Pendekar Naga Tunggal

Pendekar Naga Tunggal
Bab 202


Whuuuuuuuussss...


Whuuuuuuuuuussssss...


Sheng yang sudah tidak sabar langsung mengepakkan sayapnya, angin kencang yang berputar sangat kencang langsung menyeret wu gi ke dalamnya.


Shen yang sebelumnya sudah di cengkram erat oleh sheng hanya bisa melihat wu gi yang terus berputar di tengah angin.


" Sudah selesai, ayo kita segera pergi " ucap shen.


" Ini belum berakhir " sahut sheng.


Shen yang melihat wu gi menghancurkan angin yang di buat sheng langsung terdiam.


" Heeeh, aku sudah bisa menduganya bagaimana bisa guru besar yang mengaku titisan dewa mati begitu saja " ucap sheng.


" Baguslah kalau kamu tahu " sahut wu gi.


" Karena aku tahu aku tidak akan membiarkanmu menjalani hidupmu dengan mudah " ucap sheng.


" Ku kira kamu sudah puas ternyata aku salah, kalau begitu biar ku perlihatkan padamu apa kerugian saat membuatku marah " ucap wu gi yang terlihat sangat marah.


Jheeeeeeedddddddaaaaaaarrrrr...


Jheeeeeeeeeeeeddddddddaaaaaarrrrr...


Suara petir yang di sambut kilatan membuat shen merasa terkejut, sheng yang sebelumnya sudah pernah melihat jurus hukuman langit hanya terdiam sambil terus menatap wu gi.


" Pergilah, biar aku yang menghadapinya " ucap sheng.


" Sepertinya pria itu ingin mengeluarkan jurus" sahut shen.


..." Iya dia ingin mengeluarkan jurus hukuman langit, aku dulu bisa menahannya sekarang kamu pergilah menjauh " ucap sheng....


Sheng yang melepas cengkramannya membuat shen bergegas pergi, walau sheng menyuruhnya untuk pergi menjauh shen tetap berada di sekitar situ sambil terus memperhatikan sheng.


" Terima ini " teriak wu gi.


" Hukum langit memberimu hukuman " teriak wu gi lagi.


Jheeeeeeeeeeddddddaaaaaaaarrrrrrr...


Satu sambaran petir yang sangat dahsyat langsung mengarah ke sheng.


" Sambaran petir itu sheng apa bisa menahannya " ucap shen.


Shen yang melihat satu persatu petir terus menyambar sheng membuatnya tidak tega, shen berharap sheng masih bisa selamat melewati hukuman petir itu.


" Heeeeh, sudah ku bilang seharusnya kamu tidak memaksaku mengeluarkannya kembali " ucap wu gi.


Hooooooooooeeeeeeeeeerrrrrrr...


Suara auman naga yang menggema di langit membuat shen merasa semakin khawatir, shen mengira auman itu pertanda sheng sudah tidak sanggup lagi menahan petir yang terus menyambarnya.


Wheeeeeeeeeeesssssssssss...


" Lepaskan dia " teriak shen yang langsung terbang ke arah wu gi.


" Melepaskannya itu tidak mungkin, jika dia sama kuatnya seperti dulu dia pasti bisa selamat tapi dia yang sekarang kekuatannya berbeda aku ragu apa dia bisa melewati hukuman langit itu " sahut wu gi sambil tersenyum puas.


" Jujur saja alasanmu yang waktu itu bisa ku mengerti, tapi kali ini kamu mengeluarkan jurus seperti itu padanya apa kamu tidak merasa bersalah " ucap shen.


" Untuk apa merasa bersalah, dia pantas menerimanya " sahut wu gi.


" Dia tidak melakukan apapun dan kamu bilang dia pantas menerimanya, ku rasa otakmu sedang bermasalah " ucap shen.


" Sudahlah jangan membuatku marah lagi, jika aku mau aku akan memberikan hukuman yang sama denganmu karena sudah mengembalikannya menjadi naga sebenarnya " sahut wu gi.


" Aku tidak takut, jika kamu mau memberiku hukuman aku akan menerimanya " ucap shen.


" Hahahaha, aku suka caramu menantang ku kalau begitu aku tidak akan segan lagi " sahut wu gi.


" Hukum langit memberimu hukuman " teriak wu gi lagi.


Jheeeeeddddddddaaaaaaaarrrr...


Jheeeeeeeeddddddaaaaaaaaarrrr...


Aaaaaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrrkkkkkkkkhhh...


Sambaran petir yang sangat dahsyat membuat shen langsung berteriak.


