Pendekar Naga Tunggal

Pendekar Naga Tunggal
Bab 188


Shen yang sudah tidak sabar ingin segera kembali mencari kedua calon istrinya langsung memeluk putri yun lie dengan sangat erat, putri yun lie yang melihat shen tiba-tiba memeluknya merasa sangat terkejut walau begitu putri yun lie hanya bisa diam sambil terus menatap shen.


" Tutup matamu " ucap shen.


" Baiklah " sahut putri yun lie.


Shen yang menggunakan jurus dua dunia langsung menutup matanya, perpindahan tempat yang hanya memakan waktu beberapa detik membuat shen kembali membuka matanya.


" Kita sudah sampai " ucap shen yang langsung melepaskan pelukannya.


Putri yun lie yang mendengar perkataan shen perlahan membuka matanya, putri yun lie merasa tidak percaya melihat dirinya dan shen sudah berada di dalam istana.


" Tuan putri sudah kembali " teriak seorang pelayan yang tidak sengaja melihat putri yun lie.


Teriakan dari pelayan yang terdengar sangat keras membuat seisi istana menjadi heboh, yang mulia raja dan ratu yang juga mendengar suara teriakan pelayannya bergegas pergi.


" Putri ku " ucap yang mulia ratu sambil memeluk putri yun lie.


" Ibunda " sahut putri yun lie.


" Siapa yang berani menculikmu ayahanda tidak akan pernah memaafkannya " ucap yang mulia raja.


" Ceritanya panjang aku tidak bisa memberitahukannya sekarang " sahut shen.


" Ya sudahlah, asal putriku tetap hidup aku merasa sangat bersyukur " ucap yang mulia raja lagi.


" Untuk saat ini beri penjagaan khusus untuk putri yun lie bisa saja dia datang lagi nantinya " sahut shen.


" Tenang saja kejadian seperti itu tidak akan ku biarkan terjadi lagi " ucap yang mulia raja.


" Kalau begitu aku pergi dulu " sahut shen.


" Berhati-hatilah " ucap yang mulia raja sambil memperhatikan shen yang berjalan menjauh.


Shen yang merasa sudah berjalan cukup jauh kembali menggunakan jurus dua dunianya untuk kembali ke tempat sebelumnya, shen yang sudah kembali ke tempatnya semula masih tidak mengerti ke mana lagi dirinya harus mencari kedua calon istrinya itu.


" Sebelum kamu melanjutkan perjalanan lebih baik kamu mengikuti arahanku, siapa tahu dia menggunakan segel itu lagi untuk melumpuhkan kekuatanmu " bisik mo.


" Melakukan apa?" tanya shen yang langsung menghentikan langkahnya.


" Kamu duduklah dulu " sahut mo yang tiba-tiba berdiri di belakang shen.


" Apa yang ingin kamu lakukan? " tanya shen lagi.


" Tutup matamu, setelah ini kamu akan mengetahuinya " sahut mo.


Shen yang percaya perkataan mo langsung duduk bersila sambil menutup matanya, setelah beberapa menit menunggu apa yang akan di lakukan mo dan kenapa tidak terasa apapun baginya membuat shen kembali membuka matanya.


" Bagaimana mo " ucap shen.


" Tenang saja, semua berjalan lancar " sahut mo.


" Memangnya apa yang kamu lakukan?" tanya shen lagi.


" Aku hanya menyimpan setengah kekuatanmu, jika dia menggunakan segel seperti itu nantinya hanya ada setengah kekuatanmu yang di segel " sahut mo.


" Tapi " ucap shen lagi.


" Diamlah, dia sedang menuju kemari " sahut mo.


" Pergerakanmu sangat lambat, apa kamu sudah tidak ingin menyelamatkan mereka lagi" ucap suara tanpa wujud.


" Kamu memang sengaja mempermainkanku, tapi dasarnya kamu hanya pengecut yang berpura-pura kuat " sahut shen.


" Hahahaha perkataanmu sangat lucu, apapun yang ingin kamu katakan sebaiknya di tunda dulu karena permainan selanjutnya tidak semudah sebelumnya " ucap suara tanpa wujud.


" Cepatlah atau kamu akan terlambat " sambung suara tanpa wujud yang langsung menghilang.


" Sial lagi-lagi dia mempermainkanku " ucap shen yang langsung mengepalkan tangannya.


