
Shen yang melihat xieyu mei bergegas pergi rasanya ingin tertawa sangat keras, tiba-tiba saja shen terpikir apa benar yang di katakan xieyu mei jika liu yen datang ke kamarnya.
" Tapi untuk apa dia datang ke kamarku " ucap shen dengan suara pelan.
" Yang ku dengar dia tidak ingin kamu terganggu dengan kehadirannya, mungkin saja dia keluar dari perguruan " sahut mo.
" Kalau memang dia keluar itu sungguh sangat bagus " ucap shen yang kembali membaringkan tubuhnya.
" Cihh, Sungguh hubungan persaudaraan yang sangat rumit " sahut mo.
Setelah sehari semalam beristirahat shen tiba-tiba terpikir bagaimana keadaan go giong, shen takut jika go giong masih belum bisa beradaptasi di lingkungan perguruan langit biru.
Hemmmm...Lebih baik aku melihatnya saja sekarang, siapa tahu saja dia dia membutuhkanku" dalam hati shen.
Shen bergegas bangkit dari tempat tidurnya dan berjalan ke belakang perguruan, setahu shen ketua xu long in lebih sering melatih dirinya di belakang perguruan sebelum melatih muridnya.
" Bagaimana keadaanmu, ku harap kamu nyaman di perguruan ini " ucap shen yang berjalan menghampiri go giong.
" Ketua itu menganggapku sebagai keluarganya, aku hanya butuh beradaptasi beberapa hari lagi sebelum resmi di angkat menjadi wakil ketua " sahut go giong.
" Baguslah, kalau begitu aku jauh lebih tenang sekarang " ucap shen yang ingin langsung pergi.
" Bisakah kita berlatih pedang tuan?" tanya go giong.
Shen yang mendengar perkataan go giong langsung menghentikan langkahnya, shen baru mengingat dia pernah berjanji akan berlatih pedang bersama go giong sebelumnya.
" Baiklah, tunjukan apa yang sudah kamu kuasi " ucap shen yang langsung kembali mendekati go giong.
" Baik tuan " sahut go giong yang langsung menarik pedangnya.
Whesssssssss...
" Tebasan bulan sabit " ucap go giong yang langsung mengayunkan pedangnya berbentuk bulan sabit.
" Lanjutkan " sahut shen.
" Tebasan lingkaran gerhana " ucap go giong sambil memutar badannya.
" Tebasan membelah gunung " sambung go giong yang langsung menarik pedangnya sangat tinggi dan menghempaskannya ke tanah.
" Sangat bagus, tidak hanya gerakanmu yang sempurna bahkan kamu juga menghafal nama gerakan dari gerakan itu sendiri " ucap shen.
" Ketua memberikan buku ini padaku untuk melatih kemampuan berpedang ku " sahut go giong.
Shen yang mendengar perkataan go giongmerasa senang sendiri.
Hahaha, kamu yang mahir menggunakan pedang saja tidak tahu nama gerakannya. Sekarang kamu sudah di kalahkan oleh orang yang baru berlatih pedang, sungguh memalukan " ucap sheng sambil terus tertawa.
" Sebenarnya kita tidak butuh menghafal nama gerakan itu, yang di butuhkan itu menghafal setiap gerakan mengendalikan pedang " sahut shen dengan suara pelan.
" Kalau begitu, biar aku coba sampai mana kamu sudah menghafal gerakan mengendalikan pedangmu itu" ucap shen sambil menatap go giong.
Wheeeeeeeessssssss...
Ttreeeeeeeng...
Ttreeeeeeeng...
Ttreeeeeeeng...
Shen berulang kali mengayunkan pedangnya ke arah go giong dengan gerakan yang berbeda, go giong yang sudah menghafal seluruh gerakan berhasil menangkis serangan pedang shen.
" Bagus bagus, lanjutkan saja latihanmu nantinya kamu bisa menjadi lebih hebat dariku dalam berpedang " ucap shen.
" Terima kasih tuan " sahut go giong.
" Sudah ku bilang jangan memanggilku tuan, panggil saja aku shen " ucap shen.
" Baik shen " sahut go giong.
" Baiklah kalau begitu kamu lanjutkan saja latihanmu, aku masih harus berlatih berdua dengan seseorang " ucap shen yang langsung berjalan pergi.
Shen terus tersenyum sambil berjalan santai menuju kamar xieyu mei, shen yang mengira xieyu mei berada di kamarnya langsung masuk ke dalam kamarnya.
" Xieyu mei mari berlatih " teriak shen yang sudah masuk ke dalam kamar xieyu mei.
