Pendekar Naga Tunggal

Pendekar Naga Tunggal
Bab 158


Shen yang sempat terdiam sejenak sambil memperhatikan sekelilingnya memutuskan langsung menaiki gunung, shen berpikir jika tingkat langit tahap dua saja sudah sangat kuat bagaimana dengan tingkat langit tahap selanjutnya.


Gelapnya malam tidak menyurutkan semangat shen untuk terus mendaki gunung, dengan kedua api suci di tangannya yang menjadi penerang shen berjalan mendaki gunung tanpa memperhatikan sekelilingnya yang terlihat sangat gelap.


Lolongan serigala yang sesekali terdengar membuat perjalanan shen terasa tidak lagi sunyi, shen yang terus berjalan di kejutkan dengan mo yang tiba-tiba berdiri di depan menghalangi jalannya.


" Mo ada apa, kenapa kamu menghalangi jalanku?" tanya shen.


" Berhentilah bersuara, aku dari tadi melihatmu sedang di perhatikan dari kejauhan " sahut mo.


Shen yang mendengar perkataan mo langsung menutup mulutnya, pandangangannya yang awalnya hanya fokus ke jalan di depannya tanpa sadar langsung memperhatikan sekelilingnya.


" Aku tidak melihat apapun, apa benar yang kamu katakan?" tanya shen.


" Kapan aku pernah membohongimu " sahut mo.


" Lalu sekarang aku harus apa aku tidak melihat siapapun " ucap shen.


" Sudahlah lanjutkan saja perjalananmu, nanti jika dia bersiap bergerak menyerangmu akan ku beritahu padamu " sahut mo yang kembali menghilang.


Siapa kira-kira yang mengikutiku, kenapa mo terlihat panik tidak seperti biasanya" dalam hati shen.


" Haaaaah " shen menghela nafas sambil kembali memperhatikan sekelilingnya.


Shen yang masih tidak melihat siapapun di sekitarnya langsung kembali melanjutkan perjalanannya.


" Memang benar seseorang sedang mengikutimu dan kekuatan orang itu jauh di atasmu" ucap sheng.


" Siapa dia, apa dia penunggu gunung ini " sahut shen.


" Mungkin saja, tapi dia dari tadi hanya mengawasimu dari kejauhan ada kemungkinan dia tidak jahat " ucap sheng lagi.


" Sudahlah, yang terpenting dia tidak menggangguku dan aku tidak mengganggunya " sahut shen yang terus berjalan.


Shen yang berjalan semalaman akhirnya sampai di puncak gunung, matahari pagi yang seakan menyambut shen membuatnya yang baru sampai di puncak gunung langsung duduk sambil meluruskan kedua kakinya.


" Haaah, berjalan menaiki gunung lebih melelahkan dari pada berjalan biasa " ucap shen sambil menutup matanya.


Shen yang membuka matanya langsung menatap mo yang berdiri di depannya, masih sama seperti sebelumnya wajah mo yang terlihat tegang membuat shen penasaran apa yang di lihat mo.


" Untuk apa kamu mengukuti kami?" tanya mo dengan tegas.


" Mo kamu berbicara dengan siapa, kenapa aku tidak melihatnya " sahut shen.


Mo yang terlihat sangat serius tidak mendengarkan perkataan shen yang duduk di bawahnya.


" Hehehehehe, aku tidak percaya ternyata ada yang bisa merasakan keberadaanku " ucap suara tanpa wujud yang langsung membuat shen berdiri.


" Siapa kamu?" tanya mo lagi.


" Aku sama sepertimu, hanya saja aku tidak memiliki tempat sepertimu " sahut suara tanpa wujud.


" Apa yang kamu mau, kenapa kamu mengikuti kami?" tanya mo lagi.


" Kamu terlihat sangat tegang, tenang saja aku tidak akan menyentuhnya " sahut suara tanpa wujud.


" Aku bisa merasakan kekuatanmu yang terbilang sangat kuat, lalu untuk apa kamu mengikuti kami " ucap mo.


" Walau aku dulu sangat kuat tapi aku yang sekarang hanya kepingan roh, kekuatanku sudah jauh berkurang " sahut suara tanpa wujud.


" Ku tanya sekali lagi, kenapa kamu mengikuti kami?" tanya mo yang terlihat sangat kesal.


" Mo tenanglah biarkan aku yang bertanya padanya " sahut shen.


