Pendekar Naga Tunggal

Pendekar Naga Tunggal
Bab 141


Shen yang di ikuti xieyu mei dari belakang menghentikan langkahnya di depan sebuah kolam, berbeda dari kolam biasa yang pernah di temuinya kolam yang berada di depannya memiliki warna hijau kebiruan yang membuat kolam di depannya terasa berbeda dari yang lainnya.


Shen terdiam sejenak menatap air yang keluar dari atas kolam dan mengalir ke arah kolam di depannya itu, xieyu mei yang melihat shen terdiam tanpa bergerak sedikitpun langsung memukul pundaknya.


" Apa yang kamu tunggu?" tanya xieyu mei.


" Tidak ada, coba kamu perhatikan air yang mengalir itu " sahut shen.


" Itu yang di namakan mata air surga, air yang ada di kolam ini berasal dari mata air itu "ucap xieyu mei.


" Heh, Kamu mau apa?" tanya xieyu mei yang melihat shen bersiap membuka bajunya.


" Berendam tentu saja harus membuka baju " sahut shen dengan santai.


" Pakai saja bajumu kita berendam memakai baju saja, apa kamu tidak malu jika aku melihatmu seperti itu " ucap xieyu mei.


" Tidak, ku rasa kamu yang akan malu jika aku melihatmu seperti itu " sahut shen.


" Cih, dasar tidak tahu malu " ucap xieyu mei yang perlahan turun ke kolam di depannya.


Shen yang melihat xieyu mei merendam setengah badannya langsung turun ke kolam dan berendam tidak jauh dari xieyu mei.


" Haaaaah " shen menarik nafas dan membuangnya perlahan sebelum akhirnya menutup matanya.


Shen yang fokus berendam tiba-tiba merasakan sengatan dari ujung kakinya, shen masih terus diam sambil menahan sengatan di kakinya itu yang perlahan berpindah ke seluruh tubuhnya.


Semakin lama sengatan yang menyengat tubuh shen menghilang, rasa sakit yang di hasilkan mulai berkurang shen yang mengira semua telah berakhir perlahan membuka matanya.


Belum sempat shen membuka mata sesuatu yang panas mengalir di dalam tubuhnya hingga membuat darahnya terasa mendidih, ingin rasanya shen berteriak namun mulutnya seakan terkunci dan tidak bisa terbuka lagi.


Apa yang sebenarnya terjadi, kenapa panasnya membuat darahku seperti mendidih" dalam hati shen.


Walau merasa hampir tak kuat shen tetap tidak menyerah, shen berusaha menahan rasa panas yang belum pernah di rasakan sebelumnya yang semakin menjadi-jadi di dalam tubuhnya.


Setelah menahan sekian lama perlahan sesuatu yang panas di dalam tubuh shen mulai menghilang, shen merasa sedikit lega walau sisa panasnya masih terasa di dalam tubuhnya.


Belum sempat shen berpikir apa yang terjadi pada tubuhnya tiba-tiba dari atas seperti ada tali yang menarik badannya keluar dari dalam air, shen seperti merasa dirinya sudah tidak berada di dalam kolam walau begitu shen tetap tidak membuka matanya.


Arrrrrrrrkkkkkkkkkhhhhhhhhhh...


Shen langsung berteriak dengan sangat keras setelah merasakan roh di dalam tubuhnya seperti di tarik keluar.


Arrrrrrrrkkkkkkkkkkhhhhhhhhhhh...


Arrrrrrrrrrkkkkkkkkkkkhhhhhhhhhh...


Shen terus berteriak sambil berusaha menahan rohnya agar tidak meninggalkan tubuhnya, tidak tahu sudah berapa lama shen mencoba menahan suara seseorang memanggilnya membuat shen tanpa sadar membuka matanya.


Byyyyyyyyyyyuuuuuuuuuuurrrrr...


Shen yang tanpa sadar membuka matanya membuatnya yang berada di ketinggian langsung tercebur ke dalam kolam.


" Haaaaah, haaaah " shen yang tercebur langsung mengeluarkan kepalanya sambil menarik nafas berulang kali.


" Kamu kenapa bisa terbang tinggi begitu?" tanya xieyu mei.


" Sebelumnya apa yang kamu lihat?" tanya shen balik.


" Aku melihatmu duduk bersila dengan santai, aku berulang kali memanggilmu setelah itu aku melihatmu langsung tercebur ke kolam " sahut xieyu mei.


" Itu bukan salahku kita sudah tujuh hari berada di sini " sambung xieyu mei.