Shen yang tidak menemukan xieyu mei di kamarnya terpaksa langsung keluar.
" Aku mencarimu untuk berlatih berdua " sahut shen.
" Alasan, bilang saja kamu ingin mengintip xieyu mei " sahut ketua xu ling yang berdiri di belakang xieyu mei.
" Bukan begitu ketua, aku benar-benar hanya ingin mencari xieyu mei untuk berlatih " ucap shen.
" Alasanmu saja, sebagai hukuman malam ini kamu yang harus menggantikan berjaga pintu gerbang " sahut ketua xu ling.
" Tapi ketua, aku baru sampai kemarin kenapa harus aku yang jaga pintu gerbang " ucap shen.
" Sudah ku bilang itu hukuman untukmu, lain kali jangan seperti itu lagi " sahut ketua xu ling yang langsung berjalan pergi.
Wleeeeeeeeeeeeeek...
Xieyu mei yang melihat shen mendapat hukuman langsung mengeluarkan lidahnya mengejek shen.
Siapa suruh terlalu mesum " dalam hati xieyu mei.
" Haaaaah " shen hanya bisa menghela nafas sambil terus memperhatikan ketua xu ling dan xieyu mei yang berjalan menjauh.
Matahari yang terbenam hari itu terasa sangat cepat bagi shen, shen yang mendapat hukuman dari ketua xu ling langsung berjalan ke depan pintu gerbang.
Shen yang melihat hanya dirinya seorang yang berjaga di depan pintu gerbang merasa sedikit kesal, walau begitu shen tetap berjaga sambil bersandar santai.
" Sepertinya seseorang mengawasi dari kejauhan " ucap mo yang langsung berdiri di samping shen.
" Mengawasi bagaimana maksudnya " sahut shen.
" Orang itu duduk di atas pohon tidak jauh dari sini, dia terus menatap ke arahmu " ucap mo.
" Menurutmu apa aku ke sana saja menghampirinya " sahut shen.
" Untuk apa kamu ke sana, tujuannya hanya ingin mengawasi dia tidak akan berbuat apapun " ucap mo lagi.
" Seperti apa ciri-ciri orang itu mo, kamu pasti bisa melihatnya dengan jelas?" tanya shen.
" Ciri-cirinya yang pasti seorang pria tua berjubah hitam, kalau pelatihannya aku sangat yakin dia berada jauh di atasmu " sahut mo.
" Sebenarnya apa tujuannya mengawasi seperti itu " ucap shen lagi.
" Kalau itu aku tidak tahu, tapi kamu bersyukur saja dia hanya mengawasi jika dia menyerangmu aku tidak tahu apa yang akan terjadi nantinya " sahut mo.
" Tapi sepertinya aku tahu alasan, kenapa pria tua itu terus mengawasimu " ucap sheng.
" Apa alasannya " sahut shen yang sangat penasaran.
" Pertandingan atas awan yang akan di adakan sebentar lagi, sepertinya dia mengawasi untuk mencari tahu seberapa kuat perwakilan dari perguruan langit biru " ucap sheng.
" Kenapa harus mengawasinya di malam hari?" tanya shen.
" Siapa yang bilang dia hanya mengawasi di malam hari, hanya saja saat siang hari dia tidak menampakan dirinya seperti di saat malam hari " sahut sheng.
" Ya sudahlah biarkan saja untuk malam ini, besok baru ku laporkan pada ketua xu ling " ucap shen yang kembali duduk dengan santai sambil bersandar.
Waktu terus berputar sangat cepat shen yang tidak sengaja tertidur langsung di bangunkan seember air yang di siram ketua xu ling.
" Hujan hujan " teriak shen yang langsung berdiri.
Shen yang melihat ketua xu ling berdiri di depannya langsung mengusap wajahnya.
" Matahari belum terbit, kenapa ketua xu ling menyiram ku " ucap shen.
" Kalau kamu tidak mau tidur di kamarmu lagi ya sudah lanjutkan saja " sahut ketua xu ling yang langsung masuk ke dalam perguruan.
" Ketua tunggu, siapa yang akan menjaga di depan gerbang " ucap shen yang berjalan mengikuti ketua xu ling dari belakang.
" Sudah ada beberapa murid yang ku minta menggantikanmu, pergilah tidur lain kali jangan melakukan hal bodoh yang membuat dirimu sendiri di pandang rendah "sahut ketua xu ling.
" Ketua xu ling " panggil shen.
" Apa lagi, apa mungkin hukumanmu masih kurang " sahut ketua xu ling.
" Bukan begitu, ada hal penting yang ingin ku beritahu padamu " ucap shen.