
" Siapa kamu sebenarnya?" tanya pemimpin kota sambil perlahan mundur kebelakang.
" Siapa aku tidaklah penting, seharusnya kamu tidak mementingkan dirimu sendiri dan mengorbankan mereka yang tidak bersalah" sahut shen.
" Aku mengaku salah, aku tidak akan mengulanginya lagi tolong lepaskan aku " ucap pemimpin kota yang tiba-tiba berlutut sambil menundukan kepalanya.
" Atas dasar apa aku melepaskanmu, apa kamu tahu selama ini berapa banyak para orang tua yang bersedih karena kehilangan anak mereka dan apa kamu tahu bagaimana nasib anak-anak dan para gadis yang sudah kamu jual itu " bentak shen.
" Aku mengaku salah, aku akan membagi-bagikan semua hartaku pada warga tolong lepaskan aku, aku berjanji akan meninggalkan kota ini " ucap pemimpin kota.
" Aku tidak berhak menghukummu, biar mereka saja yang menentukan hukuman apa yang pantas untukmu " sahut shen.
" Mereka siapa?" tanya pemimpin kota.
" Kita bunuh saja pemimpin yang tidak memiliki hati itu, selama ini kita menghargainya dan balasannya kita harus kehilangan anak-anak kita. Aku tidak bisa menerimanya " teriak seorang wanita yang di ikuti puluhan warga di belakangnya.
" Benar, pemimpin seperti dia sudah seharusnya lenyap dari muka bumi " sahut warga lainnya.
Pemimpin kota yang melihat puluhan warga bersiap memasuki halamannya bergegas pergi melarikan diri, shen yang melihat pemimpin kota itu hanya tersenyum.
" Lihatlah dia ingin melarikan diri " teriak shen.
" Habisi saja dia " teriak para warga yang langsung berlari menangkap pemimpin kota.
Buuuuuug, buuuuuug, buuuuuug...
Suara pukulan terus terdengar shen yang merasa itu bukan lagi urusannya bergegas pergi.
" Tunggu " ucap suara wanita dari belakang shen.
" Bagaimana keadaanmu?" tanya wanita yang sebelumnya berada di dalam penjara.
" Seperti yang kamu lihat aku tidak apa-apa " sahut shen dengan santai.
" Terima kasih telah menolongku dan semua yang ada di penjara " ucap wanita itu sambil menundukan kepalanya.
" Iya " sahut shen yang langsung pergi.
" Tunggu, kamu mau ke mana?" tanya wanita itu.
" Melanjutkan perjalananku " sahut shen sambil berjalan.
" Kenapa kamu tidak tinggal di sini dan menjadi pemimpin kami " ucap wanita itu lagi.
" Tidak bisa, aku hanya sekedar lewat saja dan sekarang sudah saatnya pergi " sahut shen.
" Baiklah, kalau begitu sekali lagi terima kasih" ucap wanita itu sambil menundukan kepalanya.
Shen hanya tersenyum sambil terus berjalan ke arah pelabuhan, sepanjang perjalanan shen masih tidak habis pikir kejamnya kehidupan membuat sesorang akan melakukan apapun tanpa memikirkan resikonya.
Shen yang masih tidak habis pikir tiba-tiba teringat saat masih di kehidupannya yang dulu, dia yang sering membunuh orang secara membabi buta dan melakukan transaksi yang di larang negara menbuatnya menyadari sebenarnya perbuatannya di kehidupan dulu memanglah salah, mungkin di kehidupannya yang sekarang dia harus menebus semua kesalahannya itu.
" Hee, ada apa denganmu?" tanya sheng.
" Tidak ada, di kehidupan ini semua perbuatan akan kembali ke dalam diri kita sendiri tidak tahu itu akan langsung terjadi di kehidupan sekarang ataupun nanti " sahut shen.
" Sejak kapan kamu mengerti hal semacam itu " ucap sheng.
" Tidak tahu sejak kapan, yang ku tahu kenyataannya seperti itu " sahut shen.
" Memang benar katamu semua pasti akan kembali ke diri kita sendiri, aku punya cerita apa kamu mau mendengarnya " ucap sheng.
" Jika kamu mau sudah pasti aku siap mendengarkannya " sahut shen.