" Dia berani mendatangimu ada kemungkinan dia berada tidak jauh dari sini " sahut sheng.


" Iya, lebih baik aku bergerak cepat jangan sampai terjadi sesuatu pada mereka " ucap shen yang langsung berlari.


Shen yang baru saja berlari tiba-tiba melihat putri shie terduduk lemas, perasaannya yang merasa tidak tega membuat shen tanpa berpikir langsung mendekatinya.


" Putri shie apa kamu baik-baik saja?" tanya shen yang berdiri tepat di depan putri shie.


" Di mana dia?" tanya shen lagi.


Putri shie yang menunjuk arah belakang shen membuat shen membalikan badannya.


" Mau menjadikanku istri jangan pernah bermimpi " ucap putri shie


" Pergilah ke neraka " sambung putri shie yang langsung mengarahkan pedang di tangannya ke arah shen.


Wheeeeeeeeesssssssss...


Shen yang sebenarnya curiga dari awal kenapa putri shie tiba-tiba berada di depannya langsung melompat menghindar, kecurigaan shen yang ternyata benar membuatnya tidak lagi merasa sungkan.


" Kamu yang memintanya " ucap shen sambil menarik pedangnya.


Arrrrrrrrrrrrrrrkkkkkkkkhhhhhhhh...


Teriak putri shie sambil berlari ke arah shen.


" Kamu harus mati, kamu harus mati " ucap putri shie berulang kali.


Wheeeeeeeessssssssssss...


Trennng, trennng, trennng...


Putri shie yang menyerang dengan brutal membuat shen merasa sedikit kelelahan, kekuatatannya yang hanya setengah memaksa shen harus bertahan sebisanya.


" Aku tidak mungkin kalah " teriak shen.


Treeeeeeeeeng...


Pedang shen yang sengaja di arahkan berturut-turut menyerang putri shie membuat putri shie terpojok, goresan di pipi putri shie yang terkena ujung mata pedang shen membuat putri shie tiba-tiba menangis.


" Kamu berkata akan adil nantinya tapi sekarang kamu malah melukai pipiku " ucap putri shie sambil menangis.


" Maaf aku tidak sengaja, tadi aku mengira kamu sudah kehilangan kendali " sahut shen yang langsung menaruh kembali pedangnya.


" Jangan mendekatinya " bisik mo.


" Kenapa "sahut shen.


" Dia bukan seperti putri shie, putri shie yang ku tahu tidak mudah menangis seperti ini " bisik mo lagi.


" Kamu benar, aku hampir saja tertipu " sahut shen yang kembali menarik pedangnya.


" Siapa kamu sebenarnya?" tanya shen sambil mengarahkan pedangnya ke arah putri shie.


" Aku shie apa kamu tidak lagi mengenaliku " sahut putri shie.


" Ku tanya sekali lagi siapa kamu, di mana putri shie dan xieyu mei " bentak shen.


" Huuuuu kamu sebagai pria tidak sedikitpun mengerti cara lembut berbicara pada wanita, aku tidak menyukaimu " sahut putri shie.


" Aku tidak perduli kamu menyukaiku atau tidak, sekarang beritahu aku di mana putri shie yang asli dan di mana xieyu mei " ucap shen.


" Aku tidak akan berbicara " sahut putri shie.


" Kamu yang memaksaku " ucap shen yang bersiap mengayunkan pedangnya.


" Tunggu dulu, walau aku bukan yang asli setidaknya aku memiliki jiwanya jika kamu membunuhku kamu pasti tahu apa yang terjadi padanya " sahut putri shie.


" Sekarang katakan di mana dia " ucap shen.


" Di sebuah tempat yang mungkin tidak bisa kamu temui " sahut putri shie yang langsung menghilang.


" Sial, apa permainan seperti ini yang memang di inginkannya " ucap shen yang merasa semakin kesal.


" Tenanglah, kalau kamu emosi seperti itu dia akan semakin senang dan dia juga akan terus mempermainkanmu " sahut mo.


" Lalu sekarang aku harus bagaimana " ucap shen.


" Kamu berjalan lurus saja, aku sudah memasang sesuatu di tubuhnya saat kamu bertarung tadi " sahut mo.


" Baiklah, aku berharap dia tidak mempermainkanku lagi " ucap shen yang kembali berjalan.