Pendekar Naga Tunggal

Pendekar Naga Tunggal
Bab 113


Shen yang berhasil menyembuhkan luka dalamnya bergegas keluar kamarnya, shen memperhatikan ruang pengobatan yang masih di penuhi murid yang terluka.


" Haaaaah " shen menghela nafas sambil kembali berkeliling.


" Huh, Sepertinya tidak ada harapan bagi mereka melawan perguruan Angxi " ucap mo yang berdiri tepat di samping shen.


" Mau bagaimana lagi kita harus bertarung sekuat tenaga membantu mereka " sahut shen.


" Apa rencana mu sekarang?" tanya sheng.


" Sepertinya aku harus mencoba jurus yang sudah ku kuasai, tapi itu saja masih belum cukup " sahut shen.


" Lalu bagaimana?" tanya sheng lagi.


" Sepertinya aku tahu siapa yang bisa membantu kita " ucap shen sambil tersenyum.


" Haah, terserah kamu saja " sahut sheng lagi.


" Cepatlah bersiap mereka sudah sangat dekat, murid yang di bawa jauh lebih banyak dan jauh lebih kuat dari semalam kamu harus berhati hati " ucap mo.


" Kalau begitu kita tunggu mereka di depan gerbang " sahut shen yang langsung berjalan ke arah gerbang perguruan Diyu zi dan membukanya.


Shen berdiri di tengah gerbang yang terbuka lebar sambil terus memperhatikan sekelilingnya.


" Mereka datang " ucap mo yang langsung di sambut suara hentakan kaki yang sangat cepat.


Shen yang hanya berdiri sendiri di depan gerbang menatap ketua kou angxi dengan santai sambil tersenyum.


" Selamat datang kembali " ucap shen sambil membungkukan badannya.


" Tidak perlu berbasa basi, serahkan yi lieng pada ku maka aku tidak akan menyerang mu " sahut kou angxi yang terlihat sangat kesal.


" Sepertinya kamu salah memintanya pada ku, aku di sini hanya ingin menyuruhmu segera kembali, kalau kamu bersikeras ingin membawanya langkahi dulu mayat ku " ucap shen dengan santai.


" Kalau begitu sesuai permintaan mu " ucap kou angxi.


" Tunggu apa lagi serang dia " teriak kou angxi.


Shen yang melihat murid perguruan Angxi mulai menyerang bergegas meminta sheng segera keluar, shen juga langsung bertepuk tangan sebanyak tiga kali memanggil roh penjaga ruang nirwana yang telah dia bebaskan.


Tepat setelah shen bertepuk tangan angin kencang mulai berhembus, murid perguruan Angxi yang berada di dekat shen langsung terlempar ke belakang.


" Ada apa kamu memanggil ku " ucap roh penjaga ruang nirwana sambil melihat sekelilingnya.


" Heh, kenapa kamu masih berada di sini " sambung roh penjaga ruang nirwana yang merasa kebingungan sambil terus menatap shen.


" Ceritanya panjang aku tidak bisa menjelaskannya, bantu aku menghabisi mereka semua " sahut shen.


Ketua kou angxi yang melihat roh berbentuk asap berdiri di sebelah shen merasa sangat terkejut, kou angxi tidak menyangka kalau shen memiliki bantuan yang sangat kuat.


" Hanya membantu menghabisi mereka saja itu sangat mudah bagi ku " ucap roh penjaga ruang nirwana.


" Apa yang kalian tunggu cepat serang dia " teriak kou angxi memerintah muridnya.


Wheeeeeessssssss...


Roh penjaga ruang nirwana melesat sangat cepat ke arah murid perguruan Angxi yang mulai menyebar ingin mengepung shen.


Sheng yang melihat dari atas juga tidak tinggal diam, sheng mulai terbang rendah sambil menyemburkan apinya ke segala arah.


Kou angxi yang melihat muridnya banyak yang terluka dengan sangat cepat merasa semakin kesal, kou angxi berjalan memutar ke arah shen dan langsung menyerangnya dari belakang.


" Matilah kau " teriak kou angxi sambil mengayunkan pedangnya menebas tubuh shen.


Shen yang tidak menyadari serangan kou angxi langsung terduduk lemas tidak berdaya.


Kou angxi masih terus menatap shen dengan heran setelah melihat tubuh shen yang tidak mengeluarkan darah setelah terkena tebasannya.


" Ke mana dia pergi " ucap kou angxi yang melihat shen di depannya tiba tiba menghilang.


" Apa kau mencari ku " ucap shen yang berdiri tepat di belakang kou angxi.


Kou angxi yang mendengar suara shen dari belakangnya langsung memutar badannya, betapa terkejutnya kou angxi yang melihat shen baik baik saja setelah terkena tebasannya.


Ini tidak mungkin, aku melihatnya dengan sangat jelas dia terkena tebasan pedang ku bagaimana bisa dia masih baik baik saja " dalam hati kou angxi sambil menggelengkan kepalanya.


" Ada apa?" suara shen tiba tiba terdengar di belakang kou angxi.


Kou angxi merasa semakin bingung shen yang berdiri di depannya tidak sedang berbicara, kenapa bisa dia mendengar suara shen berada di belakangnya.


