
Shen yang menggunakan jurus dua dunia langsung berada di luar perguruan langit biru, duan dan molpi yang melihat shen menggendong xieyu mei bergegas menghampirinya.
" Ada apa dengan senior?" tanya duan.
" Aku akan membawanya ke ruang pengobatan kalian berdua cepat panggil ketua xu long in " sahut shen.
" Baik " ucap duan dan molpi yang langsung berlari.
Shen membaringkan xieyu mei sambil terus menatapnya, wajahnya yang semakin terlihat pucat membuat shen semakin tidak tega melihatnya.
" Pasti dia yang menggunakan mantra terlarang itu " ucap ketua xu long in yang berdiri di depan pintu.
" Iya, demi membantuku dia sampai seperti ini " sahut shen yang masih menggenggam tangan xieyu mei.
Ketua xu long in yang berdiri di depan pintu langsung masuk ke dalam, ketua xu long in menatap wajah xieyu mei yang terlihat semakin pucat.
" Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya ketua xu long in.
" Yang menculik xieyu mei dan yang lainnya adalah penguasa kegelapan, demi melindungiku dia terkena serangan bola api hitam " sahut shen.
" Jadi dia mengeluarkan mantra itu setelah terkena serangan, dia benar-benar tidak memikirkan apa yang akan terjadi padanya " ucap ketua xu long in.
" Dia melakukan semua itu demi aku, katakan ketua apa yang harus ku lakukan untuk menyelamatkannya " sahut shen.
" Susah, ini bahkan terbilang tidak mungkin " ucap ketua xu long in.
" Apa yang tidak mungkin ketua, demi xieyu mei aku akan melakukan segalanya " sahut shen.
" Akan ku pikirkan jalan terbaiknya " ucap ketua xu long in yang langsung keluar.
Ketua xu ling yang dari tadi hanya berdiri di depan pintu mengurungkan niatnya untuk masuk, walau xieyu mei adalah murid kesayangannya dia tidak bisa melakukan apa-apa saat ini.
Ketua xu ling yang melihat ayahnya kembali keruangannya langsung masuk ke dalam, ketua xu ling ingin memastikan bagaimana jalan terbaik dari ayahnya.
" Bagaimana ayah?" tanya ketua xu ling.
" Kamu tahu sendiri mantra itu sangat berbahaya, mantra itu tidak hanya menentang langit tapi juga menentang dewa " sahut ketua xu long in.
" Lalu bagaimana, apa sudah tidak ada cara lain lagi untuk menyelamatkannya " ucap ketua xu ling.
" Walaupun ada shen tidak mungkin bisa melakuannya " sahut ketua xu long in.
" Dia pasti bisa, katakan bagaimana caranya " ucap ketua xu ling.
" Kenapa kamu masih tidak mengerti, shen sudah melamar kedua putri kerajan jika dia pergi apa yang harus kita katakan pada mereka" sahut ketua xu long in.
" Kira-kira berapa lama xieyu mei bisa bertahan?" tanya shen yang tiba-tiba berdiri di depan pintu.
" Ternyata kamu sudah mendengarnya, ku rasa xieyu mei hanya bisa bertahan selama satu minggu kecuali ada tanaman untuk menahan kekuatan tubuhnya " sahut ketua xu long in.
" Tanaman apa?" tanya ketua xu ling dan shen serentak.
" Mawar surga " sahut ketua xu long in.
" Apa mawar ini yang ketua maksud " ucap shen yang langsung mengeluarkan mawar surga dari kotak ruangnya.
" Sejak kapan kamu memilikinya " sahut ketua xu long in yang langsung berjalan menghampiri shen.
" Aku mendapatkannya bersama dua tanaman lain yang ku berikan pada ketua " ucap shen.
" Bukannya siapa saja yang makan satu kelopak mawar itu akan bisa memiliki sepuluh anak " ucap shen.
" Memang benar, tapi satu kelopak mawar ini juga bisa membuat xieyu mei bertahan sepuluh hari " sahut ketua xu long in.
