Pendekar Naga Tunggal

Pendekar Naga Tunggal
Bab 130


" Shen sebenarnya apa saja yang sudah kamu dapat saat pergi, bagaimana bisa kekuatanmu jauh di atas ku " ucap xieyu mei yang langsung duduk bersandar di samping shen.


" Perjalanan yang jauh membuatku lebih banyak belajar dari pada dirimu " sahut shen sambil menatap xieyu mei.


" Kalau begitu seberapa kuat kamu sekarang?" tanya xieyu mei.


" Tidak tahu " sahut shen dengan santai.


" Haaaaah " xieyu mei menghela nafas sambil mengangkat kepalanya.


" Aku akan mengajarimu apa yang aku bisa dengan begitu kita bisa menjadi sama-sama kuat " ucap shen.


" Emmmmm, kamu benar kalau begitu mari kita berlatih sekarang " sahut xieyu mei yang langsung berdiri.


Shen yang melihat semangat dari dalam diri xieyu mei langsung bangkit berdiri.


" Baik yang harus kamu ingat ada dua hal.


Yang pertama kamu harus memperhatikan gerakan tangan dan kaki musuh, yang kedua kamu harus bisa mengukur kecepatan dirimu sendiri dan musuhmu " ucap shen.


" Bagaimana cara mengukur kecepatan musuh?" tanya xieyu mei.


" Bandingkan dengan kecepatanmu sendiri, bergeraklah secepat mungkin dengan begitu musuh akan mengikuti seberapa cepat gerakan mu " sahut shen.


" Baiklah aku mengerti sekarang, sebagai percobaan bagaimana jika kamu menunjukkan seranganmu padaku " ucap xieyu mei.


" Kalau begitu aku akan menyerangmu, ingat perhatian setiap gerakanku " sahut shen.


Xieyu mei menganggukkan kepalanya tanda mengerti, shen yang melihat xieyu mei sudah bersiap langsung berjalan ke arahnya.


Shen yang melihat xieyu mei terus memperhatikan gerakannya langsung mengarahkan tangannya tepat ke dada xieyu mei.


Plaaaaaak, plaaaaak, plaaaaak...


Xieyu mei yang memperhatikan dengan jelas gerakan tangan shen dengan mudah menangkis setiap serangan tangan shen.


Shen yang melihat xieyu mei hanya fokus di gerakan tangannya langsung mengarahkan kakinya ke arah perut xieyu mei.


Xieyu mei yang tidak menyadari serangan kaki shen tidak bisa lagi menghindar.


Bruuuuuuuuuuuuuuuuuuuuk...


Shen yang sudah tahu xieyu mei tidak mampu menghindar langsung mengarahkan kakinya ke dinding tepat di samping perut xieyu mei.


" Hah hah hah " xieyu mei mencoba mengatur nafasnya yang masih tidak beraturan.


" Sudah ku bilang kamu harus memperhatikan setiap gerakanku tidak perduli itu gerakan tangan atau kaki, jika saja tadi aku sengaja tidak menghindar kamu tahu sendiri apa yang terjadi " ucap shen.


" Aku terlalu fokus ke tangan mu maaf " sahut xieyu mei.


" Kalau begitu kamu beristirahat saja dulu " ucap shen.


" Tidak perlu mari kita mengulanginya lagi " sahut xieyu mei bersemangat.


" Ya sudah kalau begitu kamu saja yang menyerang ku, ingat perhatikan setiap gerakan ku " ucap shen.


Xieyu mei kembali menganggukkan kepalanya, xieyu mei yang berdiri tepat di depan shen langsung mengarahkan pukulannya ke wajah shen.


Buuuuuug, buuuug, buuuug.....


" Jangan fokus menyerang cari kelemahan musuh dan alihkan seranganmu " ucap shen yang terus menangkis pukulan xieyu mei.


Xieyu mei yang melihat kaki shen tidak memiliki persiapan langsung menendangnya dengan kakinya.


Shen sendiri yang tahu xieyu mei ingin menyerang kakinya langsung melompat ke belakang xieyu mei.


" Seranganmu hampir sempurna hanya saja terlalu lambat, istirahatlah dulu " ucap shen.


" Tidak mari kita lanjutkan lagi, kali ini kamu yang menyerangku " sahut xieyu mei.


" Baiklah " sahut shen dengan santai.


Xieyu mei yang memperhatikan shen dengan serius langsung bisa menebak shen akan menyerang ke arah wajahnya, xieyu mei yang mengetahui gerakan shen langsung menyerangnya terlebih dulu.


Buuuuuug, buuuug, buuuug...


Serangan xieyu mei yang bertubi-tubi membuat shen langsung termundur.


" Bagus gerakanmu sudah sempurna " ucap shen.


" Ketua " ucap shen dan xieyu mei serentak.


" Aku membawakan kalian makan, makanlah dulu " sahut ketua xu ling.


" Baik ketua terima kasih " ucap shen dan xieyu mei.


