Pendekar Naga Tunggal

Pendekar Naga Tunggal
Bab 34


Bagaimana bisa manusia yang masih sangat muda bisa menguasai dua jenis api suci, kalau tadi kedua api suci bergabung dan kembali menyerang ku tidak tau gimana nasib ku." Singa Berkaki enam menggelengkan kepalanya.


Shen langsung mengambil kitab selanjutnya.


Di buka nya kitab Sisik pelindung Tubuh dan shen kembali menutup matanya.


Shen merasa badan nya seperti menindih sesuatu yang keras.


Shen langsung membuka matanya .


Betapa terkejutnya shen menyadari dirinya berbaring di atas kepingan sisik emas yang menumpuk.


Shen mengambil satu dan di perhatikannya dengan teliti.


Ini emas asli bagaimana bisa aku berbaring di tumpukan emas sebanyak ini " Shen merasa kebingungan dan menaruh kembali sisik emas itu.


" Itu milik mu, bagaimana bisa kamu melupakan milik mu sendiri " Suara berbisik di telinga shen.


" Milik ku, Itu tidak mungkin " Shen berdiri dan melangkah pergi.


" Ayolah itu hasil kerja keras mu bagaimana bisa kamu meninggalkan nya disini "


" Aku tidak tahu kamu siapa, aku ingin bilang itu bukan milik ku dan kamu tidak bisa menyesat kan ku untuk mengambilnya "


" Kalau memang itu bukan milik mu, apa salahnya kamu mengambilnya . emas itu tidak ada yang punya kamu bisa jadi orang kaya dan yang paling berkuasa di dunia mu. Ambil saja"


" Aku tidak akan mengambilnya, aku kesini ingin mempelajari jurus Sisik pelindung tubuh tidak lebih dari itu "


" Ayo lah, setelah kamu mengambil beberapa emas itu kamu bisa melanjutkan mempelajari jurus sisik pelindung tubuh "


Shen terdiam, tidak ada sedikit pun niat nya untuk mengambil walau hanya satu sisik emas itu.


" Siapa kamu sebenarnya, tunjukan diri mu " Teriak shen.


Seekor Ular raksasa berkepala tiga berwarna emas berada tepat di depan shen dan terus menatap shen.


" Tujuan ku hanya ingin mengusai jurus sisik pelindung tubuh, aku tidak menginginkan yang lain "


" hahahahaha, manusia aku tertarik kepada mu. andai tadi kamu mengambil satu saja sisik emas itu aku pasti tidak akan memberikan jurus sisik pelindung tubuh kepada mu "


" Jadi kamu pemilik jurus sisik pelindung tubuh "


" Iya aku pemilik jurus itu karena aku tertarik pada mu aku akan memberikan jurus itu dengan cuma cuma. ambilah ini " Ular itu mengambil satu sisik tepat di atas kepalanya.


" Bagaimana cara menguasainya "


" Sangat mudah, kamu hanya perlu memakan sisik itu dan menyerap nya "


Shen mengambil sisik itu dan mencoba menelan nya tapi tidak berhasil karena sisik emas itu berukuran lebih lebar dari mulutnya.


" Manusia aku tadi lupa memberitahu mu sisik itu harus bisa kamu telan hanya dengan tiga kali percobaan dan kamu sudah dua kali melakukannya dengan gagal "


" Kenapa kamu baru memberitahukan nya sekarang " Shen merasa kesal. jika sekali lagi dia gagal menelan emas itu dia tidak akan bisa mengusai jurus sisik pelindung tubuh.


Shen menarik nafas dalam dalam dan Perlahan membuka mulutnya selebar mungkin untuk menelan emas itu.


Shen berhasil memasukan setengah dari emas itu tapi tenggorokan nya terasa sangat sakit dan tidak bisa menelan emas itu.


" Muntah kan saja , kamu terlalu lemah untuk menelan sisik emas ku "


Shen tidak berhenti berusaha dia terus mendorong emas itu masuk kedalam tenggorokan dengan jarinya.


Sisik Emas itu akhirnya berhasil masuk dan shen langsung menyerap sisik emas itu. Perlahan sisik emas itu melebur dan mengalir seperti air dan langsung masuk kedalam perutnya.


Shen membuka mata nya dia sudah kembali lagi ke tempat nya.


Shen memegangi tenggorokan nya yang masih terasa sangat sakit.


" Hampir saja aku mati kehabisan nafas gara gara sisik emas itu "