" Sudah ku putuskan, sebelum kamu pergi kamu harus menikahi kedua putri kerajan itu terlebih dulu " sambung ketua xu long in.
" Tapi xieyu mei " ucap shen yang tidak melanjutkan perkataannya.
" Tenang saja dengan adanya mawar ini xieyu mei masih bisa bertahan, setelah tiga hari pernikahanmu kamu bisa pergi mencari obat untuk xieyu mei " sahut ketua xu long in.
" Xu ling beri kabar ini segera ke kedua kerajaan, pernikahan akan di adakan dua hari lagi " ucap ketua xu long in.
" Baik ayah " sahut ketua xu ling yang langsung keluar.
" Kamu beristirahatlah, aku yang akan merawat xieyu mei " ucap ketua xu long in.
" Baik ketua " sahut shen yang langsung meninggalkan kamar ketua xu long in.
Dewa benar-benar mengujinya, tapi di ujian dewa dia mendapatkan keberuntungan tersendiri dia hanya perlu menjadikan spiritualnya kembali memiliki wujud dengan begitu mengobati xieyu mei tidak lagi mustahil " dalam hati ketua xu long in.
Duuuuuuuuuuaaaaaarrrr...
Duuuuuuuuuuuuaaaaaarrrrr...
Kembang api yang terus di nyalakan membuat perguruan langit biru menjadi meriah, shen yang mengingat besok adalah hari pernikahannya membuatnya gelisah.
" Semua akan lebih berbeda jika kamu tidak seperti ini " ucap shen sambil menggenggam tangan xieyu mei.
Malam yang berganti pagi membuat perguruan langit biru semakin ramai, dua rombongan dari dua kerajaan berbeda menjadi perbincangan di mana-mana.
Shen yang dari awal mencoba mempersiapkan diri akhirnya bisa tenang, dirinya yang seharusnya melakukan pernikahan dengan tiga wanita akhirnya selesai juga.
Shen yang duduk di kursi bagai raja di kelilingi dewi membuat namanya terkenal, walau banyak yang berbicara buruk di belakangnya shen mencoba tidak menghiraukannya.
" Apa kamu baik-baik saja?" tanya putri shi yang berdiri belakang shen.
" Aku tidak apa-apa " sahut shen.
" Tidak perlu mendengarkan apa kata mereka, aku tahu kamu sendiri melakukan ini demi kebaikannya " ucap putri yun lie sambil menatap xieyu mei.
" Aku tidak memikirkan mereka, hanya saja hari yang seharusnya penuh kebahagiaan bagi kalian malah membuat kesedihan tersendiri " sahut shen.
" Kami tidak masalah, selama ini kamu banyak menyelamatkan kami dan rasa sayang kami padamu tulus " ucap putri yun lie.
" Terima kasih, kalian sudah berusaha mengerti aku " sahut shen.
Shen yang tidak ingin menambah buruk suasana langsung memasuki kamar pengantin yang sudah di siapkan, tiga tempat tidur berbeda di satu kamar yang di beri warna serba merah membuat shen menggelengkan kepalanya.
Shen yang sudah membaringkan xieyu mei langsung duduk menatap kaca di depannya, walau malam itu malam pertama pernikahannya shen sama sekeli tidak ingin meniduri putri yun lie dan putri shie.
" Kita sudah menjadi suami istri yang sah, aku tahu ini juga sulit bagimu kamu tenang saja kami tidak memaksa " ucap putri yun lie yang berdiri di sebelah kanan shen.
" Aku tahu kamu pasti terus terpikir tentang xieyu mei, sudahlah malam pertama bisa kita ganti di lain hari yang terpenting kita sudah menjadi suami istri " ucap putri shie.
" Terima kasih, kalian benar-benar mengerti aku " sahut shen yang langsung mencium pipi putri yun lie dan putri shie.
Malam pengantin yang terbilang panjang di habiskan dengan tidur lelap di tempat tidur masing-masing, shen yang tidak bisa memilih harus tidur di sebelah siapa memutuskan tidak tidur untuk memperkuat aura nadinya.