
Shen yang merasa lega telah menguasai jurus pemecah diri langsung bersiap mengeluarkan kitab dewa bumi dari kotak ruangnya dan menaruhnya di pangkuannya, tanpa banyak berpikir shen langsung membuka kitab dewa bumi lalu menutup matanya.
Boooooooooooooom...
Boooooooooooooooom...
Shen tiba tiba merasakan guncangan yang di sambut dengan getaran dan suara hentakan, shen yang merasa penasasan langsung membuka matanya dan melihat apa yang sebenarnya terjadi.
Betapa terkejutnya shen saat melihat tanah tempat dia berpijak mulai terbelah, shen memutar badannya dan berlari menghindari tanah yang terus terbelah seolah mengikuti kemana pun dirinya pergi.
Kenapa tanah ini terus terbelah mengikuti ku, kalau aku terus berlari aku tidak akan bisa menguasai jurus dewa bumi " dalam hati shen.
Shen menghentikan langkahnya dan memutar badannya, shen memperhatikan tanah yang terus terbelah sedang mengarah padanya.
Tanah terbelah itu tiba tiba berhenti di depan shen yang masih berdiri sambil terus memperhatikan, shen yang baru menyadari terbelahnya tanah itu berkaitan dengan jurus dewa bumi mencoba berbicara sambil menghentakan kakinya.
" Aku tidak bermaksud mengganggu, siapa pun kamu tunjukan wujud asli mu " kata shen dengan tenang.
Tepat setelah shen berhenti berbicara tanah kembali bergetar, dari dalam tanah yang terbelah sesuatu bergerak sangat cepat ke arah shen.
Wheeeeeeeeeeeesssssssssss...
Bayangan hitam terus mengelilingi shen dengan sangat cepat dan langsung kembali masuk ke dalam tanah.
" Untuk apa kamu kemari anak muda " ucap suara dari dalam tanah.
" Aku ingin menguasai jurus dewa bumi " sahut shen.
" Hahahahaha, kamu berpikir siapa dirimu anak muda. apa kamu berpikir menguasai jurus dewa bumi semudah membalikkan telapak tangan " ucap suara dari dalam tanah.
" Aku tidak pernah berpikir begitu, aku tahu setiap jurus pasti memiliki rintangan tersendiri " sahut shen.
" Kalau kamu sudah tahu kenapa kamu masih berada di sini, Kembalilah kamu tidak pantas menguasai jurus dewa bumi ku " ucap suara dari dalam tanah.
" Aku tidak akan pergi sebelum berhasil menguasai jurus dewa bumi, Aku pasti bisa menguasai jurus itu katakan saja apa yang harus aku lakukan " sahut shen dengan lantang.
" Jujur saja anak muda aku menyukai semangat mu, tapi aku memang tidak berniat mewariskan jurus ku padamu " ucap suara dari dalam tanah.
" Katakan apa saja yang harus aku lakukan, aku pasti berusaha sekuat tenaga ku " ucap shen dengan penuh percaya diri.
" Haaaaah, Karena kamu memaksa aku akan mewariskan jurus dewa bumi ku pada mu, tapi sebelum kamu mewarisi jurus dewa bumiku kamu harus menerima lima serangan ku tanpa membalas " sahut suara dari dalam tanah.
" Baik, Apapun itu aku pasti bisa menerima serangan mu tapi berjanjilah Kamu tidak akan mengingkari janjimu " ucap shen.
" Kamu tenang saja " sahut suara dari dalam tanah.
Getaran dari dalam tanah kembali terjadi, tanah kembali terbelah dengan sangat lebar dan seseorang keluar dari dalam tanah itu.
Shen yang melihat pria tua berbadan kecil muncul di depan nya merasa sangat terkejut, shen masih tidak percaya apa seseorang yang akan menyerang nya adalah pria tua itu.
" Aku tahu apa yang ada di dalam pikiran mu, jangan karena aku berbadan kecil kamu mengira aku tidak memiliki tenaga " ucap pria itu.
" Baik kalau begitu kita mulai saja " ucap shen.
Pria tua itu tersenyum sambil terbang menjauhi shen.
