
Ketua ba si tersenyum licik sambil menatap shen, walau merasa sangat kesal ketua ba si mencoba tetap tenang.
" Tidak masalah bagiku itu adil, kamu tidak perlu memperdulikanku " ucap ketua ba si.
" Kalau begitu silahkan " sahut shen.
Cih, aku akan membuatmu merasakan apa yang namanya lebih baik mati dari pada hidup " dalam hati ketua ba si sambil bersiap menyerang.
Ketua ba si dengan langkah kilatnya langsung menyerang shen sekuat tenaga.
" Matilah " teriak ketua ba si sambil mengarahkan pukulan tangan kosongnya ke arah shen.
" Matilah sudah dia, ketua ba si menggunakan kekuatan penuhnya " ucap beberapa murid yang saling berbisik.
Buuuuuuuuuuuuuuuggggggg...
Suara pukulan yang terdengar sangat keras semakin membuat perguruan Baise ramai sorakan.
Shen yang berhasil menahan satu serangan ketua ba si hanya tersenyum kecil, banyaknya murid perguruan Baise yang melihat shen dengan mudah menahan serangan ketua mereka kembali berbisik satu sama lain.
" Jangan bangga dulu, aku masih punya satu serangan terakhir " ucap ketua ba si sambil menahan malu.
" Teruskan " sahut shen dengan santai.
Ketua ba si yang samakin kesal pada shen langsung mengeluarkan aura membunuhnya, seluruh kekuatan yang di pusatkannya di telapak tangan kembali di arahkannya ke shen.
" Kali ini kamu tidak akan bisa menahannya, matilah " ucap ketua ba si sambil menyerang shen.
Duuuuuuuuuuuuuuuuuaaaaaaarrrrrrr...
Ledakan yang di hasilkan dari serangan ketua ba si membuat debu bertebaran, ketua ba si yang mengira dirinya berhasil langsung tertawa lepas.
" Hahahahaha, lihatlah ketua ba qi dia tidak pantas mendapatkan hormatmu " ucap ketua ba si.
" Apa kamu yakin kamu berhasil mengalahkannya " sahut ketua ba qi.
" Tentu saja " ucap ketua ba si dengan sangat yakin.
" Kalau begitu dia siapa?" tanya ketua ba si.
" Siapa " ucap ketua ba si sambil melihat ke arah shen.
" Bagaimana mungkin " teriak ketua ba si yang terkejut melihat shen tidak bergerak sedikitpun dari tempatnya.
" Serangan yang lumayan " sahut shen.
" Sesuai perjanjian kalau begitu kamu langsung saja menyerangku " ucap ketua ba si.
" Dengan senang hati " sahut shen.
Shen yang berdiri cukup jauh dari ketua ba si tanpa banyak berpikir langsung mengangkat tangannya, ketua ba si yang tiba-tiba terangkat membuat seluruh murid merasa sangat terkejut.
Bruuuuuuuuuuuuuuaaaaaakkk...
Shen yang sengaja hanya ingin memberi pelajaran langsung mengibaskan tangannya dan membuat ketua ba si terlempar jauh.
" Apa hanya ini yang kamu bisa " ucap ketua ba si sambil berusaha kembali berdiri.
" Ku kira itu sudah cukup " sahut shen.
" Apa kamu meremehkanku " ucap ketua ba si.
" Baiklah, awalnya aku hanya ingin memberimu pelajaran tapi karena kamu yang meminta lebih jangan salahkan aku " sahut shen.
" Keluarkan seluruh kekuatanmu, aku yakin kekuatanmu tidak sebesar omonganmu " ucap ketua ba si.
Lagi-lagi memancing emosiku aku akan memberikan pelajaran yang membuatnya tidak akan pernah sombong lagi "dalam hati shen.
" Ingat kekuatanmu jauh di atasnya, jika kamu menggunakan semua itu akan terlalu berlebihan " sahut mo.
" Tenang saja aku tahu itu " ucap shen.
" Bersiaplah menggunakan seluruh kekuatanmu untuk bertahan " teriak shen yang langsung mengumpulkan kekuatannya di telapak tangannya.
Shen yang merasa kekuatannya sudah cukup langsung melompat ke arah ketua ba si sambil mengarahkan telapak tangannya.
" Cepat sekali ger... " ucap ketua ba si tidak sempat melanjutkan perkataannya.
