
Duan molpi dan yui yang melihat shen keluar dari ruangan ketua Xu long in bergegas menghampirinya, rasa penasaran mereka membuat duan langsung bertanya pada shen.
" Apa yang sudah kamu lakukan, apa ketua mengusir kami keluar perguruan " ucap molpi.
" Aku tidak melakukan apapun dan untuk apa ketua menyuruh kalian keluar " sahut shen dengan santai.
" Lalu sekarang kamu mau ke mana?" tanya yui.
" Mau beristirahat " sahut shen sambil berjalan pergi.
" Beristirahat di mana?" tanya duan sambil menatap yui dan molpi.
" Aku juga tidak tahu kenapa kita tidak mengikutinya saja " sahut yui.
" Ide yang bagus, ayo kita ikuti " ucap duan yang langsung berjalan pelan mengikuti shen dari belakang.
" Tuan " panggil seseorang yang berdiri y
tidak jauh dari shen.
" Kamu baru saja kita tidak bertemu dan sekarang kamu memanggilku tuan lagi " ucap shen sambil berjalan menghampiri go giong.
" Walau sudah lebih dua tahun tuan tetaplah tuan ku " sahut go giong.
" Aku lebih suka kamu memanggil namaku " ucap shen.
" Baik " sahut go giong.
" Bagaimana kabarmu?" tanya shen yang langsung duduk sambil bersandar.
" Tentu saja sangat baik " sahut go giong sambil menatap ke arah duan dan kedua temannya.
" Kalian bertiga kenapa mengikutinya dari belakang " teriak go giong.
" Kita ketahuan ketua bagaimana ini " bisik molpi.
" Maafkan kami ketua " ucap duan yui dan molpi sambil menundukan kepalanya.
" Kemarilah, beri hormat padanya " sahut go giong.
" Hormat " ucap duan dan molpi serentak.
" Iya hormat, walau dia bukan ketua dia masih senior kalian " sahut go giong.
" Sudahlah, lagipula dia teman-temanku jangan terlalu galak seperti itu " ucap shen dengan santai.
" Kalau begitu kalian bertiga kembali berlatih setengah jam lagi aku akan mendatangi kalian lagi " sahut go giong.
" Baik ketua " ucap duan yui dan molpi yang langsung pergi.
" Kamu masih saja terlalu kaku sama seperti dulu, oh ya di mana xieyu mei?" tanya shen.
" Xieyu mei pergi menghadiri pertemuan penting, mungkin dua hari lagi baru pulang " sahut go giong.
" Kalau kedua putri itu sudah di antarkan ketua xu long in kembali ke kerajaan masing-masing " sambung go giong.
" Oh begitu, ya sudah aku tidak mengganggumu lagi. Aku mau istirahat dulu " ucap shen yang langsung berdiri dan berjalan pergi meninggalkan go giong.
Shen yang sudah berada di kamarnya bergegas membaringkan badannya, suasana yang membuatnya selalu merindukan perguruan langit biru akhirnya terobati.
" Apa kamu melupakan sesuatu?" tanya mo yang tiba-tiba berada di sebelah shen.
" Melupakan apa?" tanya shen balik.
" Hadiah yang sebelumnya kamu dapat di dataran berpasir bukannya kamu ingin memberikannya pada kedua ketuamu " sahut mo.
" Aku melupakannya, nanti akan ku berikan buah mutiara itu pada ketua xu long in semoga saja berguna baginya " ucap shen.
" Baguslah kalau kamu sudah mengingatnya " sahut mo yang kembali menghilang.
Bagaimana dengan akar itu, apa akar itu juga berguna bagi ketua xu ling " dalam hati shen.
" Jangan meremehkan akar itu walau kita tidak tahu apa manfaatnya bukan berarti itu tidak berguna " sahut sheng.
" Ya sudah nanti akan ku berikan saja pada ketua xu ling " ucap shen sambil menutup matanya.
Tok, tok, tok, tok..
Tok, tok, tok, tok.....
Suara ketukan pintu yang berulang kali terdengar semakin keras membuat shen mau tidak mau membuka matanya, shen yang masih mengantuk perlahan berjalan ke arah pintu dan membukanya.
" Buka matamu, ketua xu long in memanggilmu sekarang " ucap xieyu mei yang berdiri di depan shen.
" Eh xieyu mei sudah pulang, tunggu sebentar aku mau ganti baju dulu" sahut shen.
" Cepatlah, ketua xu long in menunggumu di ruangannya " teriak xieyu mei yang langsung pergi.
Xieyu mei yang berdiri di depan pintu ruangan ketua xu long in langsung menghentikan langkahnya.
" Baiklah terima kasih, kamu kembali saja dulu aku ingin berbicara empat mata dengannya " sahut ketua xu long in.
" Baik ketua " ucap xieyu mei yang langsung l
pergi.
Tok, tok, tok...