" Anak muda jika kamu mati di sini, itu bukan salah ku " teriak pria tua itu.
Shen yang mendengar perkataan pria tua
Shen yang melihat pria tua itu bersiap menyerang hanya bisa diam sambil terus memastikan seberapa kuat serangan pria tua itu.
Boooooooooooommmmmmm...
Duuuuuuaaaaaaaarrrrrrrrrrrrrr....
Pria tua itu mengarahkan serangan pertamanya ke arah shen.
Suara ledakan yang bercampur getaran kembali terjadi, shen yang merasa sedikit kesakitan memutuskan untuk kembali berdiri dan berjalan perlahan.
" Heh, aku benar benar tidak menyangka kamu bisa bertahan dari serangan pertama ku " ucap pria tua itu.
" Lanjutkan saja " ucap shen sambil mengusap darah di ujung bibirnya.
" Baiklah, aku akan melanjutkannya dengan senang hati " sahut pria tua itu.
Shen yang melihat pria tua itu bersiap mengeluarkan jurus keduanya langsung kembali mempersiapkan dirinya, bagaimanapun juga dia tidak akan menyerah sebelum menguasai jurus dewa bumi itu.
Pria tua itu menatap shen sambil menghentakan kakinya ke tanah berulang kali, shen yang melihat nya hanya diam sambil terus memperhatikan.
Duuuuuuuuuuuuuuuuaaaaaaaaarrrrr...
Ledakan dari dalam tanah kembali terjadi tepat di bawah kaki shen.
Shen yang terkena serangan kedua pria tua itu membuatnya terlempar ke belakang.
Shen berusaha kembali berdiri walau tenaga dalamnya sudah hampir habis di gunakan untuk memperkuat pertahanan nya.
Uhuk, uhuk... Shen terus terbatuk hingga membuatnya muntah darah.
Walau begitu shen tidak menyerah dia berusaha sekuat tenaga nya untuk kembali berdiri dan berjalan kembali ke tempatnya.
Ploooooook, ploooooook, ploooooook...
Pria tua itu bertepuk tangan sambil berjalan ke arah shen.
" Aku tidak menyangka ternyata kamu sangat kuat, karena aku sudah melihat kemampuan mu ku putuskan untuk mewariskan jurus dewa bumi pada mu " Ucapa pria tua itu.
Shen yang berusaha tetap kuat langsung terduduk lemas, tenaganya sudah tidak banyak untuk tetap bertahan menguasai jurus dewa bumi.
Pria tua itu yang melihat shen tidak bisa bertahan lebih lama langsung mengambil tanah tepat di bawah kakinya, Pria tua itu menggenggam tanah di tangannya dengan sangat erat, tanpa banyak bicara pria tua itu melaburkan tanah itu dari kepala hingga ujung kaki shen.
Setelah melaburkan tanah ke tubuh shen pria tua itu langsung memasukan energinya ke dalam sebuah mantra lalu menekan dada shen dengan sangat kuat.
" Dengan unsur dari bumi yang yang di turinkan oleh dewa, aku pemilik jurus dewa bumi mewariskan jurus ku pada mu " ucap pria tua itu yang langsung melempaskan tangannya dari dada shen.
Shen perlahan membuka matanya sambil menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya.
Arrrrrrrrrkkkkkhhhh... teriak shen yang mencoba mengeluarkan jurus penyembuhnya.
Hawa dingin yang mengalir di dalam tubuhnya di tambah rasa sakit yang di alaminya membuat shen merasa sangat tersiksa, Shen menutup matanya sambil menggigit bibirnya shen berharap dia bisa cepat kembali pulih dan melanjutkan menguasai kitab selanjutnya.
Cukup lama shen mencoba menahan rasa sakit yang sangat menyiksa dirinya, Tiba tiba hawa dingin dan rasa sakit di badannya mulai menghilang.
Shen yang merasa sudah jauh lebih baik mencoba mengatur nafasnya sambil meluruskan kakinya.
" Kenapa semua sangat sulit, tidak adakah jurus yang bisa ku kuasai tapi tidak membuat ku menderita " ucap shen sambil menghela nafas.