Pendekar Naga Tunggal

Pendekar Naga Tunggal
Bab 208


Sheng yang terbang di ketinggian tanpa sengaja melihat sepuluh prajurit berpakaian khusus pergi meninggalkan istana kerajaan Bara, Sheng yang merasa penasaran bergegas memberitahukannya pada shen.


" Sepuluh prajurit pergi meninggalkan istana, apa kamu tidak berpikir ada yang aneh " ucap shen.


" Pergi di saat seperti ini tentu saja aneh, cepat kita ikuti mereka " sahut shen yang langsung naik ke atas sheng.


Wheeeeeeeessssssss...


Wheeeeeeeeesssssssss....


Sheng yang terbang akhirnya bisa menyusul prajurit musuh yang menunggangi kuda dengan cepat, dari kejauhan sheng bisa melihat dengan jelas dua wanita menunggangi kuda dengan cepat berlawanan arah dengannya.


" Itu bukannya kedua istrimu " ucap sheng.


" Dua wanita ini benar-benar keras kepala, padahal aku sudah bilang agar mereka tidak mencariku " sahut shen sambil menggelengkan kepalanya.


" Sepertinya sasaran prajurit itu adalah kedua istrimu, sekarang apa yang akan kamu lakukan " ucap sheng.


" Aku akan turun menghadang mereka, kamu cepat bawa terbang kedua putri itu " sahut shen.


" Baiklah " ucap sheng.


Putri shie dan putri yun lie yang melihat naga di atas mereka membuat mereka terkejut.


" Itu naganya " teriak putri yun lie.


" Iya, itu benar naganya " sahut putri shie.


Whuuuuuuuuuuuuuussssssss...


Sheng yang berdiri menghalangi jalan putri shie dan putri yun lie membuat kedua bergegas menghentikan kudanya.


Hoooooooeeeeeeeerrrrrrr...


" Kalian para wanita selalu saja menyusahkan" ucap sheng.


" Di mana shen?" tanya putri yun lie.


" Dia menghadang beberapa prajurit yang ingin menculik kalian, cepatlah naik " sahut sheng.


Putri yun lie dan putri shie yang mendengar perkataan sheng bergegas menaikinya, benar saja setelah sheng membawa mereka terbang mereka bisa melihat dengan jelas shen bertarung melawan sepuluh prajurit khusus kerajaan Bara.


" Itu prajurit khusus kerajaan Bara, mari turun kita harus membantu shen " ucap putri shie.


" Kalian para wanita duduklah dengan tenang, jika kalian pergi malah membuatnya semakin kesusahan, yang seharusnya dia bisa menghabisi musuh dengan cepat malah harus melindungi kalian berdua, sungguh merepotkan " sahut sheng.


" Tapi kami mengkhawatirkannya " ucap putri yun lie.


" Sebesar apapun rasa khawatir kalian padanya lebih besar rasa khawatir dia pada kalian, kalian tahu jika sesuatu terjadi pada kalian yang di salahkan bukan hanya dirinya tapi juga semua orang yang berada di perguruan " sahut sheng.


" Tapi apa salah kami mengkhawatirkannya " ucap putri yun lie.


" Sudahlah aku males berdebat dengan wanita, kalian lihat saja bagaimana dia menghabisi prajurit khusus itu " sahut sheng.


Putri shie dan putri yun lie yang mendengar perkataan sheng membuat keduanya merasa bersalah, keduanya yang menatap shen bertarung menggunakan pedangnya melawan sepuluh prajurit khusus kerajaan bara berharap bisa memenangkan pertarungan.


" Heeeeh, sepertinya sudah cukup aku melayani permainan kalian sudah saatnya kita akhiri pertarungan sampah ini " ucap shen.


Dug, dug, dug...


Shen yang menghentakan kakinya seketika membuat tanah bergetar dan terbelah menjadi dua, para prajurit yang berdiri di atas tanah langsung masuk ke dalam tanah dan terkubur hidup-hidup di dalamnya.


Putri shie dan putri yun lie yang melihat kehebatan shen hanya bisa terdiam, memang benar tidak seharusnya mereka datang dan menjadi beban untuk shen.


Whuuuuuuuuuuuuuussssssss...


Sheng yang melihat shen telah menyelesaikan pertarungannya bergegas turun, putri yun lie dan putri shie yang melihat shen menatap kearah mereka bergegas menghampirinya.


" Maaf tidak seharusnya kami datang " ucap putri yun lie.


" Sudah terlanjur, tapi untuk sekarang kalian tetaplah bersama sheng mereka akan menargetkan kalian demi mendapatkan keinginan mereka " sahut shen.


