Pendekar Naga Tunggal

Pendekar Naga Tunggal
Bab 109


Aku hanya perlu menyentuhnya saja setelah itu aku bisa langsung pergi dari sini " dalam hati shen meyakinkan dirinya sendiri.


" Cepatlah apa yang kamu tunggu " ucap suara tanpa wujud yang membuat shen terkejut.


" Haaaaah " shen menghela nafas sambil terus memperhatikan cermin di depannya.


Shen yang berdiri di depan cermin mencoba menyentuh cermin itu dengan ujung jarinya.


Tepat setelah ujung jari shen menyentuh cermin itu ruangan mulai bergetar, semua benda yang tergantung di dalam ruangan berjatuhan bahkan membuat kitab yang tersusun rapi menjadi berantakan.


Shen yang tidak tahu apa yang terjadi dan apa yang harus dia lakukan bergegas keluar ruangan, shen yang membuka pintu ruangan di kejutkan dengan berdirinya ayah yi lieng dan kakek yi lieng yang terus menatapnya.


" Apa yang sudah kamu perbuat, bukankah aku sudah memberitahumu jangan berbicara dengan suara yang berada di dalam ruangan itu dan jangan mendekati cermin apa lagi sampai menyentuhnya " ucap ayah yi lieng yang terlihat sangat marah.


" Aku hanya menyentuhnya sedikit aku tidak memecahkan nya " sahut shen.


" Anak muda permasalahannya bukan karena kamu tidak memecahkan cermin itu, tapi karena kamu menyentuh cermin itu membuat roh penjaga ruang nirwana yang selama ratusan tahun ini keluar dengan mudah melalui cermin itu " sahut kakek yi lieng.


" Maaf aku tidak mengetahuinya, penjaga ruang nirwana itu membantu ku di waktu aku hampir kehilangan nyawa saat berada di dunia kitab. Aku hanya ingin membalasnya " ucap shen sambil menundukan kepalanya.


" Penyesalan mu tidak berguna semua yang terjadi karena mu, aku harus menghukum mu atas nama perguruan Diyu zi " ucap ayah yi lieng sambil mengarahkan pedangnya ke leher shen.


" Apa yang ayah lakukan " teriak yi lieng sambil berlari ke arah shen.


Yi lieng yang berada di sebelah shen langsung memegang pedang ayahnya dengan tangannya sendiri.


" Yi lieng apa kamu sudah gila " teriak sang kakek.


" Kenapa kalian menyalahkan semua padanya, kenapa ayah ingin menghukumnya " teriak yi lieng yang langsung menarik pedang ayahnya dan melemparnya.


Shen yang melihat tangan yi lieng berdarah bergegas merobek lengan bajunya dan mengikatkannya ke tangan yi lieng.


" Apa kamu bodoh, ini urusan ku kamu tidak perlu ikut campur " ucap shen sambil menatap yi lieng.


" Kamu sudah mendengarnya ini urusan dia dan perguruan kita, kamu tidak perlu ikut campur " sahut ayah yi lieng.


" Bawa yi lieng ke kamarnya jangan biarkan dia pergi dari kamarnya walau hanya satu langkah pun " ucap kakek yi lieng.


" Tidak aku ingin tetap di sini kalian tidak boleh menghukumnya " teriak yi lieng yang di bawa paksa beberapa murid perguruan Diyu zi.


" Anak muda sekarang bagaimana kamu menyelesaikan masalah ini " ucap kekek yi lieng.


" Hahahahaha... " suara tawa tiba tiba menggema membuat ayah dan kakek yi lieng merasa sangat terkejut.


" Perguruan sampah yang mengurungku hingga ratusan tahun ternyata hanya seperti ini, aku sangat menyesal baru bisa keluar dari ruangan itu sekarang " ucap asap putih yang terbang tepat di atas shen.


" Roh tingkat langit tahap lima, apa kamu berpikir kamu masih hebat seperti saat kamu masih hidup dulu " ucap kakek yi lieng.


" Ho ho, bukannya kalian tahu aku hebat atau tidak. Kalau aku tidak sangat hebat apa mungkin kalian menyegel ku di dalam ruangan itu " sahut asap putih itu.


Ayah yi lieng yang mengetahui dia dan ayahnya tidak akan mampu mengalahkan asap putih itu langsung menarik shen dengan kekuatannya dan mengarahkan pedangnya ke leher shen.


