Pendekar Naga Tunggal

Pendekar Naga Tunggal
Bab 135


Shen yang telah menyimpan inti hati ular berkepala tiga bergegas menghampiri xieyu mei.


" Mari kita lanjutkan perburuan " ucap shen yang berdiri tepat di depan xieyu mei.


" Baiklah, berapa jumlah inti hati yang sudah kita dapat?" tanya xieyu mei yang langsung berdiri.


" Sekitar seratus tujuh puluh " sahut shen sambil berjalan.


" Kita masih membutuhkan lebih banyak lagi, tapi jika seperti tadi kita bisa saja mati menggenaskan " ucap xieyu mei yang berjalan di samping shen.


" Kita tidak boleh menyerah, bagaimanapun juga hanya kita harapan ketua xu ling " sahut shen.


" Emmm, kamu benar kita tidak boleh menyerah. Tetap harus semangat kita pasti bisa " ucap xieyu mei dengan penuh percaya diri.


Shen yang melihat xieyu mei kembali bersemangat hanya tersenyum sambil melanjutkan langkahnya.


Xieyu mei yang bersemangat langsung berlari meninggalkan shen, xieyu mei menghentikan langkahnya sambil menatap jurang di depannya.


" Di depan ada jurang apa perlu kita turun ke bawah " ucap xieyu mei.


" Tentu saja, jika tidak bagaimana kita bisa tahu apa yang ada di bawah sana " sahut shen.


" Lalu bagaimana caranya?" tanya xieyu mei sambil melihat ke bawah jurang.


" Naiklah di belakang, aku akan menggendongmu " ucap shen.


" Aku tidak ingin bercanda " sahut xieyu mei.


" Aku tidak bercanda percaya padaku " ucap shen yang langsung berjongkok di depan xieyu mei.


" Haaaah" xieyu mei hanya bisa menghela nafas dia tidak tahu lagi harus berbuat apa karena tidak mungkin baginya untuk langsung melompat.


" Sudah siap " ucap shen yang langsung mengarahkan tangannya memegang paha xieyu mei.


" Ya " sahut xieyu mei dengan suara pelan.


Shen yang tidak ingin membuang waktu langsung melompat sambil menggendong xieyu mei di belakangnya.


Tap...


Tap...


Shen melompat setiap pijakan batu yang berada di pinggiran jurang, tidak butuh waktu lama shen yang menggendong xieyu mei sampai di dasar jurang.


" Kita sudah sampai " ucap shen.


Xieyu mei yang awalnya menutup matanya perlahan membuka kembali matanya, xieyu mei memperhatikan dirinya yang sudah berada di dasar jurang xieyu mei yang baru menyadari masih di gendong shen langsung melompat dari badan shen.


" Kenapa tidak bilang jika sudah sampai di dasar jurang " ucap xieyu mei.


" Bukannya aku baru saja mengatakannya " sahut shen.


" Huuuu " ucap xieyu mei yang langsung berjalan di depan shen.


" Shen berhati-hatilah aku merasa sesuatu sedang berjalan ke arah mu " ucap mo.


" Sesuatu apa yang kamu maksud mo?" tanya shen.


" Aku sendiri tidak mengetahuinya " sahut mo.


Tap, tap, tap....


Suara langkah kaki yang berjalan semakin mendekati xieyu mei membuat shen merasa khawatir, shen yang tidak ingin xieyu mei dalam bahaya langsung memanggilnya.


" Xieyu mei kemarilah " ucap shen.


" Untuk apa?" tanya xieyu mei.


" Jangan banyak bertanya " ucap shen dengan suara sedikit keras.


Xieyu mei yang tidak pernah mendengar shen berbicara keras padanya merasa sangat kesal, walau begitu xieyu mei langsung berjalan ke belakang shen.


" Hahahaha, hahaha " suara tawa tiba-tiba terdengar menggema.


Shen yang berjaga-jaga langsung menarik pedangnya.


" Siapapun kamu keluarlah " teriak shen.


" Manusia yang sangat berani, aku menyukai nyalimu " sahut suara dari kegelapana di depan shen.


Sosok hitam yang berdiri di depan shen membuat xieyu mei menutup mulutnya.


" Iblis " ucap xieyu mei dengan suara pelan.


" Kenapa, wanita cantik tidak mungkin takut padaku bukan " ucap sosok yang berdiri di depan shen sambil menatap xieyu mei dengan tajam.


" Kaum iblis, kenapa kamu bisa berada di sini?" tanya shen.


" Apa urusannya denganmu, aku tinggal di mana saja manusia sepertimu tidak berhak mencampurinya " sahut sang iblis.


" Sepertinya memang bukan urusanku " ucap shen sambil menganggukkan kepalanya.


" Kalau begitu mari kita pergi xieyu mei " sambung shen sambil menarik tangan xieyu mei.


" Setelah datang ke tempat ku apa kamu berpikir bisa langsung pergi begitu saja " sahut iblis itu.


" Apa mau mu?" tanya shen.


" Serahkan wanita itu dan potong satu tanganmu sebelum kamu pergi " sahut sang iblis sambil tersenyum.


" Hahahaha, kamu terlalu melebihkan dirimu " ucap shen.


" Silahkan, jika kamu mampu" ucap shen.


Iblis yang berdiri tidak jauh dari shen perlahan berjalan ke arah shen sambil terus menatap xieyu mei.


" Wanita cantik ikutlah denganku " ucap iblis itu yang berdiri tepat berada di samping shen.


" Jangan pernah bermimpi " sahut shen.


Wheeeeeeeeeeessssssssss...


Shen mengayunkan pedangnya ke arah iblis di sampingnya.


