Pendekar Naga Tunggal

Pendekar Naga Tunggal
Bab 212


" Gladi lebih baik kamu pikirkan lagi, semua yang ada di sini juga akan mati apa kamu tidak kasihan melihatku yang sudah membangun dari awal " ucap pria tua itu.


" Diamlah, aku tidak perduli, aku ingin dia mati hari ini " sahut gladi.


" Aku akan membantumu membunuhnya tapi" ucap pria tua itu yang menghentikan perkataannya.


" Aku tidak butuh bantuanmu, lebih baik kamu tidak perlu berusaha membujukku semua tidak akan berguna " sahut gladi.


Tidak, ini tidak boleh terjadi aku sudah membangun perguruan ini cukup lama walau gladi anakku dia juga tidak boleh menghancurkan seluruh usahaku " dalam hati pria tua itu.


" Kalau itu tetap pilihanmu aku akan berpihak pada mereka " teriak pria tua itu yang langsung berpindah di samping shen.


" Aku tidak perduli, lagi pula ada atau tidak adanya kamu itu sama saja bagiku " sahut gladi.


" Jika dia menggunakan jurus penyerap darah semua yang berada di sini bahkan seluruh orang di kota ini akan mati kehabisan darah " ucap pria tua itu yang bertelepati pada shen.


" Kamu ayahnya apa kamu tidak bisa menghentikannya " sahut shen.


" Walaupun aku ayahnya darah iblis mengalir di tubuhnya dan aku sama sekali tidak bisa berbuat apa-apa " ucap pria tua itu.


" Lalu apa jurus itu memiliki kelemahan?" tanya shen.


" Tidak ada, tapi aku bisa membantumu membunuh putriku " sahut pria tua itu.


" Apa kamu yakin?" tanya shen lagi.


" Ya aku sangat yakin, lagi pula keselamatan banyak nyawa lebih penting " sahut pria tua itu.


" Lalu apa yang bisa ku lakukan sekarang?" tanya shen.


" Berpura-puralah menyerah dan setuju menikah dengannya, hanya itu satu-satunya cara menenangkannya " sahut pria tua itu.


" Sepertinya kamu ingin menjebakku " ucap shen.


" Percaya padaku aku tidak akan menjebakmu" sahut pria tua itu.


" Setelah Putriku mati iblis akan bangkit dari tubuhnya, aku yakin kamu bisa mengalahkan iblis itu " sambung pria tua itu.


" Kalau memang seperti itu aku akan menurutimu, tapi kamu harus ingat jika kamu menjebakku akan ku buat kamu lebih menderita dari kematian " ucap shen.


" Tenang saja " sahut pria tua itu.


" Kenapa kalian tiba-tiba diam, aku peringatkan kalian rencana apapun yang kalian pikirkan tidak akan berguna padaku " ucap gladi sambil menatap ke arah shen dan ayahnya.


" Haaaaah, aku menyerah, aku akan menikah denganmu " ucap shen sambil menghela nafas.


" Shen apa kamu sudah gila " teriak ketua xu ling.


" Ini demi kebaikan semua " sahut shen.


" Heeeeh, lihatlah aku sudah berhasil membujuknya sekarang cepat kita laksanakan pernikahan " ucap pria tua itu yang berjalan mendekati gladi.


" Hahahaha, akhirnya dia menyerah juga " sahut gladi yang merasa puas.


" Sebelum menikah bisakah kamu melepaskan mereka " ucap shen.


" Aku akan melepaskan mereka setelah kita menikah, biarkan mereka menjadi saksi pernikahan kita " sahut gladi sambil tersenyum menatap putri shie dan putri yun lie.


Shen yang melihat ke arah keduanya hanya bisa diam, shen bisa merasakan kedua istrinya itu pasti sedang sakit hati padanya saat ini.


" Bersiaplah, aku akan mengambil semua persiapan " ucap pria tua itu yang langsung berjalan pergi.


Gladi yang melihat shen pasrah akan menikah padanya merasa sangat puas, dirinya tidak menyangka pria keras kepala yang ingin di bunuhnya akhirnya akan menjadi suaminya.


" Aku sudah mempersiapkan semuanya, gladi bawa dia ke pancuran darah " ucap pria tua itu.


" Baiklah " sahut gladi sambil menarik tangan shen.


" Shen apa benar akan menikahi wanita itu?" tanya putri shie.


