
Disisi lain shen yang sudah sampai di wilayah kerajaan Bara mulai memantau sekitarnya, kehebohan para warga yang melihat naga terbang membuat para prajurit bergegas menghadap raja Li ung, sebagai raja kerajaan Bara raja li ung yang mendengar seekor naga terbang di wilayahnya membuatnya menjadi tidak tenang.
Brrrrrrrraaaaaaaaak...
Raja li ung memukul meja di depannya, dirinya tidak menyangka orang yang menunggangi naga adalah orang yang membantai prajuritnya.
" Apa kamu yakin dia orang yang sama yang membantai prajurit kita di peperangan?" tanya raja li ung.
" Hamba yakin yang mulia, karena dari kabar yang hamba dengar pembantaian prajurit kita di lakukan oleh seekor naga dan seorang pria yang menungganginya " sahut ketua prajurit utama kerajaan bara.
" Heeeeh, memang benar itu dia, Terima kasih sudah membantuku darah yang kuberikan sebagai imbalan sungguh sangat sebanding dengan ini semua " ucap pria tua perguruan darah.
" Aku pergi dulu, aku harus kembali untuk bersiap menyambutnya ku sarankan lebih baik kamu juga menyambutnya " sambung pria tua itu yang langsung berjalan pergi.
Sial, ternyata ini jebakan yang di buat perguruan darah, bodohnya aku sudah mengikutinya dan sekarang pria itu pasti akan balas dendam padaku " dalam hati raja li ung.
" Ini masalah besar untuk kita, sebelumnya kita sudah mengirim lima belas ribu pasukan untuk menyerang dua kerajaan itu dan pasukan kita sekarang hanya tersisa sepuluh ribu saja " ucap raja li ung yang mulai merasa khawatir tidak bisa menghabisi shen.
" Ampun yang mulia, kita juga masih memiliki seratus prajurit khusus tingkat langit tahap empat " sahut panglima perang utama.
" Apa kamu yakin seratus prajurit itu bisa mengalahkannya?" tanya raja li ung.
" Kita hanya bisa berusaha yang mulia " sahut panglima perang utama.
" Baiklah kalau begitu kita tunggu saja kedatangannya, semoga saja dia tidak sekuat yang terdengar di kabar " ucap raja li ung.
Shen yang mengawasi wilayah kerajaan barat cukup lama akhirnya mengerti keadaan sekitarnya, shen yang menggunakan jurus mata iblis legendanya bahkan bisa melihat dengan jelas persiapan penyambutan dirinya.
" Apa kamu sudah siap " ucap shen.
" Tidak perlu bertanya padaku, aku selalu siap" sahut sheng.
" Baiaklah, kalau begitu saatnya kita turun " ucap shen.
Whuuuuuuuuuuuuuussssssss...
Whuuuuuuuuuuuuuusssssssss...
Angin kencang yang di hasilkan kepakan sayap sheng membuat beberapa bangunan kerajaan hancur, raja li ung yang mengetahui shen sudah turun bergegas menyuruh prajuritnya untuk mengepung shen.
" Cepat keluarkan prajurit kepung dia, bagaimanapun caranya dia harus mati " teriak raja li ung memerintah.
Tap, tap, tap...
Tap, tap, tap...
Suara langkah kaki prajurit dari segala arah membuat shen tersenyum sendiri.
" Heeeeh, persiapan yang masih belum cukup apa sudah berharap bisa mengalahkanku hanya dengan prajurit itu " ucap shen.
" Mungkin mereka berpikir jika mengelilingi kita seperti ini bisa dengan mudah membunuh kita " sahut sheng.
" Kalau begitu kita berikan rasa hormat kita atas sambutan ini, tidak perlu lagi bermain-main langsung saja kita habisi semua " ucap shen.
" Dengan senang hati " sahut sheng yang langsung mengepakan sayapnya.
Whuuuuuuuuuuuuuussssssss...
Kepakan sayap sheng membuat banyak prajurit terlempar ke belakang, shen yang sudah melihat celah memberi kode ke sheng untuk membagi dua prajurit di depan mereka.
" Bunuh dia " teriak beberapa prajurit sambil berlari ke arah shen.
Wheeeeeeeessssssss...
Wheeeeeeeeesssssssss...
Shen yang melihat prajuritnya di sekitarnya berlari ke arahnya langsung mengayunkan pedangnya.
Arrrrrkkkkkhhhhhh...
Arrrrrrrrkkkkkhhhhh...
Teriakan prajurit musuh yang di sambut dengan hujan darah membuat shen merasa puas, walau sebenarnya dirinya tidak akan menyerang musuh terlebih dulu jika tidak ada yang mengganggunya dan orang sekitarnya.