Sang Iblis yang menyadari shen mengayunkan pedangnya langsung menghindar.


" Kalau hanya seperti itu saja yang kamu bisa aku pasti sangat mudah membunuhmu, aku sarankan keluarkan semua kekuatanmu " ucap iblis itu sambil menyeringai.


" Biar aku saja yang menghabisinya " ucap xieyu mei.


" Tidak perlu, membunuhnya dengan tanganku sendiri sangat berarti untuk ku " sahut shen.


" Terlalu sombong, kalau begitu terima ini " sahut sang iblis yang langsung mengeluarkan gada raksasanya.


Sang iblis yang terlihat sangat marah langsung berlari ke arah shen sambil mengangkat gadanya.


" Matilah kau manusia " teriak sang iblis.


Boooooooooooommmmmmm...


Gada raksasa yang di arahkan ke shen membuat dasar jurang bergetar, shen yang sempat menghindar sambil membawa xieyu mei bersamanya merasa sangat bersyukur.


" Aku sudah mengira kamu pasti akan menghindarinya, aku tahu manusia sepertimu itu sangat lemah gadaku ini sekali mengenaimu akan membuatmu hancur berkeping-keping " ucap sang iblis.


" Bagaimana jika aku terkena gadamu itu tapi tidak mati, apa kamu berani memenggal kepalamu di depan kami " sahut shen.


" Hahahahaha, jika yang kamu katakan itu benar terjadi aku berjanji akan memenggal sendiri kepalaku " ucap sang iblis sambil terus tertawa.


" Baiklah kalau begitu mari kita lakukan sekarang " ucap shen.


" Shen apa kamu sudah gila " sahut xieyu mei.


" Kamu tenang saja " bisik shen di telinga xieyu mei.


Shen meminta xieyu mei menjauh dari, shen yang sudah merasa sangat yakin langsung menghampiri iblis itu dan berdiri di depannya.


" Bersiaplah untuk mati " teriak iblis itu.


Booooooooooooooooommmmmmmm....


Suara dentuman yang di sambut getaran kembali terjadi, gada raksasa sang iblis tepat menindih shen yang berada di bawahnya.


" Wanita cantik kau milikku sekarang, temanmu sudah pasti mati " ucap sang iblis sambil berjalan ke arah xieyu mei.


Duuuuuuuuuuuuuuuaaaaaaaarrrrrr...


Gada yang menindih shen tiba-tiba saja meledak, sang iblis yang melihat gadanya hancur berkeping-keping seakan tidak percaya.


" Siapa yang bilang aku sudah mati " ucap shen yang keluar dari dalam lubang bekas pukulan gada sang iblis.


Mata shen yang merah dan badan shen yang di selimuti dua api membuat sang iblis merasa sangat kaget, sang iblis merasa shen yang di lihatnya sekarang berbeda dari sebelumnya.


" Dia bisa menghancurkan gadaku, aku takut aku bukan lawannya lebih baik mencari bantuan terlebih dulu " ucap sang iblis dengan suara pelan.


" Aku sudah menduga kamu akan mengingkari janji, kalau begitu akublangsung saja akan menghabisimu " ucap shen sambil menatap iblis itu dengan mata iblis legendanya.


" Siapa sebenarnya kamu?" tanya sang iblis.


" Aku yang pernah membunuh putri dari kaummu, bahkan ratu iblis saja memohon memintaku melepaskan sang raja iblis " sahut shen.


" Kamu... "


Duuuuuuuuuuuuaaaaaaarrrrrrrrrr...


Shen menggunakan mata iblis legendanya dari jarak jauh untuk memecahkan kepala sang iblis, xieyu mei yang melihat seolah tidak percaya bagaimana bisa shen memiliki jurus sehebat itu dan bagaimana bisa shen memiliki dua jenis api suci.


Shen yang melepas kembali jurus mata iblis legendanya langsung terduduk lemas sambil terus memegangi kepalanya, xieyu mei yang melihat shen seperti merasa kesakitan langsung menghampirinya.


" Apa kamu tidak apa-apa?" tanya xieyu mei.


" Tentu saja " sahut shen sambil berusaha berdiri.


" Kita harus secepatnya pergi, aku tidak ingin iblis lainnya datang menyakitimu " sambung shen.


" Kalau tadi kamu menggendongku, sekarang kita naiknya bagaimana " ucap xieyu mei.


Xieyu mei yang melihat shen menyandarkan kepalanya ke bahunya hanya menggelengkan kepala.


Ekor yang sangat panjang tiba-tiba menjuntai ke dasar jurang, xieyu mei yang tahu betul itu ekor ular raksasa berkepala tiga merasa sangat ragu haruskah dia menaiki ekor ular itu.


" Sudahlah lagian di sini juga berbahaya lebih baik aku bawa shen naik saja dulu " ucap xieyu mei sambil berusaha menaikan shen ke ekor ular raksasa berkepala tiga.


Xieyu mei yang berhasil menaikkan shen perlahan merasa ekor ular mulai bergerak naik, tidak butuh waktu lama xieyu mei sampai di atas jurang bersama shen.


" Di bawah tidak ada hewan spiritual, di bawah itu hanya ada sarang iblis yang tidak tahu dari mana asalnya " ucap ular raksasa berkepala tiga.


" Terima kasih " sahut xieyu mei.


" Tidak perlu berterima kasih, aku sudah menepati janjiku di sekitar sini tiga ribu hewan spiritual sudah ku bunuh. Aku juga menyebarkan anak buahku agar tidak ada manusia lain yang bisa mengambilnya, sekarang aku harus pergi " ucap ular raksasa berkepala tiga yang langsung pergi meninggalkan xieyu mei dan shen.