersenyum.
" Kamu berada di kawasan ular berkepala tiga perhatikan dengan baik langkahmu " ucap mo mencoba mengingatkan shen.
" Aku mengerti " sahut shen.
" Xieyu mei berhenti " ucap shen yang langsung berjalan menghampiri xieyu mei.
" Ada apa?" tanya xieyu mei.
Shen tidak menjawab perkataan xieyu mei, shen yang merasa sedang di perhatikan langsung menggunakan kedua jurus pelindungnya.
Sssseeeessssstttt...
Ssssssseeeeeessssstttt...
Suara desisan ular semakin banyak dan sangat dekat, shen yang tidak sengaja melihat ular berkepala tiga berada di atas pohon bersiap menyerang xieyu mei langsung mengayunkan pedangnya.
Wheeeeeeeeessssssssssssssss...
Satu tebasan pedang shen membuat ular berkepala tiga yang ingin menyerang xieyu mei langsung terbelah dua.
" Perhatikan sekelilingmu " ucap shen.
Xieyu mei yang mendengar perkataan shen langsung memperhatikan sekelilingnya, xieyu mei merasa sangat terkejut melihat puluhan ular berkepala tiga berada di atas pohon sedang menatapnya dan shen.
Cheeeeettttttttaaaaaaaaarrrrr....
Xieyu mei mengarahkan cambuknya ke arah ular berkepala tiga yang terbang dari atas pohon ke arahnya.
Sial, jika begini terus akan membahayakan xieyu mei " dalam hati shen.
Shen yang melihat semakin banyak ular menatap ke arahnya tidak memiliki pilihan selain memacah kembali dirinya, shen yang sudah memecah dirinya menjadi belasan langsung meminta pecahan dirinya mengelilingi xieyu mei.
" Lindungi xieyu mei " ucap shen.
Shen yang tidak ingin xieyu mei terluka hanya gara-gara ular berkepala tiga tanpa berpikir panjang langsung melompat sambil mengayunkan pedangnya ke arah ular yang berada di atas pohon.
Wheeeeeeeessssssss...
Wheeeeeeeeeessssssssss...
Tebasan demi tebasan membuat satu persatu ular yang berada di atas pohon berjatuhan dan mati, beberapa ular yang ingin melarikan diri langsung melompat ke arah xieyu mei yang di kelilingi belasan pecahan diri shen.
Braaaaaaaaaaakkkkk...
Braaaaaaaaaaaakkkkkk...
Pecahan diri shen yang berhasil menangkap ular berkepala tiga langsung membantingnya berulang kali, satu persatu pecahan diri shen yang terkena gigitan ular berkepala tiga mulai menghilang.
Shen yang menyadari pecahan dirinya tidak ada lagi yang melindungi xieyu mei bergegas kembali dan berdiri di samping xieyu mei.
Shen yang berdiri di samping xieyu mei langsung menatap pohon di sekelilingnya, walau tidak lagi terlihat ular berkepala tiga berada di atas pohon shen masih merasa sangat cemas.
" Hahahaha, aku tidak menyangka manusia biasa bisa menghabisi puluhan anak buahku dengan sangat mudah " ucap suara dari balik semak-semak di samping xieyu mei.
" Berdiri di belakangku jangan takut " ucap shen yang langsung menarik tangan xieyu mei.
Seeeeeeeesssssssssssssttttttttt....
Suara desisan yang sangat keras terdengar semakin mendekat, shen yang ingin berjaga-jaga langsung menarik pedangnya.
Tepat dari semak-semak di depan shen sosok kepala ular yang sangat besar keluar dan menatap shen.
" Kamu yang sudah membunuh anak buahku, kamu harus tahu hutang nyawa harus di bayar dengan nyawa " ucap ular itu sambil menatap shen.
" Aku di sini memang di tugaskan untuk membantai tiga ribu hewan spiritual untuk di ambil inti hatinya, jika kamu ingin menyalahkan salahkan saja anak buahmu yang menampakan dirinya di depan ku " sahut shen dengan santai.
" Manusia bermulut besar aku sangat tidak menyukaimu " ucap ular itu yang langsung menyemburkan bisanya.
" Awas " teriak xieyu mei yang langsung menarik shen hingga terjatuh.
" Jika kita pergi bagaimana dengan inti hati ular berkepala tiga, tidak mungkin kita membiarkan orang lain yang mengambilnya " sahut shen.
" Tapi bagaimana dengan nyawa kita " ucap xieyu mei.
" Kamu tenang saja " sahut shen.