" Waktu itu seekor naga merah atau yang biasa di sebut naga api memiliki kekuatan yang sangat dahsyat, kekuatannya itu membuatnya menjadi sangat sombong.
Waktu itu seseorang yang mengaku titisan dewa datang padanya dan memperingatinya agar tidak sombong dengan kekuatan yang di milikinya, sangat di sayangkan orang yang mengaku titisan dewa itu malah di ajaknya bertarung.
" Jangan berpura-pura menjadi titisan dewa sampai kapanpun aku tidak akan mempercayainya " ucap sang naga api dengan sombongnya.
" Ingatlah kesombongan bisa saja menghancurkanmu " sahut orang itu.
" Aku sombong karena aku kuat jika kamu kuat lawanlah aku " ucap naga api.
" Aku tidak ingin melawanmu, karena aku hanya di suruh untuk mengingatkanmu " sahut orang itu sambil menatap sang naga.
" Bilang saja kalau kamu lemah dan tidak berani melawan " ucap sang naga api yang masih bersikap sombong.
" Berhentilah sombong kamu harus ingat di atas langit masih ada langit " sahut orang itu.
" Terlalu banyak bicara " ucap sang naga sambil menyemburkan apinya ke arah seseorang yang mengaku titisan dewa.
" Matilah kamu manusia " teriak sang naga yang merasa sangat bahagia.
" Ternyata kamu tetap tidak bisa berubah kalau begitu jangan salahkan aku " teriak orang itu.
Setelah sang naga berhasil di segel dan tubuh intinya di hancurkan, sang naga api langsung di bagi dua satu sosok berupa naga dan satu lagi berupa roh yang akan tetap bersamanya sampai kapanpun walau keduanya tidak memiliki kecocokan "
" Dan mulai sejak saat itu naga yang tersisa hanya bisa menjadi spiritual yang bergantung pada seorang manusia " ucap sheng menutup ceritanya.
" Lalu bagaimana bisa kamu tersegel di dalam tubuhku?" tanya shen.
" Hem, kalau itu kamu masih belum waktunya mengetahuinya " sahut sheng.
" Pantas saja dulu saat aku masih baru pertama bisa melihatmu kamu begitu membenciku, ternyata itu semua memang karena sifat alamimu dari dulu " ucap shen sambil tersenyum.
" Heeeh, sebenarnya walau dulu aku tidak menyukaimu aku tidak pernah menyombongkan diriku seperti sebelumnya " sahut sheng.
" Baguslah kalau kamu menyadarinya, aku dulu juga sama sepertimu " ucap shen.
" Benarkah, kalau begitu ceritakan padaku " sahut sheng.
" Cerita cerita saja lihatlah di depan sana kapal akan segera berlayar " ucap mo yang tiba-tiba berdiri di samping shen.
" Heeeh, kalau begitu cerita kita berhenti sampai di sini " sahut shen yang langsung mempercepat langkahnya ke arah kapal.
Shen yang sudah berada di atas kapal langsung menyandarkan badannya, perjalanannya yang masih sangat panjang membuatnya memilih menutup matanya untuk beristirahat.
Braaak, braaaak, braaaak...
Arrrrrrkkkkhhh...
Arrrrrrrkkkkkkhhhh...
Suara hentakan kaki yang terdengar sangat keras dan suara teriakan terus terdengar membuat shen langsung membuka matanya.
" Apa lagi ini, bisakah aku beristirahat sebentar saja " ucap shen dengan kesal.
" Tolong " suara teriakan yang kembali terdengar membuat shen langsung berdiri.
" Pria di sana, cepatlah kemari " teriak seorang pria yang memiliki gambar naga di lengan tangannya.
" Kamu memanggilku " ucap shen.
" Hanya ada kamu yang berdiri di ujung sana, kamu kira aku sedang memanggil siapa " sahut pria itu.
" Ada apa kamu memanggilku, kamu sudah mengganggu tidurku apa kamu mengetahui itu " ucap shen.
" Hahahahaha, hahahahaha. Memangnya kenapa jika aku mengganggu tidurmu apa kamu ingin membunuhku " sahut pria itu sambil terus tertawa.