Disisi lain ketua perguruan Langit biru mulai merasa sangat cemas, kelopak mawar yang di berikan shen hanya tinggal dua lembar dan jika kelopak mawar itu habis tidak ada harapan lagi bagi kesembuhan xieyu mei.


" Apa anak itu berhasil, kenapa sampai sekarang dia belum kembali juga " ucap ketua xu long in.


" Aku merasakan firasat buruk sedang terjadi padanya, Ayah apa perlu aku mencarinya " sahut ketua xu ling.


" Tidak perlu, dia tidak lemah aku yakin dia bisa menghadapi setiap masalahnya " ucap ketua xu long in.


" Tapi Ayah, lihatlah di luar awan hitam menutupi langit aku sangat yakin semua pasti berkaitan dengannya " sahut ketua xu ling.


" Sudahlah kita tidak bisa melakukan apapun sekarang, lebih baik kamu terus memperhatikan keadaan xieyu mei saja " ucap ketua xu long in yang langsung berjalan pergi.


Haaaah, Shen aku berharap tidak terjadi apapun padamu, jika memang sesuatu terjadi padamu ku harap kamu bisa melewati semuanya " dalam hati ketua xu ling sambil menghela nafas.


Hooooooooooeeeeeeeeerrrrrrr...


Wu gi yang melihat hukuman langit sheng telah berhenti bergegas menghampirinya.


" Sudah ku bilang aku pasti bisa melewatinya, kamu terlalu meremehkanku " ucap sheng.


" Ya aku Salah telah meremehkanmu, walau penyatuanmu baru saja berhasil kekuatanmu sudah sama seperti dulu " sahut wu gi.


" Heeeeh, apa sekarang kita bisa melanjutkannya lagi. Aku sudah tidak sabar ingin menghabisimu " ucap sheng.


" Tunda saja ambisimu itu, apa kamu tidak ingin melihatnya " ucap wu gi sambil menunjuk ke arah shen.


Hoooooooeeeeeeeeeerrrrrrrrr...


" Shen " ucap sheng yang merasa sangat terkejut.


" Kenapa kamu memberikannya jurus hukuman langit, dia manusia dia tidak mungkin bisa menahannya " teriak sheng yang terlihat sangat marah.


" Dia yang memaksaku " sahut wu gi dengan santai.


Hooooooeeeeeeeeeeerrrrrrr...


" Kali ini aku tidak akan memaafkanmu " teriak sheng yang langsung menyerang wu gi.


Wheeeeeeeeessssssssss...


Wheeeeeeeeeeesssssssssssss...


Sheng mengeluarkan kekuatan penuhnya menyerang wu gi yang terus tersenyum menatapnya.


" Kembalilah, kamu sudah tidak perlu mengurusnya lagi " ucap wajah yang tiba-tiba muncul di langit.


" Bagaimana dengan naga ini " sahut wu gi.


" Sepertinya dia sudah berubah, biarkan saja dia menjalani kehidupannya jika dia mengulangi kesalahan yang sama seperti dulu baru kamu tangani lagi " ucap wajah yang kembali menghilang.


" Haaaaah, selamat kamu bisa menjalani kehidupanmu seperti dulu lagi tapi ingatlah jangan membunuh sesuka hatimu atau aku akan datang untuk menghancurkan wujudmu lagi " ucap wu gi yang tiba-tiba menghilang.


Hoooooooooeeeeeeeeeeeeerrrrr...


" Jangan pergi, hentikan hukuman langit itu " teriak sheng.


" Aku percaya padanya, dia pasti bisa melewatinya " sahut suara wu gi.


Sheng yang melihat petir masih terus menyambar shen bergegas menghampirinya, sheng tanpa berpikir panjang langsung mendekati shen dan mencoba menahan sambaran petir untuk shen.


Jheeeeeeeeeeeeeddddddaaaaaarrrrrr...


Sambaran petir yang mengarah ke sheng membuatnya terlempar jauh.


" Anak ini pasti mati jika petir itu terus menyambarnya " ucap sheng.


" Sial pria itu membuatku semakin membencinya " sambung sheng.


Sheng yang melihat perlahan petir menghilang membuatnya sedikit lega, setelah petir menghilang sepenuhnya sheng bisa melihat tubuh shen yang mengeluarkan asap akan terjatuh ke tanah.


Wheeeeeeeeeeeesssssssssss...


Sheng menangkap tubuh shen yang terkulai lemas tidak sadarkan diri.


" Heeeeh, bangunlah " ucap sheng yang langsung menurunkan shen.


" Apa kamu sudah tidak ingin menyelamatkan wanitamu lagi " sambung sheng sambil mencoba menggoyangkan tubuh shen.


" Tidak, apa dia sudah mati " ucap sheng sambil terus menatap shen.