Pendekar Naga Tunggal

Pendekar Naga Tunggal
Bab 144


Shen yang selesai menyimpan bajunya di kotak ruangnya bergegas keluar kamar, shen menatap sekeliling kamarnya sebelum akhirnya berjalan keluar perguruan langit biru.


Shen berusaha meyakinkan dirinya sendiri bahwa dia pasti akan kembali ke perguruan yang sudah dianggapnya sebagai rumah dan keluarganya sendiri itu, setelah berdiri beberapa saat di depan gerbang perguruan langit biru shen akhirnya memutuskan melanjutkan langkahnya ke arah utara.


" Sekarang kemana tujuanmu ?" tanya mo yang tiba-tiba berjalan di samping shen.


" Tidak tahu mungkin untuk sekarang aku harus mengumpulkan batu jiwa terlebih dulu " Sahut shen.


" Memangnya kamu mengetahui di mana tempat mendapatkan batu jiwa itu? " tanya mo lagi.


" Tidak " sahut shen.


" Jika kamu tidak mengetahui dimana tempat mendapatkan batu jiwa itu perjalanan yang kamu tempuh ini akan menjadi sia-sia " ucap mo sambil menggelengkan kepalanya.


" Lalu sekarang bagaimana?" tanya shen.


Mo menatap shen sambil tersenyum dan kemudian kembali masuk ke dalam pedang shen.


" Yah di tanya malah menghilang, mo mo kamu selalu saja seperti itu " ucap shen.


Shen kembali melanjutkan perjalanannya langkah kaki yang berjalan sangat cepat membuat shen tiba di sebuah tempat yang di penuhi banyak orang.


Banyak sekali orang berkumpul di tempat itu, sebenarnya apa yang mereka lakukan " dalam hati shen.


" Kamu hanya tinggal bertanya pada mereka apa susahnya " sahut sheng.


" Ya aku tahu itu, ini juga aku akan bertanya " ucap shen yang langsung berjalan menghampiri seseorang yang berdiri menatap ke arahnya.


" Ada apa kenapa sangat ramai di sini?" tanya shen yang berdiri di depan seorang pria lebih muda darinya.


" Di sini tempat serikat pembunuh bayaran " sahut pria muda itu.


" Apa yang di lakukan serikat pembunuh bayaran?" tanya shen lagi.


" Hahahahaha, kamu sepertinya lebih tua dariku aku sungguh tidak habis pikir dengan pertanyaanmu itu " sahut pria muda itu sambil terus tertawa.


" Aku hanya pengembara, aku benar-benar tidak mengetahui apapun tentang serikat pembunuh bayaran " ucap shen.


" Baiklah karena aku menghargai kamu lebih tua dari ku akan ku jelaskan " sahut pria muda itu yang terlihat jelas masih menahan tawanya.


Shen hanya diam sambil menunggu penjelasan dari pria muda di depannya itu, walau merasa kesal di tertawakan shen mencoba bersabar.


" Serikat pembunuh bayaran tempat kami para ahli bela diri mengambil sebuah misi penting, jika kami berhasil menyelesaikan misi biasanya kami akan mendapatkan batu jiwa sebagai imbalannya tapi kali ini misi berbeda dari sebelumnya " ucap pria muda itu menjelaskan pada shen.


" Apa bedanya?" tanya shen yang merasa penasaran.


" Jika sebelumnya imbalan paling banyak kami dapat hanya lima belas batu jiwa misi kali ini imbalannya mencapai lima puluh batu jiwa " sahut pria muda itu yang terlihat sangat senang.


" Memangnya apa misinya?" tanya shen.


" Membasmi suku suci dan menculik gadis muda suku suci untuk di serahkan pada serikat pembunuh bayaran " sahut pria muda itu.


Bukannya itu terlalu kejam, bagaimana bisa sesama manusia melakukan seperti itu " dalam hati shen.


" Jika kamu ingin pergi segera daftarkan namamu, malam ini kita semua akan berangkat ke wilayah suku suci " ucap pria muda itu.


" Bukannya sekarang kamu masih tidak memiliki tujuan, kenapa kamu tidak mengikuti apa kata anak muda itu saja " ucap sheng.


" Tidak, aku masih memiliki hati nurani aku tidak ingin hanya karena batu jiwa nyawa manusia lainnya menjadi melayang sia-sia " sahut shen.


" Aku hanya menyuruhmu mengikuti mereka ke wilayah suku suci, bukannya menyuruhmu ikut membantai suku suci jika kamu mengikuti mereka ada kemungkinan kamu bisa menyelamatkan suku suci itu " ucap sheng.


