Pendekar Naga Tunggal

Pendekar Naga Tunggal
Bab 78


Shen berlari keluar dari jurang Kegelapan, dia ingin mencari hewan spiritual seperti apa yang membuat nya harus Kehilangan chiktan.


Arrrrrrrrkkkkkhhhhh... teriak shen sambil terus berlari.


Shen mengayunkan pedang nya membuat rumput dan pepohanan hancur terbelah.


" Keluar kamu, keluar " Teriak shen yang terlihat sangat marah.


desisan ular terdengar semakin mendekat, shen memutar badan nya mencari asal suara ular itu.


" Sungguh manusia yang bodoh " kata ular itu yang tiba tiba berada di depan shen.


Shen yang melihat nya semakin marah besar, Shen mengayunkan pedang nya berulang kali ke arah ular itu.


" Hanya seperti itu saja kamu ingin membunuh ku, kamu sungguh naif manusia " kata ular itu


" Kamu membuat ku Kehilangan sesuatu yang paling berharga untuk ku, apa kamu berfikir hanya itu yang bisa ku lakukan "kata shen yang menatap ular itu dengan tajam.


" Hahahahaha, buktikan jangan hanya bisa berbicara saja " kata ular itu sambil terus tertawa.


Shen berlari menyerang ular itu dengan sekuat tenaga nya.


" Hahahahaha " ular itu menertawakan shen dengan sangat keras.


Baik kamu yang memaksa ku" dalam hati shen.


" awas " teriak mo


Shen langsung menghindar hampir saja dia tidak menyadari kalau ular itu mengeluarkan racun nya.


" Cukup baik " kata ular itu.


Braaaakkk, Braaaakkk.


ular itu mengibaskan ekornya ke arah shen berulang kali, shen menghindari nya dengan cepat sambil terus mencari kelemahan nya.


" Jika kamu menghindar terus hanya membuat mu kehabisan tenaga, serang dia dengan satu jurus mu sisa nya serahkan pada ku " kata sheng.


" Apa kamu yakin " tanya shen.


" Untuk kali ini aku tidak ingin berdebat dengan mu, kamu harus percaya pada ku " kata sheng dengan yakin.


Baiklah kalau begitu " dalam hati shen.


Shen memperhatikan ular itu yang terus menatap nya dan ingin menyerang nya.


" Aku tahu apa yang akan kamu lakukan, aku tidak selemah yang kamu fikirkan " kata ular itu


Jurus pedang tanpa bayangan " teriak shen yang tiba tiba mengayunkan pedangnya.


Duuuuuuuuaaaarrrr... Suara ledakan terdengar sangat keras.


" Lumayan, kamu berhasil membuat ku terluka walau hanya sekecil ini " kata ular itu dengan sombong nya.


" Aku sudah menyerang nya, apa yang akan kamu lakukan " tanya shen.


Sheng tidak menjawab shen dan langsung keluar dari badan nya.


" Hahahahaha, kamu berfikir spiritual mu bisa menghabisi ku. kamu terlalu memandang rendah diri ku " kata ular itu sambi terus menatap sheng.


Sheng hanya memperhatikan ular itu yang bersiap untuk menyerang nya.


Hoooooeeerrrr...


" Badan nya terlalu keras seperti di lapis sisik naga " kata sheng yang berbicara telepati sama shen.


" Lalu bagaimana " kata shen.


Wheeeeesss... Ular itu mengibaskan ekornya membuat sheng terlempar.


" kalian bukan lawan ku " teriak ular itu.


" Benarkah " kata sheng yang terus menatap ular itu.


Wheeeeeesss, gerakan sheng secepat kilat menghampiri ular itu, sheng mengibaskan ekornya lalu menjatuhkan nya ke bawah.


" Sekarang giliran mu " kata sheng yang meminta shen menyambut ular itu di bawah.


Bruuuuuuuaaakkk,,, ular itu terlempar ke bawah dan tepat berada di depan shen.


shen dengan senyum licik nya, berjalan ke arah ular itu dan menusuk kepalanya.


Arrrrrrrrrrkkkkkhhhh... ular itu merasa sangat kesakitan.


" Akan ku bawa kamu mati bersama ku " teriak ular itu.


Ular itu tiba tiba mengeluarkan duri duri tajam di ekornya dan mengibaskan nya ke shen.


Duuuuuuuuuaaaaarrrr... suara ledakan terdengar sangat keras.


Shen memperhatikan dia masih baik baik saja, shen melihat ular itu mati sebelum ekornya menyerang dirinya.


" Siapa yang membunuh nya " dalam hati shen.


Sheng tiba tiba kembali ke dalam badan shen dan tidak bersuara.


Braaaaakkk... seseorang menendang nya dari belakang membuat nya jatuh terlempar.


" Dasar bodoh, jika ingin menyelesaikan masalah bisakah meminta bantuan dari orang lain " kata ketua xu ling yang berjalan ke arahnya.


Shen berdiri kembali dan menghampiri ketua xu ling dan xieyu mei yang terlihat sangat marah.


" Sudahlah xu ling, harus nya kamu bersyukur memiliki murid yang mandiri " sahut ketua xu long in yang berjalan dari belakang ketua xu ling.


" Huuuh " ketua xu ling merasa kesal sendiri.


xieyu mei terus menatap shen, ingin sekali dia juga memukul shen yang bergerak sendirian menghadapi ular berkaki itu. kalau saja dia mati di tangan ular berkaki itu bagaimana dangan dirinya.


" Dasar bodoh " cetus xieyu mei yang berbalik dan berjalan pergi.


Ketua xu ling mengikuti xieyu mei dari belakang meninggalkan shen dan ayah nya.


" terimakasih ketua xu long in sudah membantu ku " kata shen sambil menundukan kepalanya.


" Lupakan saja, Walaupun aku tidak membantu mu tadi aku yakin kamu juga bisa mengatasi ular berkaki itu " kata ketua xu long in menepuk pundak shen.


" Terimakasih ketua " kata shen sambil mengikuti ketua xu long in dari belakang.


Shen dan ketua xu long in kembali ke dalam jurang kegelapan, di dalam ketua xu ling dan xieyu mei sudah bersiap untuk meninggalkan jurang kegelapan.


" Sudah waktunya kita pergi " kata ketua Xu ling sambil menatap shen.


" Baik ketua " jawab shen yang langsung bersiap.