Pendekar Naga Tunggal

Pendekar Naga Tunggal
Bab 43


" Jangan ada yang berani menyentuh nya biarkan dia menaiki tingkat tiga " Suara yang membuat para iblis berlutut kembali terdengar.


Semua iblis membuka jalan membiarkan shen lewat dan menaiki tingkat tiga.


Shen yang memasuki ruang bertarung di tingkat tiga merasa berbeda dari sebelumnya, di ruang bertarung tingkat tiga hanya ada satu iblis yang akan bertarung dengannya tidak ada satupun yang menonton di pinggir arena.


" Hanya manusia sampah, kenapa sampai aku yang turun tangan " Iblis itu menatap shen seperti merendahkannya.


Shen mendekati iblis itu dan berdiri di depannya.


" Kalau kamu berlutut pada ku, aku akan berfikir untuk tidak membunuh mu " Kata iblis itu dengan sombongnya.


" Simpan saja omong kosong mu, untuk dirimu sendiri " Jawab shen dengan santai.


" Kalau begitu aku akan mencabut nyawa mu sekarang "


Iblis itu mengeluarkan sepasang pedang yang di pegang di kedua tangan nya dengan sangat santai.


" Kamu beruntung sekali akan mati di pedang iblis darah api, setelah kematian mu aku berjanji akan membunuh semua manusia yang masih memiliki hubungan dengan mu. kamu bisa tenang Karena kamu tidak akan sendirian di neraka "


" Buktikan dulu apa kamu mampu membunuh ku sebelum kamu berbicara seperti itu pada ku "


" Akan ku buktikan pada mu. Terima ini "


Jurus pedang iblis darah api level sembilan. " ucap sang iblis sambil mengayunkan pedang nya.


Wheeeeeeeeeesssss...


Shen termundur kebelakang dan memegang lengannya yang terluka.


" Ternyata aku sudah salah menilai mu " Shen menarik pedangnya.


*jurus pedang tanpa bayangan " teriak shen sambil mengayunkan pedangnya.


Wheeessss. Bruuuuaak.... " iblis itu terlempar kebelakang sama seperti dirinya sebelumnya.


" Hahahaha sangat menarik. Aku sudah salah meremehkankan mu manusia. aku akan beri kamu satu kesempatan lagi untuk mati di pedang ku "


Shen hanya tertunduk dan tidak menjawab.


" Manusia apakah kamu sudah mulai ketakutan. sayang sekali pedang ku akan segera mendapatkan darah segar mu "


Aaaarrrrrkkkhhh... teriak shen yang merasa matanya sangat sakit.


Perlahan mata shen memerah seperti api yang membara.


shen mengeluarkan jurus mata iblis legenda untuk menghadapi iblis yang berada di depannya.


" Bagaimana bisa kamu menguasai jurus kaum iblis, itu sangat mustahil " Iblis itu merasa sangat heran dan perlahan mundur dan menuruni arena.


*Duuuuuaaaaaaaaarr " suara ledakan yang sangat kuat terdengar hingga membuat seisi pagoda bergetar hebat.


Shen menggunakan jurus mata iblis legenda untuk menyerang lawannya yang ingin melarikan diri.


Iblis yang menatangnya hancur dan tidak berbentuk lagi membuat mata shen kembali seperti semula dan shen pun terduduk lemas.


" Tidak ku sangka kamu bisa menghabisi kaum iblis ku yang sudah berada di tingkat jendral tahap akhir "


Raja dan ratu iblis di dampingi beberapa iblis yang memasuki tahap kaisar berjalan mendekati shen.


" Raja dan ratu iblis aku tahu kalian pasti ingin membalas dendam karena aku membunuh Putri kalian. tapi satu hal yang perlu kalian ketahui putri kalian sendiri yang memulainya dengan membunuh dan memperbudak manusia yang tidak bersalah "


" Apa pun itu kami tidak terima kamu membunuh putri kami, sebagai gantinya kami menginginkan nyawa mu sebagai tumbal pagoda iblis ini " Kata sang raja yang berada tepat di depan shen.


Raja iblis yang merasa kesal langsung menggunakan kekuatan pengendali nya mencekik shen dan mengangkatnya sangat tinggi.


" Jangan mengira hanya karena kamu bisa keluar hidup hidup dari pagoda dewa jadi kamu bisa sombong. Hari ini juga nyawamu akan lenyap di dalam pagoda iblis "


Hahahaha " Suara tertawa raja iblis yang sangat keras menggema.


Shen masih berusaha keras melepaskan sesuatu yang mencekiknya tapi tidak ada hasil lnya.


*Arrrkkkkkkhhhhh. Arrrkkkkkkhhhhh....


Teriak shen yang merasa ada kekuatan besar yang menerobos masuk kedalam badannya*.


Perlahan tangan kanan dan kiri shen bergetar dengan sendirinya.


Tiba tiba shen terlepas dari cekikan itu dan jatuh ke bawah.


" Aku belum melepaskannya, bagaimana bisa dia sudah terlepas terlebih dulu " raja iblis masih memperhatikan shen yang terdiam setelah terlepas dari cekikan yang sudah di kendalikan nya.


Shen berdiri dan melempar api suci putih yang di tangannya ke raja iblis.


Arrrkkkkkkhhhhh...


Teriak raja iblis yang merasa badannya terbakar.


Raja iblis berpikir dia yang tercipta dari api bagaimana bisa terbakar dengan api yang di lemparkan manusia kepadanya.


" Suami ku " teriak ratu iblis sambil memeluk sang raja iblis.


Shen mengeluarkan api suci putih lagi di tangannya dan bersiap melempar yang kedua kali nya.


" Tunggu sebentar manusia " ratu iblis berjalan mendekati shen.


Shen menahan api suci di tangan nya dan perlahan api suci menghilang dengan sendirinya.


" Aku memohon kepada mu, tolong lepaskan Suamiku " Ratu iblis berlutut di depan shen.


" Lepaskan raja iblis. apa menurut mu aku akan dengan mudah melepaskannya setelah dia mencekik ku hingga hampir mati " sahut shen.


Ratu iblis terdiam dan berfikir bagaimana cara meyakinkan shen untuk tidak membunuh suaminya.


" Aku berjanji kepada mu, aku dan seluruh kaum iblis memaafkan mu yang sudah membunuh putri ku. Jadi bisakah kamu melepaskan Suamiku "


Shen menggelengkan kepalanya dan mengeluarkan kembali api suci putih di tangannya.


" Tunggu dulu. ku berikan ini untuk mu anggap saja kita tidak memiliki dendam dan kamu melepaskan suamiku "


" Apa ini " Shen mengambil sebutir pil dari tangan ratu iblis.


" Itu pil penambah kekuatan spiritual hanya itu yang kami punya. tolong lepaskan Suamiku " Ratu iblis meneteskan air matanya.


" Baik anggap saja kita impas " shen menuruni setiap tingkatan dan berjalan keluar pagoda iblis.


" Kenapa kamu memberikan pil itu padanya " tanya raja iblis.


" Suamiku aku hanya ingin melepaskan mu, bukan maksud ku merendah di hadapan manusia tapi jika kamu mati kita tidak akan memiliki penerus darah mu. "


" Apa kamu akan melepaskan nya begitu saja dengan mudah "


" Aku melepaskan nya dan membuat impas dia telah membunuh Putri kita tapi tidak berarti kita tidak membuat perhitungan karena dia sudah melukai mu"


Ratu iblis menggenggam tangannya.