Pendekar Naga Tunggal

Pendekar Naga Tunggal
Bab 131


Shen yang baru membuka matanya langsung menatap ke arah xieyu mei, shen terus memperhatikan xieyu mei xieyu mei yang sibuk berlatih mengayunkan cambuknya berulang kali.


" Heh, ternyata kamu sudah bangun " ucap xieyu mei yang melihat ke arah shen.


" Cepatlah berdiri mari kita lanjutkan latihan lagi " sambung xieyu mei.


" Tidak mau, aku ingin mandi terlebih dulu " sahut shen yang langsung berdiri.


" Kalau begitu cepatlah di atas ada tempat untuk mandi " ucap xieyu mei.


" Kamu tidak ikut dengan ku " sahut shen sambil tersenyum.


" Jangan bermimpi cepatlah pergi aku sudah tidak sabar ingin melanjutkan latihan denganmu " ucap xieyu mei.


Dasar wanita, bilang saja kalau malu " dalam hati shen.


" Cih, setidaknya dia masih punya malu tidak seperti kamu " sahut sheng.


" Kamu ikut campur saja " sahut shen sambil menaiki tangga menuju ruangan atas.


Shen yang merasa badannya sangat lengket langsung membuka bajunya dan berendam, air hangat yang merendam badannya membuat shen menutup matanya menikmati kehangatan.


Ini sudah sangat lama kenapa dia masih belum selesai, apa perlu aku menyusulnya" dalam hati xieyu mei.


" Ya sudah lebih baik aku menyusulnya saja, siapa tahu dia tertidur di dalam bak mandi itu" ucap xieyu mei dengan suara pelan.


Xieyu mei yang sudah sampai di ruangan atas merasa sedikit ragu, haruskah dia membuka pintu dan masuk ke dalam memanggil shen.


Aku panggil dari sini saja, aku tidak ingin dia mengira aku wanita mesum yang ingin mengintipnya " dalam hati xieyu mei.


" Shen cepatlah keluar mau sampai kapan kamu berendam, cepatlah keluar aku sudah tidak sabar ingin berlatih " teriak xieyu mei yang berdiri di depan pintu.


Shen yang masih menikmati air hangat yang merendam badannya tidak mendengar teriakan xieyu mei, xieyu mei yang merasa kesal langsung membuka pintu dan berdiri tepat di depan pintu sambil menatap shen yang menutup matanya.


" Shen cepatlah keluar mau sampai kapan kamu berendam " teriak xieyu mei.


Shen yang mendengar suara xieyu mei langsung membuka matanya, shen menatap ke arah xieyu mei sambil tersenyum.


" Kamu sengaja mengintipku, bukannya tadi aku sudah mengajakmu bersamaku tapi kamu menolaknya " ucap shen.


" Jangan banyak omong kosong cepat keluar " teriak xieyu mei yang langsung menutup pintunya dan kembali ke ruang rahasia.


" Dasar tidak tahu malu " ucap xieyu mei sambil tersenyum sendiri.


Shen yang tidak ingin melihat xieyu mei marah karena menunggunya terlalu lama terpaksa menyudahi berendamnya, shen kembali memakai bajunya dan turun ke ruang rahasia.


Cheeeeeeeeeeettttttttaaaaaaaarrrrr....


Cheeeeeeeeeeeetttttttaaaaaaaaarrrrr.....


Xieyu mei mengayunkan cambuknya ke arah shen yang baru saja menuruni tangga, shen yang merasa sangat terkejut langsung melompat ke tangga paling bawah.


" Ini tidak adil, kamu tunggu saja aku akan mengambil sarung pedangku terlebih dulu " ucap shen.


Shen yang sudah mengambil sarung pedangnya berdiri dengan santai sambil tersenyum menatap xieyu mei.


" Jangan menatap ku seperti itu " ucap xieyu mei.


Cheeeeeeeettttttaaaaaaarrrrrrrrrr....


Cheeeeeeeeettttttaaaaaaaarrrrrrrrr....


Xieyu mei terus mengayunkan cambuknya ke arah shen.


" Kenapa harus marah " ucap shen yang langsung memegang ujung cambuk xieyu mei.


Xieyu mei yang semakin merasa kesal berusaha terus menarik cambuknya hingga terlepas dari tangan shen.


Xieyu mei yang mendapatkan cambuknya kembali langsung berlari ke arah shen dan kembali mengayunkan cambuknya.


Cheeeeeeettttttaaaaaaaarrrrrrr...


Cheeeeeeeeeettttttttaaaaaaarrrrrrrr...


Shen yang melihat xieyu mei menyerangnya dengan serius terpaksa terus menghindar, tidak mungkin baginya terus menggunakan sarung pedangnya shen tidak ingin melihat xieyu mei merasa kesakitan seperti sebelumnya.