" Hahahaha, apa kamu berpikir aku perduli dengannya aku pernah menyelamatkannya dan dia telah menyelamatkan ku di antara kami sudah tidak ada hubungan " sahut asap putih itu sambil tertawa.


" Kamu dengar dia yang kamu selamatkan tidak akan menyelamatkan mu, sekarang habislah kamu " ucap ayah yi lieng.


Shen yang mendengar perkataan ayah yi lieng hanya tersenyum sambil menatap asap putih di atasnya.


" Kamu sudah menguasai jurus dua dunia, bagi mu sekarang pergi dari perguruan ini sangatlah mudah " ucap asap putih yang bertelepati pada shen.


" Aku baru saja mengusai jurus itu, aku belum tahu bagaimana menggunakan jurus dua dunia itu " sahut shen.


" Tidak ada yang susah kamu hanya perlu berteleportasi berpindah jauh dari perguruan ini ke tempat lain " ucap asap putih itu.


" Bagaimana caranya " sahut shen lagi.


" Kamu hanya perlu memikirkan sebuah tempat yang ingin kamu tuju, dengan begitu kamu akan langsung berpindah ke tempat tujuan mu " ucap asap putih itu.


" Aku minta maaf telah melibatkan mu di lain waktu jika kamu membutuhkan bantuan ku jangan sungkan memanggil ku dengan tiga kali bertepuk tangan, aku tidak bisa berlama lama di sini aku pergi dulu " sambung asap putih itu yang masih bertelepati pada shen.


" Aku tidak ingin berhadapan dengan manusia lemah seperti kalian, aku pergi dulu semoga kita tidak akan pernah bertemu lagi "ucap asap putih yang langsung melesat terbang tinggi.


" Cih ini semua karena mu, ayah aku ingin menghukum mati anak muda ini " ucap ayah yi lieng.


" Sudahlah kamu urus saja sendiri aku lelah, kalau kamu menghabisinya jangan sampai yi lieng mengetahuinya atau dia akan membenci mu " sahut kakek yi lieng.


" Tentu saja " ucap ayah yi lieng yang melihat ayahnya mulai menjauh.


" Cepat jalan, aku sudah tidak sabar ingin menghabisi mu " ucap ayah yi lieng yang masih mengarahkan pedangnya ke leher shen.


Shen yang awalnya diam dan mengikuti ayah yi lieng tiba tiba menghentikan langkahnya, shen memutar badannya menatap ayah yi lieng dengan sangat tajam.


" Aku sudah meminta maaf tapi kamu masih tidak melepaskan ku, sepertinya kamu dari awal memang membenci ku dan sengaja mencari kesalahan ku " ucap shen.


" Cih, baguslah kalau kamu tahu dari awal memang aku tidak menyukaimu " sahut ayah yi lieng.


" Apa salahku hingga membuat mu membenci ku " ucap shen.


" Cih demi kamu putri ku membantah perkataan ku, demi kamu juga putri ku meminta izin dengan ayah ku. Kamu tahu semua itu di lakukan putri ku karena dia sangat menyukai mu " sambung ayah yi lieng.


" Lalu apa salahnya " sahut shen dengan santai.


" Salahnya dari awal aku tidak menyukaimu yang sangat lemah walau ku tahu sekarang kamu sudah menjadi sedikit kuat, bagi ku kamu tidak pantas untuk putri ku " ucap ayah yi lieng.


" Oh ya ada satu hal yang harus kamu tahu, sebenarnya aku sudah sangat lama ingin roh penjaga ruangan itu pergi kalau bukan karena ayah ku yang terus ingin mempertahankan roh itu aku juga tidak akan mau, tapi terima kasih untuk mu yang sudah membantu ku akhirnya aku tidak perlu lagi mengotori nama baik ku" sambung ayah yi lieng.


" Heh, jadi bisa di bilang sebenarnya aku tidak bersalah di sini kalau begitu aku tidak perlu menerima hukuman yang bukan karena salah ku " sahut shen sambil tersenyum.


" Apa kamu berpikir aku akan melepaskan mu, jujur saja itu tidak akan mungkin " ucap ayah yi lieng sambil tersenyum licik.


" Aku tidak pernah berpikir kamu akan melepaskan ku, karena aku bisa pergi dari sini dengan sangat mudah. Hahahaha " sahut shen sambil tertawa sangat keras.