Kou angxi yang tidak ingin banyak berpikir langsung memutar badannya, ketua kou angxi langsung terdiam setelah melihat shen berdiri di depan dan di belakangnya.


" Ini pasti ilusi, mati kau " teriak kou angxi sambil mengayunkan pedangnya ke shen yang berdiri di depan dan belakangnya.


Ketua kou angxi di buat kebingungan setelah kedua shen menghilang bersamaan.


Kou angxi menutup matanya sambil terus menggelengkan kepalanya, kou angxi berharap ilusi di depannya segera berakhir.


Bruuuuuuuuuuuuuuuuuaaaaaaakkkkk...


Shen yang melihat kou angxi merasa kebingungan langsung mengambil kesempatan untuk menyerangnya.


Kou angxi yang terkena serangan shen terlempar cukup jauh kebelakang, kou angxi kembali berdiri dan berjalan ke arah shen.


" Kali ini aku tidak akan tertipu lagi " ucap kou angxi sambil mengayunkan pedang di tangannya ke arah shen.


Wheeeeeeeesssssss....


Wheeeeeeeeeeesssssss....


Kou angxi terus mengayunkan pedangnya ke arah semua shen yang di lihatnya.


" Kenapa bisa, sebenarnya jurus apa yang di pelajarinya" ucap kou angxi dengan suara pelan.


Sepertinya aku harus mengeluarkan jurus pamungkas perguruan Angxi " dalam hati kou angxi.


" Jurus dewa petapa "


" Jurus dewa petapa "


Teriak kou angxi yang mengarahkan serangannya langsung ke arah kedua shen yang berada tepat di depannya.


Duuuuuuuuuuuuuaaaaaaarrrrrr...


Duuuuuuuuuuuuuuuuaaaaaaarrrrr....


Ledakan di dua tempat yang berbeda membuat tanah bergetar dengan hebat, kou angxi yang berpikir shen sudah mati langsung menghela nafas.


" Akhirnya mati juga, hahahahaha " teriak kou angxi sambil terus tertawa.


" Siapa yang sudah mati?" tanya shen yang berdiri tidak jauh dari kou angxi.


" Haaaaaaa, ini tidak mungkin " ucap kou angxi.


Shen yang tidak ingin membuang waktu langsung bersiap mengeluarkan jurusnya.


" Jurus dewa bumi " teriak shen dengan lantang.


Booooooooommmmmmmmmmmm....


Duuuuuuuuuuuuaaaaaaaaaarrrrrrrr....


Ledakan dari dalam tanah membuat kou angxi terluka parah dan tak mampu lagi untuk berdiri.


Shen yang melihat kou angxi sudah tidak berdaya perlahan menghampirinya dan mengarahkan pedangnya ke leher kou angxi.


" Kamu harusnya melihat hampir semua murid mu sudah mati dan kamu sendiri sudah kalah. Menyerahlah jangan pernah mengganggu perguruan Diyu zi lagi " ucap shen.


" Kamu menang, aku berjanji tidak akan mengusik perguruan Diyu zi aku berjanji tidak lagi memaksa yi lieng ke perguruan ku " sahut kou angxi.


" Baiklah aku akan melepaskan mu, pergilah aku tidak ingin melihat mu lagi " ucap shen.


" Lihatlah ketua kalian sudah menyerah cepat bawa dia pergi sebelum aku berubah pikiran " teriak shen.


Sembilan murid perguruan Angxi yang tersisa langsung berlari ke arah kou angxi dan bergegas membawa kou angxi kembali ke perguruan.


Aku berjanji tidak akan mengganggu perguruan Diyu zi dan tidak lagi memaksa yi lieng, tapi aku tidak berjanji untuk tidak membalas rasa sakit yang ku rasakan sekarang " dalam hati kou angxi.


Shen yang melihat sheng dan roh penjaga ruang nirwana berhasil menghabisi murid perguruan Angxi merasa sangat kagum, hampir seribu murid perguruan Angxi mereka kalahkan dengan sangat mudah.


Ploooooook, ploooooook, ploooooook... shen bertepuk tangan sambil menghampiri keduanya.


" Terima kasih atas kerja samanya, tanpa kalian berdua aku tidak mungkin bisa mengalahkan mereka " ucap shen.


" Heh, sebenarnya kamu juga lumayan bisa menggunakan jurus pemecah diri untuk mengecoh ketua itu " sahut roh penjaga ruang nirwana.


" Hehehe, aku juga baru pertama kali menggunakannya " ucap shen.


" Baguslah semua sudah berakhir, sudah saatnya kita pergi dari sini " ucap sheng.


" Ya tentu saja kita harus segera pergi " sahut shen.


" Terima kasih roh penjaga ruang nirwana yang sudah membantu ku, tanpa mu kemenangan tidak mungkin sempurna " sambung shen.


" Tidak masalah karena sudah berakhir aku pergi dulu, ingat untuk memanggil ku jika ada masalah " sahut roh penjaga ruang nirwana.


" Tentu saja " ucap shen sambil tersenyum menatap roh penjaga ruang nirwana yang pergi melesat secepat kilat.