" Kita lihat saja, sepertinya ini rencananya dengan pria tua itu kalian harus percaya padanya " sahut ketua xu ling.


Setelah semua ritual pernikahan selesai pria tua itu memberi isyarat pada shen, shen yang mengerti maksud pria tua itu hanya mengedipkan matanya.


" Gladi tunggu apa lagi teteskan darahmu ke kepalanya " ucap pria tua itu sambil menatap ke arah shen.


Gladi yang sudah menggigit jarinya hingga berdarah langsung bersiap meneteskannya ke kepala shen, belum sempat darah menetes ke kepala shen pria tua itu langsung menarik pedangnya dan menaruhnya di kepala shen.


" Apa yang kamu lakukan " teriak gladi.


" Maaf, aku terpaksa melakukannya semua demi kebaikan semua " sahut pria tua itu.


Aaaaaaaaarrrrrrrkkkkkhhhh...


Gladi yang merasa sangat marah langsung berteriak, jurusnya yang sebelumnya sudah di tahannya bersiap di keluarkan kembali.


Wheeeeeeeessssssss...


Pria tua itu yang tahu gladi bersiap mengeluarkan jurus langsung menusuk perutnya, pedangnya yang sudah terkena darah gladi membuat gladi tidak lagi bisa berbuat apa-apa.


" Ayah kamu membunuh putrimu sendiri " ucap gladi yang langsung menutup matanya.


" Maafkan ayah nak, semua demi kebaikan " sahut pria tua itu yang tanpa sadar meneteskan air matanya.


Hahahahaha...


Hahahahahaha...


" Aku tidak menyangka kamu membunuh putrimu demi orang lain " ucap iblis yang keluar dari tubuh gladi.


" Aku sudah menepati perkataanku, sekarang dia lawanmu jangan biarkan dia sampai melarikan diri atau usahaku akan menjadi sia-sia " ucap pria tua itu yang langsung menepuk pundak shen.


" Serahkan padaku, bawa mereka semua menjauh " sahut shen.


" Shen berhati-hatilah " teriak ketua xu ling.


Hooooooeeeeeeerrrrrr...


" Aku akan membantumu " ucap sheng.


" Baiklah " sahut shen yang langsung menarik pedangnya.


" Hahahaha. Manusia sepertimu ingin membunuhku apa tidak salah " ucap iblis itu.


" Apanya yang salah, aku sudah membunuh banyak iblis di tambah satu lagi itu tidak masalah buatku " sahut shen.


" Apa kamu tahu sebelum aku menjadi kuat aku bahkan sudah mengalahkan raja iblismu itu " sambung shen.


" Oh ternyata itu kamu, kalau begitu mari kita selesaikan semuanya dendam bangsa iblis yang sudah lama dan yang baru harus di tuntaskan di sini " ucap iblis itu yang terlihat sangat marah.


" Aku tidak akan segan untuk membunuhmu, sebenarnya aku terlahir memang untuk membunuhmu akhirnya tidak perlu membuang waktu semua akan berakhir" sambung iblis itu.


Whuuuuuuuuuuuuuussssssss...


Whuuuuuuuuuuuuuuuusssssssss...


Sheng yang tidak ingin membuang waktu langsung menyemburkan apinya.


" Terlalu banyak bicara " ucap sheng.


" Ingin membunuhku menggunakan api, apa kamu berpikir aku ini manusia " sahut iblis itu yang tidak terbakar sedikitpun semburan api sheng.


" Dia iblis, api mungkin tidak berguna baginya" ucap shen.


Cheeeeetaaaak...


Shen yang dari awal mengetahui iblis terbuat dari api langsung menjentikan jarinya.


Booooooooom...


Braaaaaaaaaaaaaak...


Sang iblis yang melihat tanah di bawahnya terus mengejarnya hanya tersenyum, sebelumnya dia pernah mendengar jika ratusan iblis mati terkena tusukan tanah dan itu semua karena manusia di depannya.


" Aku terlahir berbeda dari iblis pada umumnya, jurusmu itu tidak akan berguna untukku " ucap iblis itu.


Sepertinya dia mengetahui semuanya, tapi itu bukan berarti dia tidak memiliki kelemahan aku harus menggunakan segala cara untuk mendapatkan kelemahannya " dalam hati shen sambil menatap iblis itu.