Shen yang baru tiba di depan ruangan ketua xu long in bergegas mengetuk pintu.
" Masuklah " ucap ketua xu long in dari dalam ruangan.
" Ada apa ketua memanggilku " sahut shen.
" Aku ingin membicarakan pernikahanmu, sebelumnya aku sudah berjanji mengizinkanmu menikahi ketiga gadis itu setelah kamu berada di tingkat langit tahap semesta dan itu sudah kamu wujudkan " ucap ketua xu long in.
" Aku harus apa ketua?" tanya shen.
" Kamu tenang saja aku sudah membicarakannya pada kedua keluarga kerajaan itu dan mereka menyetujuinya hanya saja mereka meminta aku membawamu ke sana " sahut ketua xu long in.
" Terima kasih, ketua sudah banyak membantuku " ucap shen.
" Kamu sudah seperti anakku sendiri sudah pasti aku akan membantumu " sahut ketua xu long in.
" Karena ketua sudah menganggapku sebagai anak biarkan anak ini memberikan orang tuannya sesuatu " ucap shen yang langsung membuka kotak ruangnya.
" Ini untuk ketua " sambung shen sambil memberikan buah mutiara ke tangan ketua xu long in.
" Buah mutiara ini apa benar untukku " sahut ketua xu long in.
" Iya " ucap shen.
" Kamu memang pantas menjadi anakku, dengan adanya buah mutiara ini kekuatatanku dan pelatihanku akan bersatu sepenuhnya " sahut ketua xu long in yang langsung memeluk shen.
" Aku senang jika itu bisa berguna untuk ketua, kita akan pergi ke kedua kerajaan itu setelah aku menyatakan perasaanku pada xieyu mei " ucap shen.
" Tidak masalah, kapanpun kamu siap aku akan menemanimu pergi " sahut ketua xu long in.
" Terima kasih ketua kalau begitu aku pergi dulu " ucap shen.
" Pergilah, oh ya sepertinya xu ling juga mencarimu dua hari ini " Sahut ketua xu long in.
" Baik aku akan pergi menemui ketua xu ling sekarang " ucap shen sambil berjalan pergi.
Haaah, aku merasa lega buah itu berguna bagi ketua xu long in " dalam hati shen.
" Tentu saja itu sangat berguna baginya, apa lagi kekuatannya yang sudah tidak bisa menyatu dengan pelatihannya kini akan segera menyatu " sahut sheng.
" Ya, sekarang giliran akar itu tapi kenapa aku sedikit ragu ingin memberikannya pada ketua xu ling " ucap shen sambil terus berjalan ke arah ruangan ketua xu ling.
" Tidak perlu ragu aku sangat yakin ketuamu pasti menerimanya " sahut sheng.
Shen yang berdiri di depan pintu ruangan ketua xu ling bersiap mengetuknya, belum sempat shen mengetuk pintu suara ketua xu ling terdengar memanggilnya.
" Shen masuklah " ucap ketua xu ling dari dalam ruangan.
" Ada apa ketua memanggilku?" tanya shen.
" Sebentar lagi kamu sudah akan menikah aku hanya ingin mengingatkanmu untuk adil nantinya, dan satu lagi aku tidak mengizinkanmu menyakiti xieyu mei apapun yang terjadi " sahut ketua xu ling.
" Ketua tenang saja aku tulus mencintai xieyu mei, walau aku harus menikahi putri shie dan putri yun lie aku juga tidak akan menyakiti xieyu mei " ucap shen.
" Baguslah kalau begitu " sahut ketua xu ling.
" Maaf ketua xu ling aku hanya bisa memberikanmu ini " ucap shen sambil membuka genggaman tangannya.
" Apa kamu yakin itu untukku " sahut ketua xu ling sambil terus menatap akar yang berada di tangan shen.
" Aku tahu mungkin ketua tidak membutuhkannya, kalau begitu aku akan membuangnya " ucap shen.
" Apa kamu bodoh, tentu saja aku akan menerimanya hanya saja aku masih tidak yakin kamu benar-benar memberikan akar kuku dewi itu padaku " sahut ketua xu ling.
" Tapi aku benar-benar memberikannya untuk ketua " ucap shen.
" Kalau begitu aku akan menerimanya " sahut ketua xu ling.
" Terima kasih ketua sudah mau menerimanya " ucap shen.
" Hanya orang bodoh yang tidak menerimanya harusnya aku yang bilang terima kasih, jujur saja aku sudah mencari akar kuku dewi ini dari aku kecil tidak aku sangka aku bisa memilikinya sekarang " sahut ketua xu ling sambil tersenyum bahagia.
" Aku senang ketua xu ling menerimanya, kalau begitu aku pergi dulu " ucap shen.
" Pergilah, oh ya karena kamu sudah pulang lebih baik kamu membantu xieyu mengajar murid tingkat jendral "sahut ketua xu ling.
" Baik ketua " ucap shen sambil berjalan pergi.