Shen yang melihat ketua xu ling membawa pangsit daging langsung memakannya dengan lahap.


" Xieyu mei aku baru meninggalkanmu sebentar kamu sudah ada perubahan " ucap ketua xu ling.


" Shen yang sudah menjelaskannya aku hanya mengikuti arahannya saja " sahut xieyu mei sambil memakan pangsit di depannya.


" Bagus karena kekuatan luar kalian berdua sudah sempurna sekarang waktunya kalian mengeluarkan kekuatan senjata kalian " ucap ketua xu ling.


" Tapi ketua xieyu mei bisa saja terluka " sahut shen.


" Bukannya kamu juga bisa menyembuhkannya " ucap ketua xu ling.


" Aku tidak mau tahu kalian berdua harus sama-sama mengeluarkan senjata kalian, di pertandingan nanti senjata menjadi yang pertama di gunakan saat menyerang" sambung ketua xu ling.


" Baik ketua " sahut shen dan xieyu mei.


Shen yang sudah selesai makan langsung menyandarkan badannya, shen terus berpikir apakah dia harus mengeluarkan pedangnya.


" Kekuatan pedangmu bisa saja membunuhnya, kamu harus bisa mengontrol kekuatanmu jika perlu kamu jangan menggunakannya" ucap sheng.


" Masalahnya itu juga yang aku takutkan " sahut shen dengan suara pelan.


" Karena kalian sudah selesai kembalilah berlatih, aku ingin melihat sejauh mana kekuatan kalian dalam menggunakan senjata dan seberapa kuat senjata kalian " ucap ketua xu ling.


Shen dan xieyu mei yang tidak bisa menolak terpaksa sama-sama langsung berdiri, shen dan xieyu mei yang sudah mengambil jarak langsung bersiap mengeluarkan kekuatan mereka masing-masing.


Xieyu mei yang sudah memegang cambuknya langsung berlari ke arah shen sambil mengayunkan cambuknya.


Cheeeeeeeeeeeeeettttaaaaaarrrr...


Cheeeeeeeeeeeeeeetttttttaaaaaarrrrr...


Suara cambuk xieyu mei menggema di ruangan latihan mereka, shen yang tidak ingin melukai xieyu mei dengan pedangnya terpaksa hanya menggunakan sarung pedangnya.


Shen yang melihat cambuk xieyu mei mengarah padanya langsung melilitkannya di sarung pedangnya dan langsung menangkapnya, shen yang sudah memindahkan cambuk xieyu mei ke tangan kirinya dengan terpaksa mengayunkan sarung pedangnya.


Bruuuuuuuuuuuuuuuuaaaaaaaaaak...


Xieyu mei yang terlempar ke belakang membuat shen tidak tega dan langsung menghampirinya.


" Apa kamu baik-baik saja? " tanya shen.


" Tentu saja " sahut xieyu mei.


" Kekuatan mu shen jauh di atas xieyu mei, walau begitu xieyu mei tidak boleh menganggap dirinya sendiri lemah kamu harus bisa mengimbangi shen " ucap ketua xu ling.


" Baik ketua " sahut xieyu mei.


Ketua xu ling yang masih memiliki urusan lain bergegas pergi meninggalkan shen dan xieyu mei lagi, shen yang melihat xieyu mei berjalan dengan sangat pelan langsung menggendongnya.


" Aku bisa berjalan sendiri " ucap xieyu mei.


" Sudahlah diam saja " sahut shen yang langsung berjalan ke pinggir sambil menggendong xieyu mei.


Xieyu mei yang melihat shen bersikeras ingin menggendongnya terpaksa hanya diam, shen yang sampai di tempat istirahat langsung menurunkan xieyu mei dengan hati-hati.


" Katakan di mana yang sakit, perlukah aku memijatnya " ucap shen.


" Tidak perlu mencari kesempatan aku tidak apa-apa, untuk sekarang kita beristirahat saja dulu besok aku akan membalasmu " sahut xieyu mei.


" Baiklah aku menunggunya dengan senang hati " sahut shen sambil menatap xieyu mei.


Shen yang merasa lelah langsung berbaring di samping xieyu mei lalu menutup matanya.


" Shen kekuatan sarung pedangmu saja sehebat itu bagaimana dengan pedangmu " ucap xieyu mei.


" Karena pedangku sangat kuat aku tidak ingin menggunakannya, jujur saja aku tidak ingin kamu terluka " sahut shen yang masih menutup matanya.


" Shen kamu tidak hanya kuat kamu juga sebenarnya baik hati, kalau aku boleh tahu siapa wanita yang kamu cintai?" tanya xieyu mei.


Shen yang menutup matanya tanpa sadar langsung tertidur lelap, xieyu mei yang tidak mendengar suara shen langsung menatapnya xieyu mei tersenyum sendiri melihat shen yang sudah tertidur pulas dan tidak mendengar apa yang di katakannya.