" Apa yang kamu pikirkan " ucap xieyu mei sambil kembali mengayunkan cambuknya.


Bruuuuuuuuuuuuuuuuaaaaaaaaaakkkkk.....


Shen yang tidak fokus menghindar terkena satu cambukan xieyu mei dan membuatnya terlempar.


" Arrrrrrkkkkhhh " jerit shen sambil memegangi dadanya.


" Kenapa tidak menghindar " ucap xieyu mei yang langsung menghampiri shen.


" Aku tidak fokus tadi " sahut shen yang berusaha berdiri.


" Bagus xieyu mei, perkembanganmu begitu cepat baru kemarin kamu terluka sekarang kamu sudah bisa melukainya " ucap ketua xu ling yang berjalan ke arah shen.


" Istirahatlah dulu, jika sudah kembali pulih baru kalian lanjutkan latihannya " sambung ketua xu ling.


" Baik ketua " sahut shen dan xieyu mei.


Ketua xu ling yang melihat shen susah untuk berjalan langsung membantunya, walau tidak tega melihat kedua muridnya bergantian terluka ketua xu ling merasa tidak memiliki pilihan lain di pertandingan nantinya bisa saja lebih menyakitkan bagi mereka.


Shen yang sudah sampai di pinggir langsung menutup matanya, sama seperti biasanya perlahan sesuatu yang sangat dingin mengalir di dalam tubuhnya shen mencoba menahan sambil menganggap semua itu sudah biasa baginya.


Shen yang merasakan tubuhnya kembali normal langsung membuka matanya, shen terdiam melihat xieyu mei yang terus memegangi tangannya dengan sangat erat.


" Apa kamu khawatir padaku?" tanya shen.


Xieyu mei yang merasa terkejut langsung menarik tangannya.


" Tidak, siapa yang khawatir padamu ketua xu ling meminta ku untuk memperhatikan bagaimana keadaanmu " sahut xieyu mei.


" Ohh, begitu " ucap shen sambil tersenyum.


" Ketua xu ling kemana?" tanya shen.


" Ketua xu ling mengurus dua murid yang menjadi pengganti kita " jawab xieyu mei.


Shen yang mengerti hanya menganggukkan kepalanya.


-----------


Waktu berputar begitu cepat tak terasa hampir dua minggu shen dan xieyu mei terus berlatih di ruang rahasia, pria tua berjubah hitam yang dari awal memperhatikan perguruan langit biru memutuskan kembali ke perguruannya.


Seorang pria berjubah lainnya berjalan menghampiri pria tua itu dan berlutut di depannya.


" Bagaimana ketua, apa perlu kita mengeluarkan petarung kita yang sudah mencapai tingkat kaisar" ucap pria itu.


" Sepertinya tidak perlu, aku sudah memperhatikan sangat lama yang terus dilatih ketua xu ling hanya dua wanita yang baru mencapai tingkat jendral tahap awal saja " sahut pria tua itu.


" Baiklah, bagaimana jika niung an dan niung er yang menjadi perwakilan kita " ucap pria yang masih berlutut di depan pria tua itu.


" Walau niung er baru saja terluka parah aku sangat yakin dia pasti bisa memenangkan pertandingan ini, kalau begitu mereka berdua saja " sahut pria tua itu.


" Baik ketua " ucap pria itu yang langsung berdiri dan berjalan pergi.


Sepertinya aku pernah melihat pemuda itu tapi dimana, kenapa ketua xu ling memperlakukannya seperti itu " dalam hati pria tua itu.


Di satu sisi ketua xu ling yang merasa shen dan xieyu mei mengalami banyak kemajuan mempersilakan keduanya untuk keluar, ketua xu ling menatap shen dan xieyu mei yang berdiri di depannya.


" Aku bangga melihat kalian yang sudah memiliki banyak kemajuan, aku berharap kalian bisa membawa kebanggaan bagi perguruan langit biru " ucap ketua xu ling.


" Kami akan berusaha sekuat tenaga " sahut shen dan xieyu mei serentak.


" Baguslah kalian bersemangat, besok kita akan berangkat sekarang kalian bisa beristirahat sepuasnya " ucap ketua xu ling.


" Terima kasih ketua " ucap shen dan xieyu mei yang langsung kembali ke kamarnya masing-masing.


Shen yang sudah sampai di kamarnya langsung membaringkan badannya, walau merasa lelah bisa berlatih hanya berdua dengan xieyu mei membuatnya bahagia.


" Sepertinya ada kejutan tak terduga untukmu di sana nanti " ucap mo yang langsung berada di samping shen.


" Kejutan apa?" tanya shen.


" Nanti juga kamu tahu sendiri " sahut mo yang langsung kembali menghilang.


Kejutan apa yang di maksud mo, aku sungguh penasaran " dalam hati shen.