" Tenang saja aku tidak menyalahkanmu " ucap shen yang langsung keluar dari kolam.


Shen dan xieyu mei yang keluar dengan pakaian basah mereka membuat mingzi ku merasa kasihan.


" Pakailah ini, baju ini milik murid perguruan kami " ucap mingzi ku yang langsung melemparkan pakaian di tangannya ke shen dan xieyu mei.


" Cepatlah berganti di kamar kalian masing-masing, setelah itu temui aku " sahut mingzi ku sambil berjalan pergi meninggalkan shen dan xieyu mei.


" Haaa, kenapa lagi kita harus menemuinya lagi aku ingin segera kembali ke perguruan" ucap xieyu mei.


" Sabarlah, jika kita tidak menemuinya bagaimana bisa kita kembali ke perguruan " sahut shen yang langsung berjalan ke kamarnya.


Shen dan xieyu mei yang sudah berganti pakaian terpaksa pergi menemui mingzi ku di ruangannya, shen yang pertama sampai di depan pintu ruangan mingzi ku merasa sangat ragu untuk mengetuknya.


" Masuklah, kenapa hanya berdiri di depan pintu " ucap mingzi ku dari dalam ruangan.


Shen yang mendengar suara mingzi ku dari dalam langsung membuka pintu ruangannya, shen yang di ikuti xieyu mei berjalan memasuki ruangan mingzi ku sambil menatap mingzi ku yang sibuk menulis di mejanya.


" Sepertinya ketua mingzi ku sangat sibuk kalau begitu kami pamit saja, kami harus segera kembali " ucap shen.


" Jangan seperti itu, sebenarnya ada hal penting yang ingin aku bicarakan denganmu " sahut mingzi ku sambil tersenyum.


" Baiklah, silahkan ketua katakan saja " ucap shen.


" Hemmm, setelah kamu berendam di kolam mata air surga sepertinya kamu meningkat sangat jauh itu sangat bagus " ucap mingzi ku.


" Maksud ketua?" tanya shen.


" Karena kamu jauh lebih kuat bahkan pelatihanmu meningkat pesat bagaimana jika kamu menikah dengan gis ku " ucap mingzi ku.


" Apa " sahut shen dan xieyu mei yang terkejut mendengar perkataan ketua mingzi ku.


" Ketua terlalu berlebihan bercandanya, mana mungkin orang sepertiku menjadi suami gadis yang lembut seperti gis ku " ucap shen.


" Tapi aku tidak bercanda, menurutku kamu sangat cocok dengan gis ku " sahut mingzi ku.


" Maaf ketua mungkin anda salah menilai " ucap shen.


" Aku tidak pernah salah dalam menilai, menurutku kamu dan gis ku sangat cocok aku juga berharap kamu menjadi bagian dari keluarga ku " sahut mingzi ku.


" Maaf ketua aku sudah mencintai orang lain dan tidak mungkin bagiku menikahi gis ku " ucap shen.


Xieyu mei yang mendengar perkataan shen benar-benar tidak menyangka shen menolak menikahi putri ketua besar mingzi ku dan yang lebih membuat xieyu mei terkejut setelah mendegar shen berkata telah mencintai seseorang.


" Benarkah, siapa wanita yang sangat beruntung itu?" tanya mingzi ku.


Shen yang melihat xieyu mei menundukan kepalanya langsung menggenggam tangannya.


" Aku mencintainya, masa sulit yang pernah ku lewati dengannya membuatku mencintainya " sahut shen.


Deg, deg, deg, deg...


Xieyu mei yang mendengar perkataan shen langsung menaruh tanganya di dadanya, jantungnya yang berdetak sangat cepat membuatnya merasa sangat gugup.


" Kalau begitu aku tidak bisa memaksa, karena kamu mencintainya tidak mungkin bagi putriku menjadi yang kedua " ucap mingzi ku.


" Maaf ketua bisakah kami pergi sekarang?" tanya shen.


" Ya tentu saja, kereta terbang kalian telah di siapkan " sahut mingzi ku.


" Terima kasih ketua " ucap shen dan xieyu mei bersamaan.


Tangan shen yang masih menggenggam tangan xieyu mei langsung menariknya keluar bersamanya.


" Bisakah lepaskan tanganku " ucap xieyu mei.


" Maaf " sahut shen yang langsung melepaskan tangan xieyu mei.


Haaaah, bagaimana bisa aku menerima putri ketua gis ku tiga wanita yang di takdirkan bersamaku saja masih sangat sulit ku terima dengan tulus " dalam hati shen sambil terus berjalan.