Kabar kematian ratusan prajurit yang terbilang sangat cepat membuat raja li ung semakin marah, perasaannya yang mengatakan tidak ada harapan baginya untuk menang membuatnya semakin gelisah.
" Keluarkan semua prajurit, aku mau dia mati lebih cepat " teriak raja li ung.
" Ampun yang mulia kita sudah mengeluarkan tiga ribu prajurit dan semua sudah mati " sahut panglima perang utama.
" Keluarkan lagi, aku tidak mau tahu bagaimanapun caranya dia harus mati secepatnya " teriak raja li ung.
Shen yang melihat hanya tersisa beberapa prajurit saja di depannya langsung melemparkan api sucinya, api suci yang membakar puluhan prajurit di depannya membuat tugasnya selesai lebih cepat.
Tap, tap, tap...
Suara langkah kaki yang kembali terdengar membuat shen menarik nafas dan membuangnya perlahan.
" Cih, sepertinya prajurit lainnya sudah datang" ucap shen.
" Bagus bukan, semakin cepat di selesaikan semakin cepat kita bersantai " sahut sheng.
" Serang " teriak prajurit yang langsung berlari ke arah shen dan sheng.
" JURUS PEDANG TANPA BAYANGAN " teriak shen.
Wheeeeeessssssssssss...
Duuuuuuuuuuuuuuuaaaaaaaaarrrr...
Ledakan yang di sambut getaran hebat membuat prajurit musuh mati di tempat.
Ledakan hebat yang menghabiskan ratusan prajurit membuat prajurit lainnya ketakutan, mereka tidak menyangka hanya satu serangan teman mereka mati menggenaskan.
" Bukannya terlalu sadis jika mengeluarkan jurus pada mereka " ucap sheng.
" Lagi pula mereka akan mati, bagaimanapun cara mereka mati itu sudah menjadi takdir " sahut shen.
" Kalau begitu aku tidak akan menahan kekuatanku lagi " ucap sheng.
Sheng yang terbang di ketinggian langsung membuka mulutnya sangat lebar, bola api hitam yang semakin membesar di dalam mulutnya bergegas di lemparkannya.
Whuuuuuuuuuuuuuussssssss...
Duuuuuuuuuuuaaaaaaaarrrrrrrrrrrrrrr...
Duuuuuuuuuuuuaaaaaaarrrrrrrrrrrrrrrr...
Ledakan yang di sambut api menyala membuat ribuan prajurit mati terbakar, shen yang melihat ribuan prajurit mati hanya dengan satu serangan api hanya bisa diam seakan tidak percaya.
" Tidak perlu terkejut, kekuatanku di wujudku yang sempurna jauh lebih kuat dari saat menjadi spiritualmu " ucap sheng.
" Aku percaya padamu, tapi jangan senang dulu masih ada beberapa ribu lagi " sahut shen.
" Serahkan saja padaku " ucap sheng yang bersiap mengumpulkan bola api hitam di dalam mulutnya.
Whuuuuuuuuuuuuuussssssss...
Whuuuuuuuuuuuuuusssssssss....
Duuuuuuuuaaaarrrr...
Duuuuuuuuuuuaaaaaaaarrrr...
Serangan bola api hitam sheng yang berulang kali di keluarkan membuat ledakan hebat terus terjadi, ribuan prajurit musuh yang tersisa sebelumnya langsung mati terbakar.
" Selesai bukan " ucap sheng.
Ploooook, ploooooook, ploooooook...
" Hebat, lebih mempersingkat waktu " sahut shen sambil bertepuk tangan.
" Siapa dulu " ucap sheng membanggakan dirinya sendiri.
Kabar kematian prajuritnya yang mati lebih cepat dari sebelumnya membuat raja li ung lemas, dirinya tidak menyangka prajurit biasa yang berjumlah tujuh ribu mati lebih cepat dari sebelumnya.
Arrrrrkkkkkhhhhhh...
" Bagaimana ini, bagaimana ini aku tidak ingin mati " ucap raja li ung.
" Kabar baik yang mulia " sahut panglima perang utama.
" Apa kamu gila, kita sudah kehabisan prajurit dan kamu masih bilang kabar baik " ucap raja li ung.
" Bukan seperti itu yang mulia " sahut panglima perang utama sambil menundukan kepalanya.
" Lalu apa cepat katakan " ucap raja li ung.
Panglima utama perlahan berjalan mendekat dan membisikan informasi yang baru di dapatnya, raja li ung yang mendengar kabar baik seketika langsung tersenyum.
" Hahahaha, cepat bawa di kemari " teriak raja li ung sambil terus tertawa.