" Benar juga kamu " sahut shen.


" Cepatlah jika ingin mendapaftar, serikat pembunuh bayaran sebentar lagi akan tutup " ucap pria muda itu sambil menepuk pundak shen.


" Baiklah aku akan mendaftar sekarang " sahut shen yang langsung pergi meninggalkan pria muda itu.


Shen yang ingin mendaftarkan namanya terus di perhatikan banyak mata yang menatapnya, pengurus serikat yang melihat shen sebagai orang baru langsung meminta shen duduk di depannya.


" Siapa namamu? " tanya pengurus serikat sambil menatap shen.


" Shen " ucap shen dengan santai.


" Kamu dari perguruan mana?" tanya pengurus serikat lagi.


" Aku hanya pengembara dan tidak berguru di perguruan manapun " sahut shen.


Cih ternyata masih pemula, tanpa berguru sudah pasti dia sangat lemah aku yakin dia hanya akan di manfaatkan yang lainnya " dalam hati pengurus serikat pembunuh bayaran sambil tersenyum sendiri.


" Karena kamu baru bergabung kamu tidak memiliki token resmi serikat pembunuh bayaran aku hanya akan menandakanmu dengan goresan sebagai tanda, berikan tanganmu "ucap pengurus serikat.


Shen tanpa berbicara langsung mengulurkan tangannya, pengurus serikat mengambil belati kecil yang berada di depannya dan menggoreskannya di tangan shen.


" Jika misi kali ini berhasil kamu akan mendapatkan token resmi serikat pembunuh bayaran, sekarang silahkan kamu bergabung dengan yang lainnya " ucap pengurus serikat pembunuh bayaran itu sambil tersenyum sendiri.


Shen yang duduk bergegas berdiri dan berjalan keluar, pria muda yang melihat shen sudah keluar langsung melambaikan tangannya memanggil shen.


Sepertinya itu kelompoknya, hampiri saja mereka dan teteplah berpura-pura polos" ucap sheng.


" Ya " sahut shen yang langsung berjalan menghampiri pria muda itu.


" Teman-teman ini dia yang ku ceritakan pada kalian tadi, dia baru bergabung di serikat pembunuh bayaran untuk sekarang dia akan menjadi teman kita walau umurnya lebih tua dua tahun dari kita " ucap pria muda itu.


" Namaku yui siapa namamu?" tanya seorang yang berdiri di depan pria muda itu.


" Namaku shen " sahut shen.


" Namaku duan dan itu molpi kami bertiga satu kelompok dari satu desa, kamu akan menjadi anggota kami dari sekarang " ucap pria muda itu sambil tersenyum.


Hahahahaha, aku merasa mereka sepertinya memandang kamu rendah " ucap sheng yang terus tertawa.


" Biarlah, mereka hanya anak kecil yang masih kurang pengetahun " sahut shen dengan suara pelan.


" Oh ya kita lebih baik berangkat sekarang saja, sebagian anggota pembunuh bayaran lainnnya juga sudah pergi " ucap duan.


" Kalau begitu tunggu apa lagi, ayo berangkat " sahut molpi.


" Ayo shen kita berangkat " ucap yui yang langsung menarik tangan shen.


Shen hanya diam melihat tangannya di tarik, walau begitu shen mengimbangi duan molpi dan yui yang terus berlari ke arah yang sama sekali tidak di ketahuinya.


" Berhenti dulu sebentar " ucap duan yang tiba-tiba berhenti.


" Ada apa?" tanya yui.


" Kita terus berlari selama dua jam aku sangat lelah " sahut duan.


" Benar aku juga lelah, tapi yui kenapa kamu terus memegang tangannya " ucap molpi.


" Maaf, aku tadi terlalu bersemangat " sahut yui yang langsung melepaskan tangan shen.


" Tidak apa " ucap shen.


" Kita beristirahat sebentar di sini, setelah itu kita akan melanjutkan lagi perjalanannya " ucap duan yang langsung menyandarkan badannya di bawah pohon.


" Masih muda tenaga mereka sangat lemah baru saja berlari selama dua jam sudah lelah " ucap sheng.


" Sudah ku bilang mereka ini masih belum cukup kuat, aku hanya heran kenapa mereka sudah mengambil resiko menjadi pembunuh bayaran " sahut shen.


" Walau mereka belum cukup kuat menurutku mereka sangat licik kamu harus berhati-hati " ucap sheng.


" Tentu saja " sahut shen.