Boooommmmmmmmmm
Duuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuaaaarrrrrrr...
Ledakan dahsyat dari tempat ketua ba si berdiri membuat seluruh murid berlarian.
" Jika kita yang terkena aku yakin sudah pasti mati " sahut temannya.
Uhuk, uhuk, uhuk...
Suara batuk seorang pria membuat shen merasa ada yang tidak beres, shen yang tiba-tiba teringat ketua ba qi langsung berlari menerobos gumpalan asap.
" Ketua ba qi " ucap shen yang melihat ketua ba qi melindungi ketua ba si.
" Maaf aku tidak seharusnya ikut campur, hanya saja jika tadi dia yang terkena serangan mu dia akan terluka parah " sahut ketua ba qi.
" Kamu tidak seharusnya melakukan itu, dia yang salah biarkan dia yang menanggungnya sendiri " ucap shen.
" Walau bagaimanapun juga dia ketua perguruan Baise " sahut ketua ba qi.
" Sudahlah mari keluar dari sini terlebih dulu " ucap shen yang langsung membawa ketua ba qi keluar dari gumpalan asap.
Shen yang membawa ketua ba qi menjauh langsung membaringkannya.
" Beriakan tangan ketua " ucap shen.
" Aku tidak apa-apa kamu tidak perlu khawatir" sahut ketua ba qi.
" Aku tidak khawatir cepatlah " ucap shen.
Ketua ba qi walau merasa ragu terpaksa mengulurkan tangannya, shen yang tidak ingin banyak bicara langsung menggenggam tangan ketua ba qi.
Aliran dingin dari seluruh tubuh shen hanya dengan hitungan detik terkumpul dengan sangat cepat, tangannya yang merasa di aliri sesuatu membuat shen semakin memfokuskan pikirannya.
" Apa dia alchemist " ucap ketua ba qi dengan suara pelan sambil terus menahan rasa dingin yang menyebar ke seluruh tubuhnya.
" Sudah selesai " ucap shen sambil membuka matanya.
" Rasa sakit di tubuhku menghilang sepenuhnya, apa kamu alchemist?" tanya ketua ba qi.
" Bukan " sahut shen yang langsung berdiri.
" Satu serangan lagi aku tidak berniat melanjutkannya, ketua ba qi aku pergi sekarang " sambung shen sambil berjalan pergi.
" Baiklah maaf merepotkanmu " ucap ketua ba qi.
" Tunggu " teriak ketua ba si.
" Walau aku tidak ingin mengakuinya tapi itu kenyataannya, aku minta maaf telah memandangmu rendah " sambung ketua ba si.
" Semua pernah melakukan kesalahan, aku berharap kamu tidak lagi memandang orang dengan rendah " sahut shen.
" Terima kasih " ucap ketua ba si.
Shen yang tidak ingin berlama-lama langsung berjalan ke arah gerbang, suara kuda dari kejauhan membuat shen menghentikan langkahnya.
" Mereka datang " ucap ketua ba qi sambil berjalan ke arah shen.
" Musuh perguruan kalian " sahut shen.
" Benar " ucap ketua ba qi.
" Tunggu, apa pertarungan tadi sengaja kalian gunakan untuk menahanku " sahut shen.
" Tidak, aku bahkan tidak tahu jika mereka akan menyerang sekarang " ucap ketua ba qi.
Arkkkkkkkkhhhhhhhhhh...
Arrkkkkkkkkkhhhhhhhhhh...
Teriakan para warga yang merasa ketakutan dari kejauhan membuat shen tidak tega, shen yang awalnya berniat pergi terpaksa mengurungkan niatnya.
" Aku akan pergi ke sana " ucap shen yang langsung terbang secepat kilat.
" Hati-hati " teriak ketua ba qi.
Shen yang kembali berada di perumahan warga di buat sangat terkejut, beberapa rumah warga yang berada di bagian depan di hancurkan dan di bakar tanpa rasa kasihan.
" Kalian berhenti " ucap seorang anak laki-laki yang sebelumnya bertemu dengan shen.
" Anak kecil minggirlah " bentak salah satu pria tua yang menunggangi kuda.
" Selama ini kalian selalu melakukan sesuka hati, kami tidak pernah ikut campur urusan kalian tapi kenapa kalian membakar rumah kami " teriak anak laki-laki itu.
" Apa yang kalian tunggu habisi saja anak ini " ucap pria tua memerintah muridnya.