Pendekar Naga Tunggal

Pendekar Naga Tunggal
Bab 40


" Apa yang kamu lakukan pada nie nie " teriak nie ang yang terlihat sangat marah.


" Yang aku lakukan hanya mengembalikan jarum emas milik nya " Jawab shen dengan sangat santai.


" Kakak kita habisi saja dia " Teriak nie eng yang masih memangku kepala nie nie.


Nie ang menghampiri shen dengan tatapan membunuh dan mengarahkan pedangnya ke wajah shen.


" Aku sebenarnya tidak ingin membunuh mu dengan tangan ku, tapi kamu yang memaksa ku melakukannya "


" Sombong sekali. bunuh saja aku jika kamu mampu" Shen mundur kebelakang dan menarik pedangnya.


" Akan ku turuti permintaan terakhir mu. aku sendiri yang akan mencabut nyawa mu dengan pedang Surgawi ku "


" Terlalu banyak omong kosong "


Nie ang mengarahkan pedangnya ke atas dan membaca sebuah mantra yang membuat pedang nya tiba tiba bercahaya.


Shen yang melihat nie ang bersiap menyerangnya bergegas melangkah maju mundur sangat cepat, shen mencoba mengikuti langkah yang sudah di buatnya saat mempelajari pedang seribu langkah.


Nie ang yang sudah selesai membaca mantra dan bersiap mengayunkan pedangnya langsung menatap ke arah shen yang terus melangkah dan menghitungnya di delam hati.


Apa yang di lakukannya, apa dia sudah menjadi gila sebelum aku membunuhnya " Dalam hati Nie ang.


Nie ang hanya tersenyum melihat shen yang melangkah tidak jelas.


Jurus pedang Surgawi batas jiwa " Teriak Nie ang dengan lantang.


Shen yang membuka matanya langsung mengayunkan pedangnya.


Jurus pedang seribu langkah " Teriak shen.


Duuuuuuuuuuuuuuuuaaaarr...


Suara kedua jurus berbenturan terdengar sangat keras.


Shen dan Nie ang yang sama sama terkena serangan membuat keduanya terlempar sangat jauh.


Nie ang yang terlempar lebih jauh dari shen langsung muntah darah dadanya yang terasa sakit terus di pegangnya, Shen yang terlempar beraamaan dengan nie ang langsung berdiri dan membersihkan bajunya yang kotor.


Shen yang melihat nie ang terluka bergegas berjalan mendekati Nie ang sambil tersenyum.


" Sudah ku bilang kamu tidak akan sanggup membunuh ku " ucap shen sambil menepuk pundak nie ang.


Nie eng yang melihat saudaranya kalah langsung berdiri bersiap menyerang shen.


Nie ang mengangkat tangannya memberi isyrat meminta nie eng untuk tidak menyerang shen. Nie ang sadar kalau dia saja tidak mampu membunuh shen apa lagi nie eng yang masih jauh di bawahnya.


Shen yang berjalan membuka pintu tingkat dasar inti tidak ada lagi satu pun yang berani menghadangnya.


Shen yang berjalan semakin masuk kedalam masih tidak juga menemukan kotak hitam yang di minta penjaga ruang tingkatan.


Shen yang memperhatikan sekitarnya tidak sengaja melihat sebuah peti mati yang melayang di atas kepalanya.


Apa mungkin kotak itu berada di dalam peti mati itu " dalam hati shen.


Shen yang yakin apa yang dicarinya berada di pwti mati itu langsung melompat ke atas peti mati dan mencoba membukanya, shen yang berusaha membuka peti mati itu akhirnya menyadari bahwa peti iti tersegel sebuah mantra dan sangat susah untuk membukanya.


Shen yang berfikir bagaimana caranya agar dia bisa membuka peti mati itu dan melihat isi nya tiba-tiba melihat dari dalam bajunya keluar cahaya merah yang sangat terang.


Shen tanpa banyak berpikir bergegas mengambil permata merah delima pemberian siluman ular yang tiba tiba bersinar dari dalam bajunya.


Permata merah delima yang baru di pegang shen langsung terbang ke atas peti mati, walau merasa sangat terkejut shen terus memperhatikannya.


Brrrraaaaaaaaakkk...


Peti mati yang terjatuh dari atas terbuka dengan sendirinya, shen yang melihat tiba tiba permata merah delimanya hancur berkeping keping merasa sangat terkejut.


Shen yang merasa penasaran perlahan mendekati peti mati itu dan membongkar apa saja yang ada di dalam peti mati di depannya itu.


Shen yang melihat kotak hitam yang di minta penjaga ruang tingkatan ada di dalam peti mati itu bergegas menyimpannya.


Shen yang melihat masih banyak lagi isi di dalam peti mati itu perlahan memperhatikannya.


Selain kotak hitam yang di simpannya di depannya masih ada beberapa buku kitab dan beberapa pil yang shen sendiri tidak tahu jurus dan pil apa itu.