" Tidak masalah " sahut sheng.


" Kalian berdua naiklah, apapun yang terjadi jangan pernah turun aku tidak berani menjamin kalian berdua masih bisa hidup jika sampai kalian turun " ucap shen.


" Baiklah, kami akan menurutimu " sahut putri shie dan putri yun lie serentak.


" Sheng aku titip mereka, aku pergi dulu sudah waktunya memberi pelajaran pada raja sialan itu " ucap shen yang langsung berjalan pergi meninggalkan putri shie dan putri yun lie.


Disisi lain raja li ung yang mendengar rencananya kali ini gagal lagi kembali gelisah, dirinya tidak tahu lagi harus berbuat apa sekarang.


" Kabar baik apa ini, semua menjadi kabar buruk bagi kita, sekarang kita tidak hanya kehabisan prajurit bahkan kematianku saja aku bisa merasakan semakin mendekat " ucap raja li ung.


" Ampun yang mulia, kita masih memiliki sembilan puluh prajurit khusus " sahut panglima perang utama.


" Hanya sembilan puluh apa kamu berpikir itu bisa membantu menghabisinya " teriak raja li ung.


" Semua salahmu, seharusnya aku tidak menuruti perkataanmu " sambung raja li ung.


Cih, sekarang kamu menyalahkanku bukannya kamu juga menginginkan darah itu, karena sekarang kamu menyalahkanku jangan salahkan aku jika aku membawa pergi prajurit khusus mu " dalam hati panglima perang utama.


" Kalau begitu aku akan menyiapkan prajurit khusus untuk berjaga di luar, yang mulia tenang saja semua akan berakhir lebih cepat " ucap panglima perang utama.


" Kali ini aku hanya bisa percaya padamu, ku harap semua berakhir dengan cepat " sahut raja li ung.


" Baik yang mulia, hamba pamit dulu " ucap panglima perang utama.


Heeeh, semua memang akan berakhir lebih cepat karena tanpa bantuan prajurit khusus itu kamu akan segera menemui kematianmu " dalam hati panglima perang utama sambil berjalan pergi.


" Haaaah " raja li ung menghela nafas panjang, dirinya berharap semua akan berakhir dengan kemenangan.


Shen yang berjalan ke arah istana tiba-tiba menghentikan langkahnya, sheng yang berulang kali memanggilnya membuat shen penasaran apa yang ingin di katakan sheng.


" Ada apa?" tanya shen.


" Seseorang memimpin prajurit pergi menjauh, sepertinya dia ingin membawa prajurit itu " ucap sheng.


" Dia pasti penghianat kerajaan, jujur saja aku sangat tidak menyukai penghianat kalau begitu kamu tetaplah di sini mengawasi raja itu, aku ingin menghabisi mereka terlebih dulu " sahut shen.


" Serahkan hal mudah itu padaku, kamu tidak perlu khawatir " ucap sheng.


Shen yang mendengar perkataan sheng hanya tersenyum, tanpa banyak bicara shen bergegas pergi menyusul panglima perang dan prajurit khusus yang di bawanya.


" Ehem, ehem. Apa kamu berpikir bisa melarikan diri dengan mudah " ucap shen yang berdiri santai di atas pohon.


Panglima perang utama yang mendengar suara bergegas mencari asal suara itu.


" Ternyata kamu " ucap panglima perang utama.


" Aku akan membawa mereka pergi, aku tidak memiliki urusan denganmu "sambung panglima perang utama.


" Tidak memiliki urusan bagaimana maksudmu, apa kamu ingin lari dari tanggung jawab " sahut shen.


" Yang berurusan denganmu adalah raja li ung, dia yang bekerja sama dengan perguruan darah aku tidak ikut campur " ucap panglima perang utama.


" Oh begitu, berarti aku harus minta maaf padamu dan membiarkanmu pergi " sahut shen.


" Seharusnya begitu " ucap panglima perang utama sambil tersenyum.


" Kalau begitu aku minta maaf padamu " sahut shen yang langsung bersiap mengeluarkan jurusnya.


" JURUS PEDANG TANPA WUJUD " ucap shen sambil mengayunkan tangannya seolah memegang pedang.


Wheeeeeeeeeeeeessssssssssssssss....


Shen yang mengayunkan pedangnya membuat prajurit khusus di depannya merasa terkejut, mereka tidak menyangka panglima perang utama yang selama ini mereka segani mati hanya dengan satu jurus.


" Aku minta maaf karena aku tidak akan membiarkanmu tetap hidup, aku juga tidak akan membiarkan semua yang berkaitan dengan kerajaan bara tetap hidup dengan tenang " ucap shen dengan santai.