" Sudah cukup pembicaraannya kalian memang bisa menghindar jika itu hanya satu semburan ku, bagaimana jika ketiga kepala ku mengeluarkan semburan untuk kalian secara bersamaan " ucap ular itu yang langsung mengeluarkan dua kepalanya lagi.
" Ular raksasa berkapala tiga, shen kita pergi dari sini " teriak xieyu mei.
" Sudah terlambat " sahut ular raksasa itu yang langsung menyemburkan bisa dari ketiga kepalanya.
Haaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa....
Haaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa...
Haaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa....
Tiga semburan bisa dari ketiga kepala ular raksasa itu tepat mengarah ke shen dan xieyu mei.
Woooooooeeeeeeeeeerrrrrrrrrrrrr...
Sheng yang baru keluar dari tubuh shen langsung membentangkan sayapnya melindungi shen dan xieyu mei.
" Hanya cacing saja berani ingin membunuhmu, kenapa kamu tidak memanggil ku " ucap sheng.
" Aku mengira kamu masih menyerap inti hati harimau berkaki baja itu " sahut shen.
" Sudahlah nanti kita bicarakan lagi, sekarang aku ingin memberi pelajaran pada cacing sialan ini " ucap sheng.
" Siapa yang kamu bilang cacing " sahut ular raksasa berkepala tiga yang terlihat sangat marah.
" Dasarnya cacing tidak ingin di panggil cacing mau di panggil apa " ucap sheng.
" Matilah kau sialan " sahut ular raksasa berkepala tiga sambil bersiap mengeluarkan bisanya kembali.
Haaaaaaaaaaaaaaaaaaa....
Haaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa....
Haaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa...
Tiga semburan bisa secara bersamaan langsung mengarah tepat ke sheng, sheng yang menerima semburan bisa dari ular raksasa berkepala tiga hanya menggelengkan kepalanya.
" Cacing tidak berguna, semburan bisa mu tidak berpengaruh padaku " ucap sheng yang langsung terbang.
" Bagimana mungkin " sahut ular raksasa berkepala tiga itu.
" Bodoh, aku bukan hewan spiritual hidup sepertimu apa kamu tidak mengerti itu " ucap sheng yang langsung mencengkram erat badan ular raksasa itu dan membawanya terbang sangat tinggi.
" Karena kamu mencari masalah dengan tuanku kamu harus merasakan apa yang di namakan pembalasan " ucap sheng yang langsung melepaskan cengkramannya.
Bruuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuaaaaakkk...
Ular raksasa berkepala tiga yang dijatuhkan sheng dari ketinggian membuatnya sangat takut pada sheng.
Ular raksasa yang melihat sheng terbang kembali ke arahnya langsung menundukan ketiga kepalanya.
" Jangan bunuh aku " ucap ular raksasa berkepala tiga.
" Kenapa aku harus mendengarkan mu " ucap sheng.
" Bukannya dia membutuhkan tiga ribu inti hati hewan spiritual, aku bisa mencarikannya " sahut ular raksasa berkepala tiga.
" Aku juga bisa membantunya mendapatkan tiga ribu inti hati itu, aku tidak butuh bantuanmu " sahut sheng.
" Tolong jangan membunuhku, aku raja ular berkepala tiga jika kamu membunuhku kaum ku tidak memiliki raja " ucap ular raksasa berkepala tiga.
" Biarkanlah sheng ampuni saja dia, jika dia memang benar membantu itu lebih baik tapi jika dia juga tidak membantu kita masih bisa mendapatkannya sendiri " sahut shen.
" Karena dia sudah bilang seperti itu kamu pergilah, anggap saja kamu beruntung hari ini " ucap sheng.
" Terima kasih " sahut ular raksasa berkapala tiga yang langsung pergi meninggalkan sheng.
" Kamu terlalu baik hati, kalau begitu lebih baik aku melanjutkan penyerapan inti hati yang tersisa " ucap sheng yang kembali masuk ke dalam tubuh shen.
" Akhirnya, aku mengira kita akan mati tadi " ucap xieyu mei.
" Tenang saja selagi ada aku kamu pasti aman " sahut shen.
" Cepat simpan kembali inti hati ular berkepala tiga itu, setelah ini kita masih harus mencari lebih banyak lagi. Semoga saja kita tidak bertemu hewan spiritual seperti ular raksasa tadi " ucap xieyu mei.
Shen hanya tersenyum melihat xieyu mei yang terduduk, shen yang tidak ingin membuang waktu langsung memasukan puluhan inti hati ular berkepala tiga ke dalam kotak ruangnya.