" Aku hanya kepingan roh yang tidak memiliki tempat tinggal aku berkeliaran kemanapun aku mau, aku tadi tidak sengaja melihatmu menghabisi para iblis hanya dengan hitungan menit aku merasa penasaran denganmu " sahut suara tanpa wujud.


" Begini saja, karena aku tidak bisa melihat anda ku harap anda tidak menggangguku karena aku juga tidak mengganggu anda, Jika ada yang ingin anda minta tunggu aku menyelesaikan penyerapan batu jiwa " ucap shen.


" Kamu masih muda tapi terlihat sangat bijaksana, kalau begitu aku akan tetap di sini menunggumu karena ada satu hal yang ingin aku minta darimu " sahut suara tanpa wujud.


" Baiklah, kalau begitu aku akan memulai penyerapan " ucap shen.


" Heeeh, untuk berjaga-jaga aku akan tetap di sampingmu kita masih belum tahu apa tujuan utama dia " sahut mo.


" Terserah kamu saja " ucap shen yang langsung mengeluarkan batu jiwa dari kotak ruangnya.


Shen yang mengeluarkan batu jiwa dari kotak ruangnya langsung menghitung jumlah keseluruhan batu jiwanya, shen yang sudah selesai menghitung batu jiwa tanpa banyak berpikir langsung menyerapnya satu persatu.


Shen fokus menyerap sepuluh batu jiwa perhari, dua ratus tujuh puluh batu jiwa membuat shen menghabiskan dua puluh tujuh harinya hanya untuk menyerap batu jiwa miliknya.


Setelah menyelesaikan penyerapan perlahan shen kembali merasa tubuhnya semakin terasa ringan, shen yang membuka matanya langsung menatap ke arah mo yang masih berdiri di sampingnya.


" Mo, aku tidak berpikir kamu benar-benar berada di sampingku " ucap shen.


" Aku selalu berjaga di sampingmu jujur saja aku tidak yakin padanya " sahut mo.


" Ya sudahlah aku juga sudah selesai menyerap batu jiwa kamu lebih baik beristirahat saja sekarang " ucap shen.


" Baiklah, tapi ku harap kamu tetap berhati-hati " sahut mo.


" Hehehehehe, kamu menyerap dua ratus tujuh puluh batu jiwa memerlukan dua puluh tujuh hari itu membuatku menunggumu terlalu lama " ucap suara tanpa wujud.


" Maaf jika membuat anda menunggu " sahut shen.


" Sudahlah lupakan saja, sebelum aku meminta bantuanmu aku ingin memberitahumu sesuatu " ucap suara tanpa wujud.


" Memberitahu apa katakan saja " sahut shen.


" Walau kamu sudah menyerap batu jiwa dan pelatihanmu mulai meningkat tapi tetap saja kekuatanmu belum menyatu " ucap suara tanpa wujud.


" Ya aku mengetahuinya itu sama seperti sebelumnya " sahut shen.


" Jika menunggu kekuatanmu menyatu dengan sendirinya itu akan memakan waktu sangat lama, sekarang kamu dengarkan perkataanku percayalah aku bisa membuat kekuatanmu menyatu dengan pelatihanmu " ucap suara tanpa wujud.


" Bagaimana caranya?" tanya shen.


" Yang harus kamu lakukan adalah membuat tubuhmu merasa tidak nyaman, totok bagian dadamu sebelah kiri dan biarkan dada sebelah kanan menerima aliran kekuatanmu " ucap suara tanpa wujud.


" Apa hanya seperti itu saja?" tanya shen lagi.


" Ya, setelah kekuatanmu mengalir totok di bagian sebaliknya dan lepas totokanmu sebelumnya " sahut suara tanpa wujud.


" Aku percaya padamu " ucap shen yang langsung menotok dadanya sebelah kiri hingga membuat sebagian tubuhnya tidak bisa bergerak.


Shen yang perlahan merasakan kekuatannya mengalir langsung melepas totokan dada sebelah kirinya dan berganti ke dada sebelah kanannya.


Shen yang merasakan kekuatannya mulai menyatu langsung melepaskan totokannya dan mencoba menyatukan kekuatan yang baru di rasakannya dengan kekuatannya sebelumnya.


Shen merasa tubuhnya tidak hanya lebih ringan dari sebelumnya, kekuatannya yang baru saja menyatu membuatnya merasakan perbedaan kekuatannya.


" Benar bukan apa yang ku katakan " ucap suara tanpa wujud.


" Terima kasih, sudah memberitahuku " sahut shen.


" Hehehehe, itu bukan apa-apa karena permintaanku mungkin sangat berat bagimu " ucap suara tanpa wujud.